Hadiah itu tidak cukup besar, yang ia terima adalah box berukuran sedang yang dilapisi kertas berwarna kuning keemasan dan diikat dengan pita berwarna merah yang dibagian atasnya teruliskan "I Miss You."
Tanpa menunggu lama, Ara membukanya.
Ketika sudah terbuka, ia melihat sebuah switter yang berwarna putih dan diatasnya ada selembar kertas yang tertulis..
Happy birthday Nasyara. Ingat, ada seseorang yang tidak suka melihatmu sedih. Jadi, tetap tersenyumlah. Karena, seseorang itu sangat suka melihat senyumanmu.
"Bil, ini gak mungkin dia kan?" tanya Ara kepada Bila yang berada disampingnya.
"Dia siapa?" tanya Bila yang masih kurang mengerti apa yang dimaksudnya.
Ara mengeluarkan switter itu dalam box dan memperhatikannya dengan sangat detail.
"Switter bekas kok dihadiahkan" dumam Bila sambil melihat-lihat switter itu.
"Bil, ini wangi dia" ucap Ara sambil mencium switter itu yang berada ditangan Bila.
"Siapa?" tanya Bila.
"Kevin. Iya, ini wanginya Kevin. Gue tau banget wangi dia seperti apa. Bahkan, ini switter favorit Kevin bil" ucap Ara yang sangat yakin.
"Ara, gak mungkin dia" ucap Bila yang berusaha meyakininya.
"Hanya kebetulan aja ra" lanjut Bila.
"Orang yang ngirim hadiah ini juga nulis surat, dan itu persis banget dengan ucapan Kevin" ucap Ara yang masih begitu yakin bahwa itu adalah Kevin.
Kali ini Bila tidak tahu ingin menjawab apa, ia hanya terdiam saja melihat Ara yang sangat antusias itu.
Tiba-tiba Ara merebut switter itu dari Bila dan langsung pergi keluar.
"Kalo emang itu bener lo, tolong temuin Ara" dumam Bila.
***
Ara pergi kedepan rumahnya sambil melirik kanan dan juga kiri. Tetapi, sama sekali tidak ada orang disana. Jalanan pun sangat sepi.
"Vin, gue mohon kali ini aja" dumam Ara yang sudah menangis sambil memeluk erat switter yang ia pegang itu.
Ara memutuskan untuk mencari Kevin disekitar komplek rumahnya, siapa tahu Kevin belum jauh dari sini.
Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Suasana disana sangat sepi, tidak ada satu orang pun yang keluar sama sekali kecuali dirinya sendiri. Ia masih berjalan sendiri dengan pakaian pestanya.
Yap. Ara belum sempat berganti, bahkan riasan diwajahnya pun masih terlihat dengan jelas.
Semua orang yang berada dirumah Ara sangat khawatir padanya, mereka sudah mencoba menghubungi Ara tetapi ia tidak membawa ponselnya.
"Vin, gue takut"
"Gue tau lo tadi datang"
"Dan, gue juga tau lo ada disini"
Ucap Ara sambil menangis dengan derasnya.
Ara benar-benar takut sekali, ia takut kalau ada orang jahat yang menghampirinya saat ini. Rasanya ingin pulang, tetapi sudah sangat jauh dari rumahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
KEVINARA
Fiksi RemajaSeharusnya kamu tahu apa yang ada didalam hatiku. Bahwa aku mencintaimu. Sangat.
