9- Sadar

112 5 4
                                        

"Serius,"jawab Daniel benar benar penuh keseriusan sambil ia menatap ke arah jalanan.

"Iya gue serius bercanda nya. Hahahaha!"lanjut Daniel. Ternyata ia hanya memberi harapan palsu pada Rani. Tapi Rani tak menanggapi itu dengan serius. Ia pun ikut tertawa.

"Gak jelas lo,"ucap Rani sambil tertawa. Perjalanan mereka menuju rumah pun di iringi rasa bahagia.

***

Setelah selesai membersihkan tubuhnya juga berganti pakaian menjadi piyama. Rani duduk dengan tenang di kursi meja belajarnya, ia lalu menekan beberapa digit angka untuk menelpon seseorang.

"Ada apa Ran?"tanya seorang perempuan.

"Sorry ya Na gue ganggu malem malem. Jadi gue mau nanya tadi itu ada tugas apa aja?"

"Eh iya Lo tadi gak sekolah ya Ran. Ada apa sih tumben banget lo bolos,"ucap seorang perempuan bernama Nina di sebrang sana. Rani mulai panik. Apakah dia ketahuan telah bolos?

"Eh enggak kok gue gak bolos. Em Gue itu ada acara keluarga tadi,"ucap Rani sambil memelankan sedikit suara nya dan melirik ke kanan dan ke kiri. Mengawasi sekitar, takut jika kedua orang tua nya mendengar percakapan mereka.

"Oh gitu,"jawab Nina.

"Jadi ada pr gak?"tanya Rani memastikan.

"Eh iya nanti gue kirim pap an tugasnya lewat wa ya,"jawab Nina.

"Iya. Makasih ya Na."

Rani pun menutup telfonnya. Sambil menunggu kiriman foto dari Nina ia membereskan buku bukunya untuk sekolah besok. Tapi tiba tiba di otaknya muncul bayangan Daniel lalu ia tersenyum.

Ia teringat saat saat bersama Daniel akhir akhir ini. Dan ia berfikir sikap Daniel menjadi lebih manis terhadapnya. Bahkan Daniel sering sekali mendekatkan wajahnya ke wajah Rani bahkan memeluk atau merangkulnya. Rani menutup wajahnya malu.

"Ih si Daniel tuh kenapa sih. Bikin gue jadi kepikiran."

***

Daniel sudah menunggu beberapa menit di depan gerbang rumah Rani. Dan tak lama kemudian orang yang di tunggu pun keluar dari kerajaannya.

"Permisi dengan mba Rani?"tanya Daniel meniru Abang Abang ojek online.

"Betul mas. Tapi saya gak mesen ojek online deh,"jawab Rani menyesuaikan. Mereka berdua lalu tertawa.

"Tumben lo bawa motor?"tanya Rani sambil memukul jok motor pesva modern berwarna coklat milik Daniel.

"Lagi pengen aja sih,"jawab Daniel sambil memberikan helm pada Rani yang sudah duduk di jok belakang motornya.

"Ayo mas berangkat nanti saya telat,"bercanda Rani lalu menepuk pundak Daniel. Seperti para penumpang ojek online pada umumnya.

"Loh kok mba nya naik, bukannya tadi gak pesen ojol?"Mereka tertawa kembali. Daniel pun melajukan motornya dengan kecepatan sedang.

Karena hari ini mereka menuju sekolah menggunakan motor. Perjalanan mereka menjadi lebih cepat karena mereka bisa berselap selip menghindari kemacetan.

"Dah sampe,"ucap Daniel lalu menghentikan motornya di parkiran sekolah. Rani lalu turun dari motor begitu juga Daniel. Sebelum membuka helm nya Daniel berkata dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.

"Nih buat lo,"Daniel memberikan sebuah botol minum yang percis di berikan Rani untuknya. Tapi bedanya botol minum tersebut bergambar kudanil dan di bawahnya bertuliskan "Daniel ku".

Rani yang tadinya akan membuka helm malah menerima botol minum itu dahulu.

"Ih lucu. da- niel- ku,"eja Rani membaca tulisan di botol itu. Danie lalu tersenyum.

RADDAR💑Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang