DAUN KUNING YANG GUGUR

924 107 13
                                        

Walaupun langit tertutup awan yang hitam dan gelap, tidak akan menghilangkan langit biru yang cerah di baliknya.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Ham lo percaya gak kalo kita hitung bintang, semua yang kita inginkan akan terkabul..?"⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Tidak.."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Gak asik lo.."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Kalo kamu punya keinginan kamu harus berusaha keras, bukanya ngitung bintang.."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Emang kenapa..?"⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Buang buang waktu.."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"...."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Kali ini ajeng sudah terbiasa dengan sifat menyebalkan yang ilham miliki.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Ajeng menatap langit sore yang berwarna Orange yang sebentar lagi akan segera berubah warna menjadi gelap.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Bintang di langit Berwarna orange kehitaman sudah terlihat, Ajeng dan ilham berjalan menuju panti tempat Ajeng tinggal.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Ham..?"⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Iya.."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"E.anu..Gak jadi.."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Ajeng berniat menanyakan banyak hal pada ilham, namun Ajeng mengurungkan niatnya, Ilham pasti tidak akan serius menjawab pertanyaan yang ajeng lontarkan padanya.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Wajah ilham terlihat heran dengan ajeng yang tidak seperti biasanya.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Kenapa jeng..?"⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Gak papa.."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Ajeng melanjutkan langkahnya dan meninggalkan ilham yang  sedang penasaran dengan apa yang akan ajeng ucapkan.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Di depan pintu Panti ajeng dan ilham berdiri, mereka sudah sampai di panti asuhan, Ilham merasa lega tugasnya hari ini selesai mengantarkan ajeng sampai dengan pintu Panti.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Cepat masuk.."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Iyaaa.."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Ajeng menatap Ilham, kali ini Ajeng akan menanyakanya, menanyakan sesuatu yang selama ini tidak di ketahui Ajeng.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Ham..?"⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Iyaa.."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Lo mau pulang ke mana..?"⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Ke istana.."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Gue serius ham..."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Iya ke Istana Pajajaran.."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"....."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Hahahaha..."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Sudah Ajeng duga degan jawaban ilham, kini ajeng membalikan Badanya berjalan menuju pintu masuk, dan membiarkan ilham mentertawakanya.