27- Babak Terakhir

54 3 0
                                        

Beberapa hari kemudian. Tepatnya pada hari dimana babak terakhir lomba tata boga antar sma. Dan lomba itu di adakan di Sma galaxy.

Parkiran Sma galaxy sangat penuh pada waktu itu. Banyak juga peserta dari sekolah sekolah lain yang datang bersama pendukungnya.

Pada hari itu siswa kelas 10 11 maupun kelas 12. Berbahagia karena Sma galaxy menjadi tuan rumah tapi pada sesungguhnya mereka senang karena satu hari penuh tak ada kegiatan belajar mengajar. Semua siswa di harap untuk menonton dan mendukung para peserta, khusunya sekolah mereka sendiri.

Lomba itu di adakan di lapangan besar Sma galaxy yang berada di tengah gedung gedung yang mengelilinginya. Lapangan itu di beri tenda supaya dan teduh dan di pinggirnya di beri garis pembatas antara peserta dan pendukung lomba.

Kegiatan itu kemudian di buka oleh pembawa acara. Dimana runtuyan acara di mulai Dengan sambutan dari kepala sekolah serta guru tata boga yang bersangkutan.

Di hari ini yang sibuk selain panitia acara dari sebagian anggota ekskul tata boga juga para pembina osis yang membantu dalam kelancaran acara adalah Rani dan teman temannya yang tengah mempersiapkan diri mereka masing masing di ruang tata boga dengan degup jantung terpompa kencang. Serta keringat yang mengucur karena gugup juga karena penuhnya ruang tata boga yang di pakai sebagai tempat peserta bersiap siap.

Rani menarik napas panjang berulang ulang sambil memegang dadanya. Ia memejamkan matanya merapalkan doa.

"Aku bisa Aku bisa Aku bisa."gumam Rani menyemangati dirinya sendiri.

***

Lomba telah di mulai dari tadi. Para peserta sibuk dengan kegiatan mereka masing masing. Banyak teriakan mendukung yang bergemuruh di lapangan saling bersahutan.

Rani, Alvino dan lima orang lainnya--perwakilan dari Sma galaxy-- juga sangat sibuk mempersiapkan ini itu nya.

"Ran biar gue aja. Lo bisa kan tolong potongin bahan yang ada disana?"Rani mengangguk dan membiarkan Alvino mengambil alih untuk membuat adonan.
Rani mengambil pisau yang pas lalu mulai memotong, selewat ia memperhatikan teman teman satu kelasnya yang tengah berteriak mendukungnya.

"Go Rani Go Rani Go!"kemudian di lanjut.

"Ayolah Rani ku Woy! Ya ya ya ya ya. Kami selalu mendukung mu... Ayolah Rani ku Woy! Jadi juara."satu kelas Ipa 1 menyanyikan yel sambil berjoget kompak. Rani tersenyum dan menjadi tambah semangat. Rani melihat lagi ke arah penonton dimana Daniel tengah berdiri disana. Berdiri bersama Viona dan saling bergandengan tangan mesra.

Daniel hanya tersenyum padanya, tak seperti bayangan Rani pada awal ia terpilih untuk mengikuti lomba. Ia sudah membayangkan jika Daniel akan berteriak kencang untuk mendukungnya, menyemangatinya sebelum lomba dan memberinya selamat. Tapi itu tidak akan terjadi kini. Daniel sudah punya pacar dan hubungannya dengan Daniel juga sudah merenggang.

"Aw!"Rani merintih kesakitan saat jari tangannya tak sengaja terisris. Darah segar keluar dari ujung jarinya dan yang lain mulai panik.

"Ran Lo gak papa?"Alvino menghampiri Rani dan mengkhawatirkannya.

"Gak papa Lo lanjut aja sama yang lain,"Rani kemudian mencari kotak p3k yang tersedia di setiap stand peserta. Tapi Rani tak tahu kotak itu di letakkan dimana. Rani mulai panik terlebih darah terus keluar dari jarinya.

Dengan sigap Daniel menghampiri Rani lalu menghisap pelan jari Rani yang berdarah. Rani terkejut dengan Daniel yang tiba-tiba masuk ke stand lomba dan datang untuk mengobati luka di jarinya. Daniel melepas jari Rani yang sudah tak lagi berdarah. Ia mencari tisu dan plester lalu menutup luka itu dengannya.

RADDAR💑Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang