Pertandingan di sekolah mereka belum selesai, masih ada 3 babak lagi untuk memasuki grand final. Tetapi Ara sudah pulang ke rumah secara diam-diam, banyak sekali dari teman-temannya menanyakkan Ara dan ia hanya menjawab mereka dengan kalimat "Gue lagi gak enak badan, jangan ganggu gue."
Jam baru menunjukkan pukul 11:00, Ara sangat bosan sekali dirumah. Dirumah ia tidak ada siapa-siapa selain kedua kucingnya itu.
Biasanya jam segini Raisa berada dirumah tetangga untuk berkumpul, Herman (Papah Ara) masih bekerja diluar kota dan masih ada 3 hari lagi untuk pulang, sedangkan Yura (Adik Ara) sedang bersekolah.
"Pusya, Osya, Ara harus berbuat apa?" tanya Ara kepada kedua kucingnya itu. Bagi Ara, mereka berdua adalah teman curhat yang asik, walaupun mereka hanya menjawab "Meong" selama ia bercerita.
Ara meluangkan waktunya itu hanya memainkan ponselnya saja, ia selalu membuka aplikasi instagram terlebih dahulu dari pada aplikasi lain. Di aplikasi itu, ia mencari vidio-vidio lucu yang bisa membuatnya tertawa.
Tiba-tiba, ada notifikasi dari instagram osis sekolah mereka yang sedang melakukan siaran langsung. Tanpa Ara sadari, ia langsung membukanya.
Kenapa gue tekan. Batinnya.
Ara tidak tahu siapa yang memegang akun ini dan melakukan siaran langsung itu. Tetapi, disiaran itu memperlihatkan pertandingan yang berada di sekolahnya.
Kenapa lo keren banget. Batinnya yang sedang melihat Kevin melakukan aksinya dilapangan itu dengan baju sangat basah oleh keringatnya dan jambul rambutnya yang begitu terbentuk.
Wajarlah banyak fansnya, dia ganteng. Batin Ara lagi.
Ketika Ara sedang asik menonton siaran langsung itu, tiba-tiba saja ada seseorang memanggilnya dan ternyata itu Bila "Ara, lo dimana?" tanya dengan nada suara yang cukup keras, karena kalau dengan suara yang kecil tidak akan terdengar. Sebab, disana sangat ramai sekali.
Baru 2 detik Bila bertanya, Ara langsung saja berhenti menonton siaran langsung itu.
**
Malam harinya..
Kring!
Notifikasi masuk lagi.
Kevin Haris :
Gue minta maaf.
"Minta maaf? Emang lo salah apa?" dumamnya sangat kebingungan.
Ia tidak membalas pesannya itu. Dan langsung beranjak untuk tidur.
"Waktunya bobo cantik" ucap Ara sambil menarik selimut, belum sempat ia memakai selimut, tiba-tiba ponsel Ara berbunyi lagi.
Ara meraih ponselnya yang berada disamping bantal, ia terkejut karena ada notifikasi telepon diponselnya.
Ia ragu untuk mengangkatnya, karena ia belum pernah sama sekali bertelponan denganya. Ini adalah pertama kalinya.
"Halo" ucap Ara dengan nada suara yang sedikit jutek.
"Ra, maafin gue" jawab Kevin.
"Maaf? Lo salah aja enggak" jelas Ara.
"Maafin Nata juga ya" ucap Kevin lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
KEVINARA
Fiksi RemajaSeharusnya kamu tahu apa yang ada didalam hatiku. Bahwa aku mencintaimu. Sangat.