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Nyesel gue.."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Ajeng menekan knock pintu, dan berniat langsung masuk meninggalkan ilham tanpa pamit dan mengucapkan terimakasih padanya..⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Saat ajeng membuka pintu, terdengar ilham mengucapkan sesuatu pada Ajeng, membuat ajeng yang sedang memegang knock pintu terdiam...⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Jangan lupa berdoa.."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"..."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Kali ini ajeng merasa bersalah karena Ajeng mempunyai niat yang jelek meninggalkan ilham yang sudah mau mengantarkanya sampai di depan pintu tanpa ucapan terimakasih pada ilham..⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"I..l.."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Ajeng berbalik badan dan berniat mengucapkan sesuatu pada ilham namun saat tubuhnya sudah berbalik, sosok ilham sudah tidak ada lagi di depan pintu panti asuhan, begitu cepat sekali ilham meninggalkan Ajeng.. Tanpa pamit..⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
"Dasar menyebalkan.."⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Ajeng kembali berbalik badan dan masuk  kedalam panti asuhan.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Dikamar Ajeng berbaring di tempat tidur yang sempit, Ajeng menatap Mona yang satu kamar denganya, wajah mona terlihat polos dengan bantal guling yang ada di pelukanya.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Ajeng tidak menyangka akan di pertemukan dengan anak anak yang mempunyai nasib yanh malang karena kehilangan kedua orang tua di usianya yang masih sangat kecil.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Ajeng tidak bisa membayangkan jika itu terjadi padanya...⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Ajeng memiringkan tubuhnya kali ini ajeng memikirkan Ucapan ilham saat terakhir bertemu, Ajeng tersenyum dan melakukan pesan ilham di depan pintu panti yaitu Berdoa Kemudian memejamkan matanya..⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
KEESOKAN HARINYA.⁣⁣⁣
⁣⁣
"Kita ke tempat indah.."⁣⁣
⁣⁣
"I..indah.."⁣⁣
"Indah yang culun dan miskin itu..?"⁣⁣
⁣⁣
Langkah ilham terhenti mendengar ucapan Ajeng yang terdengar merendahkan orang.⁣⁣
⁣⁣
"..!"⁣⁣
⁣⁣
"I..iya maksudnya indah temen sekelas gue.."⁣⁣
⁣⁣
Menyadari ilham sedikit marah padanya, ajeng membenarkan kata katanya.⁣⁣
⁣⁣
⁣⁣
"Gimana caranya dia itu.."⁣⁣
"Dia ... Gue gak tau rumahnya.."⁣⁣
⁣⁣
Ilham tidak memperdulikan perkataan Ajeng, Ilham berjalan meninggalkan Ajeng begitu saja tanpa mengucapkan sesuatu pada Ajeng..⁣⁣
⁣⁣
"Aduh .."⁣⁣
⁣⁣
Ajeng menepuk keningnya merasa bodoh dengan mengatakan kata kata jelek di depan ilham dan membuat ilham marah.⁣⁣
⁣⁣
"Ilhaaam tungguin guee.."⁣⁣
⁣⁣
Ajeng berlari mengejar ilham yang sudah pergi lebih dahulu meninggalkanya.⁣⁣
⁣⁣
"Ilham kita mau kemana..?"⁣⁣
"Ham lo jangan diem aja dong..!"⁣⁣
"Ham..?"⁣⁣
⁣⁣
Ilham berhenti melangkah, dan memutar kepalanya ke arah ajeng yang ada di samping kananya.⁣⁣
⁣⁣
"Kita ke kuburan.."⁣⁣
⁣⁣
"Ku.. Kuburan..?!"⁣⁣
⁣⁣
"Engga lah jeng.."⁣⁣
"Kita tempat indah berada.."⁣⁣
⁣⁣
"Tempat indah..?⁣⁣
⁣⁣
⁣⁣
Ilham dan indah berjalan di sebuah komplek yang kumuh di sekelilingnya , banyak sampah berserakan di jalanan dan rumah rumah yang hanya di atapi sebuah seng di atasnya dan di kelilingi pagar yang terbuat dari  karung beras bekas di sekelilingnya.⁣⁣
⁣⁣
Ajeng tidak menyangka ilham akan membawanya kesini tempat yang amat tidak layak untuk di jadikan tempat tinggal.⁣⁣
⁣⁣
"Ham..?"⁣⁣
⁣⁣
"Itu tempat tinggal indah.."⁣⁣
⁣⁣
Ilham menunjuk sebuah rumah tak layak pakai sebagai tempat tinggal Indah..⁣⁣
⁣⁣
"Tempat itu..?"⁣⁣
⁣⁣
"Iya..."⁣⁣
⁣⁣
Ilham dan ajeng berjalan ke arah dimana Indah tinggal.⁣⁣
⁣⁣
Dari dalam rumah terdengar suara tangisan dari seorang anak kecil di dalamnya.. ⁣⁣
⁣⁣
Ajeng dan Ilham melangkah memasuki Rumah yang terlihat seperti gubuk itu.⁣⁣
⁣⁣
"Assalamualaikum indah..?"⁣⁣
⁣⁣
Dari dalam rumah indah menyahut ucapan salam dari Ajeng dan ilham.⁣⁣
⁣⁣
"Wa alaikumsalam.."⁣⁣
⁣⁣
Indah keluar begitu terkejutnya Indah melihat sosok yang ada di depan pintu rumahnya..⁣⁣
⁣⁣
"A.Ajeng..?"⁣⁣
⁣⁣
"Iya i..indah.."⁣⁣
"Ini gue.."⁣⁣
⁣⁣
Indah melihat sosok di samping kanan Ajeng yang belum pernah Indah kenal sebelumnya..⁣⁣
⁣⁣
"Itu siapa jeng..?"⁣⁣
⁣⁣
Wajah ilham terlihat canggung mendengar ucapan indah yang bermaksud menanyakan tentang dirinya⁣⁣
⁣⁣
"Ini temen gue.."⁣⁣
⁣⁣
"Kenalin namanya Ilham.."⁣⁣
⁣⁣
Ilham mengulurkan tanganya pada ajeng dan memperkenalkan diri..⁣⁣
⁣⁣
"Namaku Ilham.."⁣⁣
⁣⁣
"Indah.."⁣⁣
⁣⁣
Ajeng melirik seorang anak kecil yang sedang menangis di atas lantai yang beralaskan kardus di bawahnya.⁣⁣
⁣⁣
"Itu siapa ndah..?"⁣⁣
⁣⁣
"Itu adiku.."⁣⁣
"Lagi sakit.."⁣⁣
⁣⁣
"Gak sekolah.."⁣⁣
⁣⁣
"E.. Engga.."⁣⁣
"Adiku sakit aku harus menjaganya.."⁣⁣
⁣⁣
"Oh.."⁣⁣
⁣⁣
Melihat kondisi tempat tinggal indah memang sangat memperhatikan apa lagi tidak ada tempat tidur yang layak untuk adiknya berbaring dengan nyaman saat tertidur.⁣⁣
⁣⁣
Ajeng benar benar merasa bersalah atas apa yang sering dia lakukan pada indah, sungguh hati Ajeng tergerak melihat kenyataan yang sebenarnya..⁣⁣
⁣⁣
Ajeng menyadari tidak semua orang mempunyai nasib baik sepertinya..⁣⁣
⁣⁣
"Indah..?"⁣⁣
"Gu.. Gue mau minta maaf.."⁣⁣
⁣⁣
"Minta maaf buat apa jeng..?"⁣⁣
⁣⁣
"Buat semua yang sudah gue lakuin ke elo.."⁣⁣
⁣⁣
"Gak ada yang perlu di maafkan jeng.."⁣⁣
"Kamu gak salah apa apa.."⁣⁣
⁣⁣
"Indah...."⁣⁣
⁣⁣
Ajeng memeluk indah sungguh Ajeng ingin memeluk indah dengan kencang di pelukanya..⁣⁣
⁣⁣
Ilham tersenyum melihat ajeng memeluk indah dengan erat, baru kali ini ajeng meminta maaf tanpa perlu Ilham harus mendorongnya..⁣⁣
⁣⁣
Ajeng dan ilham pamit pada indah,  sebelum pergi ajeng memberikan sesuatu pada Indah, ajeng memberikan sedikit uang yang ada di tas nya untuk Indah.⁣⁣
⁣⁣
Ajeng meletakanya di samping adik indah sehingga Indah tidak mengetahui bahwa ajeng meninggalkan sesuatu untuknya.⁣⁣
⁣⁣
⁣⁣
Ajeng dan Ilham pamit dan berjalan kembali menuju bukit hijau.⁣⁣
⁣⁣
⁣⁣⁣
langit siang itu tidak seperti biasanya awan mendung menghiasi cuaca di siang itu..⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Ajeng duduk disebuah batu di pinggir sungai..⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Ajeng berkaca di dalam air sungai yang jernih,  di dalam air Ajeng melihat wajahnya seperti menatap ke arah cermin...⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
"Gue emang cantik.."⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Tiba tiba ajeng melihat sosok ilham di sampingnya, Ilham menatap wajah Ajeng di dalam air , membuat perasaan Ajeng tidak enak karena pasti akan mendengar kata kata menyebalkan dari ilham..⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
"Airnya Jernih.."⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
"Emang kenapa..?"⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
"cantikmu kalah sama air.."⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
"Bodo.."⁣⁣⁣
⁣⁣
⁣⁣⁣
"Hahaha.."⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
"Bisa gak si sekali kali lo puji gue..?"⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
"Nanti kalo ajeng Sudah selesai.."⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
"Selesai apa..?"⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
"Selesak dari hukuman..."⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
"Oke.. Dua hari lagi..."⁣⁣⁣
⁣⁣
*tes tes tes*⁣⁣
⁣⁣
Tiba tiba hujan turun, Ajeng menyadari Hujan turun setelah ia melihat Air hujan itu menetes menyentuh air sungai di depanya.⁣⁣
⁣⁣⁣
Ilham berdiri dan meninggalkan ajeng yang masih duduk sendiri di tepi sungai..⁣⁣⁣
⁣⁣
"Ilham tungguin gue.."⁣⁣
⁣⁣
Ilham mengambil dua batang daun talas, kemudian memakainya untuk di jadikan payung.⁣⁣
⁣⁣
Ajeng berdiri di bawah pohon besar untuk berteduh.. ⁣⁣
⁣⁣
Tiba tiba..⁣⁣
⁣⁣
*Wushh..*⁣⁣
⁣⁣
Angin kencang datang menggerakan pohon besar itu, membuat air dari pohon itu berjatuhan ke tanah..⁣⁣
⁣⁣
Daun daun melayang terlepas dari tangkainya, meninggalkan pohon yang masih berdiri tegak walau di terjang angin.⁣⁣
⁣⁣
Ilham datang membawa batang daun talas di kedua tanganya.⁣⁣
⁣⁣
"Ajeng..?"⁣⁣
⁣⁣
"Ilham..?"⁣⁣
⁣⁣
"Ini.."⁣⁣
⁣⁣
Ilham memberikan sebatang daun talas pada ajeng, ajeng menatap daun talas itu dengan wajah yang bingung.⁣⁣
⁣⁣
"Pake itu buat berteduh.."⁣⁣
⁣⁣
"Ahh percuma ham..."⁣⁣
"Bakal basah.."⁣⁣
⁣⁣
"Setidaknya kepalamu tidak terkena air hujan langsung.."⁣⁣
⁣⁣
"Yaa Lah.."⁣⁣
⁣⁣
Ajeng menatap wajah ilham, pipinya memanas sungguh ajeng senang sekali melihat wajah Ilham yang terlihat basah karena air hujan... ⁣⁣
⁣⁣
Air hujan itu mengalir di wajah ilham sepertinya air itu menyukai ilham...?⁣⁣
⁣⁣
Alam memang menyukai ilham...⁣⁣
⁣⁣
⁣⁣
*Wushh*⁣⁣
⁣⁣
Angin Begitu kencang menerjang pohon pohon di bukit itu, Banyak sekali daun daun yang gugur berjatuhan terkena angin yang tanpa permisi melewatinya..⁣⁣
⁣⁣
Di depan wajah ilham terlihat daun yang gugur melayang di depan Wajahnya. ⁣⁣
⁣⁣
Pandangan ilham tak lepas dari daun itu hingga daun berwarna kuning itu terjatuh di bawah kakinya kemudian Ilham mengambilnya.⁣⁣
⁣⁣
"Hai ajeng.."⁣⁣
"Lihat daun ini.."⁣⁣
⁣⁣
"...?"⁣⁣
⁣⁣
Ajeng menatap daun yang ada di tangan ilham..⁣⁣
⁣⁣
"Gugur.."⁣⁣
⁣⁣
"iya.."⁣⁣
⁣⁣
"Manusia itu sama seperti daun.."⁣⁣
⁣⁣
"Seperti daun..?"⁣⁣
⁣⁣
"Iya akan gugur pada masanya.."⁣⁣
⁣⁣
Ajeng menatap wajah ilham, entah kenapa wajahnya begitu dalam menatap daun yang ada di tanganya.⁣⁣
⁣⁣
Ajeng hanya terdiam tak bergeming, memang begitu bukan Setiap Ilham mengucap kata yang mendalam, Perasaan Ajeng seperti terbungkam tak bisa berucap sesuatu untuk menjawab Perkataan Ilham.⁣⁣
⁣⁣
-⁣⁣
Hujan di wajahnya membuat hari kemarin tidak terlihat mendung bagiku..⁣
-⁣
⁣⁣
⁣⁣
⁣⁣

Hello, My Yesterday  [ FINISH ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang