"Jadi kau keluar dari rumah?"tanya Valleron mencoba mengintrogasiku dengan tatapan tajamnya,aku tak yakin dia akan memahami situasiku,pasti dia akan menyuruhku untuk kembali kedalam keluarga yang tak menginginkanku.
"hmm,"responku sambil mengangguk pasrah.
"Kenapa?"
"Sudahlah Vall,aku sedang tidak mood untuk berbicara,sebaiknya kau pergi kekelasmu sekarang juga,"usirku dengan nada yang halus agar ia pun mau cepat-cepat pergi dari sini.
Alasan pertama adalah aku memang ingin sendiri,alasan kedua tentu saja aku tidak ingin menjadi pusat perhatian karena adanya Valleron dihadapanku sekarang,aku tahu dia sedang mencoba untuk membujukku menceritakan kejadian semalam,tetapi ia juga mencoba menahan emosinya agar tidak meluap dihadapanku.Terlihat dari wajahnya yang memerah.
"Aku akan segera menemuimu dimana pun kau berada nanti,jangan coba-coba menghindar dariku,"ucapnya sebelum meninggalkan kelas.
Aku hanya memutar bola mata malas,menatap kearah punggungnya yang mungkin sangat nyaman untuk dibuat bersandar,bodoh!kenapa aku ini?kenapa aku memikirkan tentang punggungnya yang nyaman untuk dibuat bersandar?
Tadi pagi banyak sekali panggilan tak terjawab yang bersarang di ponselku,sebelum aku menebak,sudah kupastikan kalau panggilan itu dari ayah maupun bunda,biarlah aku menjadi anak durhaka untuk kali ini saja,aku muak dibohongi,aku muak menjadi beban bagi mereka.
Semua panggilan itu hanya kubiarkan,ponselku bergetar seperti alarm yang berbunyi setiap menitnya.Karena jengah aku mematikan ponselku,tak peduli jika sewaktu waktu Imelda menelpon dimana keberadaanku.Yang kutahu saat ini ia dapat kelas siang,artinya sekarang pasti ia masih bermalas-malasan diatas ranjangnya.
Tak lama kemudian dosen datang,tanda kelas akan segera dimulai.
○○○○○
"Bella!!!kau gila?bundamu menelponku ratusan kali hanya untuk menanyakan keberadaanmu,bahkan dia tadi pagi sempat berkunjung kerumahku untuk memastikan kau ada dirumahku atau tidak,dia mengira aku sedang menyembunyikanmu dirumahku,kau ada masalah dengan keluargamu?kau pergi dari rumah?pergi kemana kau?Bella bundamu terlihat khawatir menanyakan keberadaanmu!dasar kau ini!jelaskan padaku sekarang kau tinggal dimana!"cerocos Imelda yang membuatku ingin menutup telinga dengan apapun agar aku tidak mendengarkan ocehannya yang tiada henti.
"Kalau kau sampai kenapa-kenapa bagaimana?aku tidak ingin kau mati duluan sebelum menonton konser coldplay Bella,"lanjutnya,aku mendengus sebal,bisa-bisanya dia berbicara sefrontal itu.
"Aku tak apa-apa Imel,aku masih hidup dan kau tak perlu tahu aku tinggal dimana,"jawabku sedikit lebih tenang menanggapi seribu pertanyaannya.
Lelaki disampingku kini pastinya sudah mati kebosanan karena mendengarkan celotehan Imelda yang panjang seperti kereta MRT,ia menopang dagunya dengan tangan,seperti terkantuk-kantuk menyaksikan mulut Imelda yang bergerak cepat sampai berbusa-busa.
"Cih!kau benar-benar sombong,setelah kau trending di youtube karena penampilanmu di balai kota itu sekarang kau tak pernah menganggapku lagi,dasar teman musiman,"selorohnya lagi dengan nada sinis,aku ingin tertawa terbahak melihat komuk wajahnya yang merah menahan amarah.
"Tunggu,apa kau bilang?aku trending di youtube?"tanyaku penasaran karena aku tidak tahu updet terkini di sosial media sebab aku seharian mematikan ponsel.
"Tuhkan,kau benar-benar sombong,berpura-pura kalau kau baru tahu,"ujarnya sarkastik sambil memutar bola mata jengah andalannya.
"Imelda,apa kau tidak haus sedari tadi berceloteh tanpa henti,aku saja yang mendengarkanmu merasa kehausan,"ucap Valleron memasang wajah datar sedatar datarnya.
"Kakak Valleron yang terhormat,kau tak terlalu penting dihidupku ataupun dikehidupan Bella,lalu kenapa kau peduli sekali dengan cerocosanku?"tanya Imelda sinis kearah Valleron.
Lelaki itu hanya pasrah,diam adalah emas atau dia memang tidak bisa menjawab pernyataan yang diberikan Imelda kepadanya?entahlah,aku tidak terlalu peduli.
"Jadi Bella,jawab pertanyaanku dengan jujur!KAU TINGGAL DIMANA?!"selidiknya penuh dengan interogasi.
oke!aku akan menjawab tapi sabar,aku tidak mau dia memberi tahu keberadaanku kepada bunda ataupun ayah.
"Apartemen,jangan pernah bilang kepada bunda ataupun ayah,"ucapku lirih mencoba membuatku luluh dan prihatin kepadaku kemudian patuh terhadap kemauanku untuk tidak membeberkan keberadaanku kepada ayah ataupun bunda.
"Oke,masalah selesai,5 menit lagi aku ada kelas,pertanyaan terakhir.Kau ada hubungan apa dengan lelaki satu ini?"ucapnya lagi membuatku mendengus pelan.
"Hanya sebatas orang asing yang ingin ikut campur tentang urusan hidupku,"kataku datar tanpa melirik kearah keduanya,mataku menerawang,sebenarnya apa hubunganku dengannya?
"Selesai,aku pergi dulu,jaga Bella ya Kak Valleron terhormat yang mencoba ikut campur tentang urusan Bella,"ujar Imelda sebelum beranjak meninggalkan tempat.
Aura dingin seperti menusuk diindra perabaku,seolah tatapan Valleron yang tajam mengarah tepat kepadaku.Aku menoleh kearahnya,benar saja,ia sedang menatapku dingin,setelah itu tersenyum sinis.Apakah ia tersinggung dengan perkataanku?
"Seberusahanya kau untuk menjauhkanku dari hidupmu,tetap saja aku tak bisa lepas darimu karena suatu saat kau akan membutuhkanku,"ucapnya datar namun syarat akan ancaman.
Aku merasa bahwa setiap ucapannya akan berarti besar bagiku,tidak,ini tidak boleh terjadi.Dia tidak terlalu berarti dikehidupanku.
"Terserah kau mau bilang atau mengenyahkan kalau aku tidak begitu penting dalam kehidupanmu,yang pasti kusarankan kalau kau harus membuang sifat gengsimu yang terlalu tinggi itu,"lanjutnya.
"Tapi--"
"Aku akan tetap menjagamu,sebagai balas budi kesalahanku kepada Saga,"ucap Valleron kembali membuatku merasa bersalah.Apakah aku terlalu kejam mengatakan semua itu?
"Sudah kukatakan aku bukan anak kecil yang harus kau jaga setiap harinya,kau tidak ada pekerjaan lain kah?"
"Dan berulang kali kukatakan kalau aku ingin menjagamu,perkerjaan lainku adalah mengawasimu,"
"Sial!jangan sangkut pautkan semuanya dengan Kak Saga,aku muak setiap aku menyuruhmu pergi kau selalu mengingatkanku kepada Kak Saga,"
"Karna itu kelemahanmu Bella,"
"Berhenti peduli dengan kehidupanku!"
"Tidak.Bisa.Apa jadinya kau nanti bila aku tidak mengawasimu,bisa-bisa yang dikatakan Imelda bakal terjadi.Kau mati bunuh diri sebelum menonton konser coldplay,"
"Sial,"
Aku termenung,bunuh diri?itu mengingatkanku kepada--Dimas,aku adalah orang yang pantas untuk disalahkan atas kejadian waktu lampau.
Aku--seorang pembunuh psikis,aku lebih kejam dari psikopat.
"Bella,kau tidak apa-apa?maaf aku salah bicara,"kata Valleron saat mengetahui mimik wajahku yang berubah lebih tak menyenangkan dari sebelumnya.
Terdiam,sepertinya itu yang kulakukan,moodku kembali hancur hanya karna kata bunuh diri.
Banyak orang menyalahkanku atas kejadian itu,termasuk sahabatku sendiri,aku malas mengingatnya,tapi kenapa terus teringat?
Enyahlah kau wahai kenangan kelam!!
○○○○○
tbc
3 Maret 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
JUDUL_
Genç Kurgu"Tuhan memberikan kita mulut untuk makan,bukan untuk membicarakan keburukan orang lain,tuhan memberikan kita telinga,untuk mendengarkan kata kata yang baik,bukan mendengarkan omong kosong orang lain,tuhan juga memberikan kita tangan,untuk menutup te...
