Ria segera bangun setelah mendapati Rani yang berteriak memanggilnya. Dirinya sangat lelah setelah melakukan pekerjaannya saat siang. Bergegaslah Ria ke dapur dan mengambil air hangat untuk mengompres Reno. Ia sudah dipindahkan ke kamarnya, dibantu Ersa.
"Duh, Nak, kok kamu bisa gini, sih?" Ria menempelkan kain basah di dahi Reno.
"Saya mau pulang dulu, ya?" pamit Ersa. Ia tidak enak, malam-malam di rumah teman perempuannya. Walaupun ada Reno, tetap saja Ersa teman Rani. Bisa-bisa nanti muncul bisik-bisik tetangga.
"Iya ... kamu pulang aja, daripada dimarahin mamamu."
"Assalamualaikum."
"Waalaikumussalam," jawab mereka semua yang disalami.
"Bu ... Mas Ersa ...." Tiba-tiba Reno meracau dengan kondisi mata tertutup. Rani dan Ira yakin Reno masih belum tidur. Jika ia mengigau, maka ucapannya tidak akan teratur.
"Ersa kenapa?"
Reno membuka matanya lebar-lebar. "Mas Ersa diincar ... sama ... Mbak Sarah."
"Ngapain si jadul itu ngincer Ersa? Bukannya mereka udah serumah? Ngincer buat apa, coba?" sahut Rani sewot.
"MBAK NDAK NGERTI! KALIAN TUH DIINCAR SAMA MBAK SARAH!"
"Ngapain Mbak Sarah ngincar?"
Reno menunjukkan pergelangan tangannya. Di balik lengan panjang baju yang ia kenakan, terdapat gelang yang melingkar. Gelang itu milik Diah. "Dalam gelang ini, ada penjaganya. Dan siapa pun yang pakai gelang ini, akan jadi junjungan para makhluk halus. Aku ... tadi dihampiri 5 makhluk halus. Bentuknya bikin siapa pun lari ngibrit, menjijikkan. Dan aku sengaja ndak lari untuk tanya ke mereka, karena Mbak Sarah ngincer gelang ini. Ini milik Mbak Diah. Dia yang mau bunuh kamu, Mbak! Tapi aku ndak kuat sendirian, makanya aku manggil Mbak Rani buat nemenin."
"Ya kalau kamu takut, kenapa nggak dilepas aja? Kayak cewek, tau!"
Reno memukulkan kaki ke kasur, hingga membuat Ria berjingkat. "Mbak Rani ndak pernah ngerasain jadi Reno. Jangan gampang bodo amat sama sesuatu, karena takdir ndak ada yang tahu! Mbak, aku kayak gini demi Mbak. Mentalku taruhannya. Cuma demi nyelamatin nyawa Mbak. Mbak paham ndak, sih?"
Semua yang ada di kamar Reno terdiam, termasuk Rani. Ia tidak menyangka, adiknya akan semarah itu. Anak yang biasanya kalem, tetiba menjadi pemarah.
__
Ayo, lah, Gan. Jangan jadi sider. Kan nggak tahu, ini ceritanya bagus atau jelek.
KAMU SEDANG MEMBACA
Horror Vlogger (Completed)
HorrorHanya kisah seorang Horror Vlogger. Antara hidup dan mati seseorang, tiada yang tahu.
