43. Ersa Jatuh

1K 142 14
                                        

Ersa melajukan motornya dengan sangat pelan. Udara malam kala itu sangat dingin, hingga membuatnya bergidik. "Sumpah, jalanan sepi banget," gumamnya.

Memang malam itu sangat sepi, karena di daerah perkampungan memang sudah waktunya tidur. Tidak lumrah bagi warga desa untuk tidur tengah malam atau keluyuran di atas pukul delapan malam. Toko-toko di kanan-kiri jalan pun sudah mulai tutup.

Sedikit lagi Ersa sudah sampai gang rumahnya. Mata Ersa seketika membelalak melihat sesuatu yang aneh di depannya. Ia seperti melihat perempuan berjilbab sedang berjalan menenteng tas belanjaan. "Malem-malem belanja?"

Dilajukannya motor mendekat ke arah orang itu. Pengelihatannya tidak salah. Namun saat itu, daerah yang dilewatinya adalah perkebunan jati. Mana mungkin seorang perempuan anggun tidak takut sendirian berjalan di jalanan seperti ini. Akhirnya Ersa memilih untuk melajukan motornya saja melewati perempuan itu.

"TUNGGU!" teriak perempuan di belakangnya. Segera dipelankan motor Ersa.

"Aaa!" Tiba-tiba perempuan berwajah jutek itu berada di belakang Ersa. Bahkan dengan posisi sudah duduk di jok motor, seperti orang yang memaksa menumpang.

"Tolong antarkan saya ke rumah."

Ada yang tidak beres. "R-rumah? Di mana?"

"Lurus saja." Bulu kuduk Ersa meremang. Walaupun begitu, setidaknya perempuan itu berjilbab, sehingga Ersa bisa menepis pikiran buruknya jauh-jauh. Toh, di film-film horor, yang jadi setan tidak pernah berjilbab, begitu pikirnya.

Sudah hampir menuju gang rumah Ersa, ia tidak mendapat kode apa pun dari perempuan itu. "Mbak, rumahnya di mana?" Ersa melihat spionnya. "Sudah kuduga ... s-s-setaaan!"

"Hihihihihi ... hahahahaha ... dasar manusia! Sama setan aja takut!" Suara cempreng bergema di udara, tetapi tidak ada wujudnya. Ersa pun tidak berniat untuk mencari wujud jin sialan itu.

Semua surat dirapalkan dan melajukan motor dengan kecepatan tinggi.

Jedak!
Saat ingin membelokkan motor ke halaman rumahnya, Ersa justru jatuh dalam got. Motornya pun ikut tergeletak seperti pemiliknya. Hal itu membuat para tetangganya bertebaran keluar rumah, dan berbondong-bondong menolong Ersa.

"Mbak Ema!! Anake kio!" teriak warga yang berusaha membangunkan Ema yang sudah terlelap. Walaupun begitu, pintu rumah masih tidak dikunci sebelum kepulangan Ersa.

Ersa digotong warga ke dalam rumah, dan motornya dibawa ke depan rumahnya. Tangannya luka-luka terutama siku sebelah kanan. Pelipisnya tergores dan giginya berdarah karena benturan.

Sarah keluar dan .... "Ersaaa .... Kamu jatuh kenapa toh, yo? Wis dibilang jangan keluyuran malem-malem isih mbanggel! Gara-gara Rani toh, iki?"

"Udah, Mbak! Jangan nyalahin Rani terus. Ini gara-gara setan sialan itu. Tolong ambil kompresan sama betadine aja, Mbak!" bantah Ersa.

Horror Vlogger (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang