Sudah 5 hari Ara tidak berangkat ke sekolah bersama Liam, setiap pagi Liam selalu datang ke rumah Ara untuk mengajaknya ke sekolah. Tetapi Ara yang selalu saja menghindar darinya dengan berbagai alasan.
"Mah, Ara berangkat dulu ya" pamitnya.
"Kamu naik taksi online lagi?" tanya Raisa, Ara hanya mengangguk saja dan langsung pergi untuk ke sekolah.
Tiba didepan pintu rumahnya, ia melihat Liam sedang menunggu dengan mobilnya itu.
"Ra, ayo masuk nanti telat" ucap Liam yang berada didalam mobilnya. Ara hanya berdiam diri disana sambil berpikir alasan untuk Liam, karena ia tidak mau berangkat bersama Liam lagi.
Dalam keheningan tersebut, tiba-tiba Raisa menghampiri mereka berdua yang sedang berada diluar rumah.
"Lebih baik kamu bareng Liam aja, ini udah jam 06:20 loh" pinta Raisa.
Ara pun terpaksa masuk kedalam mobil Liam karena ia tahu kalau naik taksi online tidak akan sempat.
Diperjalanan, mereka sama sekali tidak berbincang apapun.
Hening bagaikan hatinya..
***
Ara memasuki kelas dan menyimpan tasnya dimeja. Ia sangat kesal dengan teman kelasnya ini, mereka semua saling berbincang satu sama lain hingga membuat kelasnya sangat berisik. Ara yang baru saja duduk di tempat duduknya tetapi ia memutuskan untuk keluar kelas.
Tadi di kelas berisik, disini juga. Pusing gue. Batin Ara sambil melangkah keluar kelas.
"Ra" panggil seseorang yang berada dibelakang Ara. Ara pun langsung memberhentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.
"Ada apa ron?" tanya Ara kepada Roni yang sedang berada dihadapannya sekarang.
"Ke ruang rapat" pinta Roni dan langsung meninggalkan Ara disana.
Ara mengikuti Roni dari belakang dan memasang raut wajah yang sangat kesal.
Masih pagi untuk apa rapat. Pikirnya.
Sesampainya Di ruang rapat...
Sudah ada beberapa anggota osis yang kumpul disana. Ara melihat dari raut wajah satu persatu disana sedang sangat gelisah. Suasana disana pun sangat hening sekali.
"Kak, kita disini untuk membahas apa ya?" tanya Ara sambil mengacungkan tangannya ke atas.
"Oke, kalian udah pada tau kan besok itu akan diadakan tanding basket disekolah kita, masalahnya kita kekurangan anggota di tim basket" ucap Bayu dengan suara yang sedikit keras.
"Bukannya tim basket kita lengkap ya?" tanya Ara heran.
"Kamu pasti tau kan tim basket kita siapa? Dan masalahnya, mereka semua berbuat ulah lagi" jelas Kirana kakak kelas Ara.
"Berbuat ulahnya dengan kepsek lagi" sambung Bayu.
"Lebih parahnya lagi, mereka sungkan untuk meminta maaf dan kepsek pun udah gak peduli lagi sama mereka" ucap Berlian.
***
Ara dan Roni berjalan bersamaan sambil menikmati minuman yang mereka beli di kantin, mereka berbincang banyak mengenai tanding basket untuk esok hari.
"Ini serius tuan rumah gak akan ikut tanding?" tanya Ara.
"Gue gak tau sih ra, jalan satu-satunya sih buat mereka minta maaf dan menyesali perbuatannya biar bisa ikut tanding" jawab Roni.
Dasar Kevin bodoh. Batin Ara.
Sesampainya di kelas...
Ara melihat Bila seorang diri sedang asik berpose didepan kamera ponselnya, lalu Ara langsung saja menghampiri Bila yang sedang membelakanginya.
KAMU SEDANG MEMBACA
KEVINARA
TienerfictieSeharusnya kamu tahu apa yang ada didalam hatiku. Bahwa aku mencintaimu. Sangat.
