"MBAK! MAU KE MANA?" teriak Reno mengejar Rani yang keluar dengan membawa peralatan untuk vlognya.
Handycam, ponsel, tripod, laptop, semuanya ia bawa. Rani menaruhnya secara terpisah di ransel yang ia bawa. Kali ini ia akan berangkat sendiri, tanpa ditemani Ersa. Rani sudah telanjur kecewa. Bisa-bisanya Ersa pergi dengan Diah tidak memberitahunya.
Setelah isya', seharusnya menjadi malam yang digunakan untuk istirahat. Namun, tidak bagi gadis itu. Ia memanfaatkannya untuk membuat konten horornya, hingga meninggalkan tugas Bahasa Indonesianya. Ia berpikir, toh pelajarannya di jam terakhir. Lagi pula, guru akan memakluminya, karena setiap hari pulang sore, pasti lelah. Sabtu-Minggu juga untuk istirahat.
"Sialan! Mau tidak mau, aku harus pergi sendiri demi mengabadikan fenomena di Desa Ngadimoro." Rani yang sebenarnya penakut itu, memberanikan diri untuk merekam kejadian horor di Ngadimoro sendirian.
***
Kali ini Ersa resah. Ia tidak menyangka, bahwa Diah berbohong padanya. Akibatnya sekarang Rani marah. Seharusnya ia hampiri saja rumahnya tadi, atau setidaknya bertanya, bukan percaya begitu saja pada Diah.
Sudah sepuluh kali ia menghubungi Rani melalui telepon, tapi nyatanya ia tidak mendapat jawaban sekali pun. Rani sengaja men-silent ponselnya, agar tidak diganggu saat proses produksi konten nanti.
Ersa kini menghubungi Sinta dan Edo melalui video call group. "Kalian nggak ada kabar gitu, dari Rani?"
Edo mengernyit. "Enggak, lah. Emang aku siapanya dia, dikasih kabar? Hahaha." Candaan yang seperti itu membuat Ersa muak.
"Dia tadi nangis," celetuk Sinta.
"Nangis kenapa?"
"Dasar nggak peka! Dia itu cemburu, kamu pergi sama Diah berduaan gitu. Sekarang dia ngambek."
"Terus kalian tahu, nggak, dia ke mana?"
Kini saatnya Edo yang memberitahu. "Dia tadi bikin status di FB. Dia bilang, 'Misi nanti, nangkep basah Kemamang, nih. Penasaran, nggak, sih bentuknya? Aku nanti ke Ngadimoro, yang kemaren heboh, tuh.' gitu."
Ersa memejamkan mata. Ia menutup panggilan. Menyisakan Edo dan Sinta yang kini saling menatap layar heran. Harusnya Ersa menemani Rani ke Ngadimoro, walaupun ia sendiri takut melihat makhluk tersebut. Melihat rupa jenglot di YouTube saja ia takut. Setidaknya Rani ditemani oleh seorang yang lebih kuat darinya.
Tanpa pikir panjang, ia bergegas mengambil motor dan jaket jinnya. Dilan 2000-an, pikirnya saat melihat dirinya di cermin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Horror Vlogger (Completed)
HorrorHanya kisah seorang Horror Vlogger. Antara hidup dan mati seseorang, tiada yang tahu.
