Manusia memiliki bermacam sisi di kehidupanya, seperti Arah mata angin yang memiliki 4 arah sisi utama dari 32 penjuru mata angin yang ada di alam dunia ini.
Hujan di siang itu begitu deras, semilir angin menyapu dedaunan di jalanan yang ilham dan Ajeng lewati.
Ajeng merasa aneh dengn ilham yang tidak seperti biasanya, ilham hanya terdiam tak mengucapkan satu kalimat pun selama perjalanan membuat ajeng terus melirik keadan ilham..
"Ham.."
"Hmm..?"
"Lo sariawan..?"
"Haa...?"
Langkah ilham terhenti, wajah ilham terlihat bingung mendengar perkataan Ajeng.
"Iya gak kaya biasanya lo diem aja.."
"..."
Tanpa menjawab perkataan ajeng ilham melanjutkan langkahnya dan meninggalkan ajeng..
"KEBIASAAN..!!"
mata ajeng tak lepas dari pandanganya pada laki laki yang berjalan lebih cepaat di depanya, ilham berjalan dengan memgang sebatang daun talas di atas kepalanya.
Ajeng menghentikan langkahnya membiarkan ilham berjalan semakin jauh dari pandanganya di tengah hujan..
Ilham berjalan menerobos hujan, hujan siang itu begitu deras di sertai angin pelan yang mengikuti Arah langkah kaki ilham.
Kini mata ajeng fokus pada punggung ilham yang semakin menjauh.. ajeng nampak membayangkan jika orang di yang sedang ia perhatikan di depan matanya itu akan pergi semakin menjuh..
Menjuh..
menjauh...
Dan semakin menjauh...
"ILHAAAMM..!!"
Ajeng berlari mengejar ilham..
Entah apa yang di rasakan ajeng saat ini, ajeng tidak ingin kehilangan ilham...
Langkah ilham terhenti mendengar Ajeng memanggilnya dengan keras dan membalikan badanya menghadap ajeng.
Ajeng melempar batang daun talas yang ada di atas kepalanya kemudin berlari dengan cepat, hingga sampai di depan tubuh ilham..
-Kenapa ini..?-
-Benar kata ilham Gue emang Payah sekali kalau harus mengejar...-
Dengan nafas yang tersenggal senggal Ajeng membungkukan tubuhnya, kedua tanganya memegangi lututnya kini ajeng harus mengatur nafasnya..
"Kamu kenapa jeng..?"
"Ga papa.."
Ilham tersenyum melihat wajah ajeng yang terlihat payah sekali di tengah guyuran hujan membasahi tubuhnya.
Tangan ilham menggerakan batang daun talas ke arah Ajeng agar Ajeng tidak terkena Air hujan langsung di keplanya.
Kini batang daun pisang itu berada di atas kepala ajeng.
Ajeng yang sedang tertunduk menyadari air hujan itu tidak menetes di kepalanya.
Ajeng mengangkat kepalanya dan melihat tangan ilham yang sedang memegangi daun pisang itu yang meneduhkan kepalanya..
Ajeng menggerakan tubuhnya agar berdiri sejajar dengan ilham..
Wajah ajeng datar berdiri di depan wajah ilham, mata nya menatap nanar wajah Ilham yang terlihat aliran hujan berseluncur di wajahnya.
-Siapa dia..?-
-Gue gak percaya dia manusia..-
Ilham menyadari wajahnya sedang di perhatikan oleh ajeng.
"Ajeng..?"
"Jeng.."
"Ajeng..?"
Tangan llham melambai di depan wajah Ajeng, namun ajeng tak juga sadar dari lamunanya..
Hingga..
*DUARR..!!"
Suara petir menggelegar di langit yang gelap mengagetkan lamunan Ajeng saat memperhatikan seorang yang ada di depan matanya.
Ajeng sangat terkejut dan sadar dari lamunanya kemudian berjongkok di depan tubuh ilham dengan menutup kedua daun telinganya.
Ilham tersenyum menatap ke bawah melihat ajeng yang terlihat ketakutan dengan berjongkok di depan kakinya dan menutup kedua telinganya.
Ilham merubah posisi berdirinya menjadi berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan ajeng.
"Jeng..?"
"Ayo kita pulang.."
KAMU SEDANG MEMBACA
Hello, My Yesterday [ FINISH ]
Short StoryNamanya Ajeng dia adalah murid kelas 7B di SMP Negri Nusantara, Ajeng memiliki paras yang cantik namun sayang dia memiliki sifat yang buruk terhadap orang lain. Pada suatu pagi Ajeng melakukan kesalahan yang fatal sehingga membuatnya hampir di kelu...
![Hello, My Yesterday [ FINISH ]](https://img.wattpad.com/cover/215188357-64-k743915.jpg)