NAFAS KEJUJURAN

890 102 20
                                        

Ajeng berdiri di ujung bukit yang hijau menatap alam yang begitu luas di pandangnya, begitu indah ciptaan tuhan tak ada yang bisa menandingiNya.⁣⁣
⁣⁣
Ajeng memejamkan matanya merasakan udara yang ia hirup masuk ke dalam tubuhnya dan angin menyapu seluruh tubuhnya.⁣⁣
⁣⁣
Dari arah belakang ajeng,  ilham melangkah menghampiri ajeng yang masih terpejam merasakan  udara segar yang merasuki tubuhnya.⁣⁣
⁣⁣
Mata ilham tak lepas dari wajah ajeng yang masih memejamkan matanya.⁣⁣
⁣⁣
Angin lembut menyapu wajah ajeng membuat rambut ajeng berantakan tak beraturan, namun semakin membuat wajah ajeng mempesona di mata ilham.⁣⁣
⁣⁣
Semakin dalam ajeng menarik nafas pelan hingga..⁣⁣
⁣⁣
*uhukk uhukk*⁣⁣
⁣⁣
Saat ajeng menghirup begitu dalam nafasnya ajeng terbatuk merasakan aroma aneh merasuki indra penciumanha, bukan udara segar yang ia rasakan.⁣⁣
⁣⁣
Ajeng membuka matanya dan menampakan wajah heran dengan  perasakan aneh.
⁣⁣
Ilham menghempaskan nafasnya pelan merasakan apa yang ajeng rasakan.⁣⁣
⁣⁣
"Kenapa ..?"⁣⁣
⁣⁣
Ajeng melirik ke arah samping dan menyadari kehadiran ilham di sampingnya.⁣⁣
⁣⁣
"Ga papa.."⁣⁣
⁣⁣
"Hahaha.."⁣⁣
⁣⁣
Lagi lagi suara tawa menyebalkan itu terdengar di telinga ajeng, suara yang mampu membuat wajah ajeng berubah menjadi zombie ? *heheh*⁣⁣
⁣⁣
"Gak usah ketawa.."⁣⁣
⁣⁣
Ajeng melirik tajam wajah ilham kemudian ber balik badan berniat meninggalkan ilham.⁣⁣
⁣⁣
"Hidup itu ketergantungan yah..?"⁣⁣
⁣⁣
"..?"⁣⁣
⁣⁣
Baru satu langkah kaki ajeng meninggalkan ilham, langkah ajeng terhenti saat mendengar ucapan Ilham.⁣⁣
⁣⁣
"Iyah.. Ketergantungan terhadap udara.., air..  api.. Tanah..."⁣⁣
⁣⁣
"..."⁣⁣
⁣⁣
"Pada intinya manusia tidak bisa hidup tanpa elmen alam..."⁣⁣
⁣⁣
Tubuh ajeng memutar kembali tubuhnya yang sekarang berada di belakang punggung ilham.⁣⁣
⁣⁣
"Keseimbangan..."⁣

Ajeng membuka mulutnya menanggapi ucapan ilham yang mengoceh sendiri mengenai manusia dan kehidupan.⁣

"Dalam hidup ini butuh adanya keseimbamgan bukan..?"⁣

Ilham melirik ke arah belakang mengetahui ajeng berada di belakangnya.⁣

Bibir ilham tersenyum mendengar ajeng berbicara mengenai hal yang bisa membuka pikiranya..⁣


Ilham memutar tubuhnya menatap wajah ajeng yang berada di belakan punggungnya.⁣

Kaki ilham melangkah mendekati ajeng.

"Seperti Ajeng yang tak bisa hidup tanpa ilham..?

"HAH..?!"⁣

Wajah ajeng yang serius kini kembali menampakan kekesalanya terhadap Ilham.⁣

"Hahaha.."

Ilham tertawa dan berlalu berjalan meninggalkan ajeng di tepi bukit yang indah itu.

~

"Ham gue punya permainan.."

"Hmm...?"

Di sebuah batu besar di dekat sungai Ajeng dan ilham duduk sambil menikmati suara  air sungai yang gemericik mengikuti arusnya.

"Nama permainanya..."

"......"

"Nafas kejujuran..."

Ajeng mengambil beberapa lembar daun kering tak jauh dari tempat batu itu berada.

"Nahh.."
"Jadi peraturanya.."
"Kita harus meniup daun ini sekencang kencangnya.."
"Sampai daun ini melewati garis finish yang di tuju.."

"...?"

Ajeng menggarisi batu berwarna hitam itu dengan kapur tanah liat ber warna orange.

"Siapa yang sampai finish terlebih dahulu.."
"Dia pemenangnya.."

"Terus..?"

"Terus kalo yang kalah.."
"Dapat hukuman.."

"Hukuman..?"
"Berapa tahun..?"

Hello, My Yesterday  [ FINISH ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang