PANTULAN CAHAYA PURNAMA

457 86 13
                                        

Langit di sore itu mulai gelap dengan awan hitam yang menutupi matahari senja di sore itu..

Ajeng berada di dalam mobil yang dikendarai wahab, sungguh pikiran ajeng hanya ada Ilham di dalamnya..

Ajeng mengingat saat dirinya menyeret tangan Ilham di bukit hijau itu, Ajeng menyeretnya dan membawanya ke sebuah gedung putih tempat Ayahnya di rawat..

Mata ajeng terus menatap kearah kaca jendela sebelah kiri.. Matanya memandang lurus kedepan seolah Ajeng sedang melihat sesuatu di depan matanya..

Bayangan wajah Ilham Saat Kesakitan di depan pintu rumah sakit terus melintas di pikiranya..

Kali ini Ajenh benar benar menyesal dengan perbuatanya yang membiarkan Ilham pergi sendiri tanpa Ia memperdulikan..

Sungguh Ajeng tak habis pikir dengan sikap Ilham saat mengantarkanya ke depan Rumah Ajeng tanpa memikirkan keadaanya sendiri..

Ilham memang malaikat menyebalkan bagi Ajeng, Malaikat penolong juga malaikat yang pandai membuat Ajeng Khawatir..

"Dasar Malaikat Menyebalkan.. "

Ajeng bergumam sendiri mengeluarkan isi hatinya yang kesal sekaligus khawatir dengan Ilham Sang malaikat menyebalkan..

Wahab yang mendengar Tuan nya bergumam sendiri melirik ke arah kaca sepion mobil di atas kepalanya..

Wahab sedikit heran dengan perlakuan tuanya yang suka berbicara sendiri dengan pikiranya..

*wushhhh*

Ban mobil berwarna hitam itu menerobos genangan air berwarna coklat di tengah jalanan aspal yang di lewati mobil Ajeng..

Hujan gerimis menemani perjalanan Ajeng menuju bukit untuk menemui Ilham..

🍃

Langit malam itu terlihat gelap dengan tebalnya awan hitam yang menutupi cahaya Rembulan di malam itu..

Indah menatap sebuah bukit yang berada jauh dari rumahnya..

Bukit itu hanya terlihat setengah dari biasanya..
Indah merasa khawatir dengan Ajeng dan juga Ilham di sana..

"Indah.. "
"A.. ap.. apapun yang terjadi... "
"K.. Ka.. Kamu.. Jangan bilang .. "
"A.. Ajeng yah..? "

Suara ilham terngiang ngiang di telinga Indah..
Kata kata itu selalu terbayang di pikiran Indah..

Indah telah melanggar janjinya pada Ilham, entah apa yang membuatnya menyesal tapi lebih baik jika Ajeng mengetahui keadaan Ilham Sekarang..

Walau begitu ada banyak hal yang Indah ketahui mengenai Ilham akan tetapi Indah benar benar tidak sanggup jika harus mengatakan yang sebenarnya tentang Ilham..

Indah terdiam terpaku di depan jendela sambil memandangi bukit hitam yang tertutup awan yang jauh dari matanya..

🍃

*Wushhh*

Malam ini angin tiba tiba saja datang menghapiri tubuh ilham yang sedang bersandar di bawah pohon beringin..

Mata Ilham terpejam tubuhnya benar tak berdaya entah apa yang sedang terjadi dengan tubuhnya, tubuhnya terasa dingin dan beku hingga ia tidak bisa menggerakan tubuh nya..

Dalam beberapa hari ini tiba tiba saja tubuhnya terasa sakit entah dari mana asal rasa sakit itu tapi semakin hari tubuhnya semakin melemah..

*Wushh*

Angin itu terus mengelilingi tubuh ilham, Angin itu terus mengelelingi tubuh ilham seperti Sedang membangunkan tubuh ilham yang masih terdiam dengan metanya yang terpejam..

Hello, My Yesterday  [ FINISH ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang