27. Sama-sama bukan berarti bersama

1.9K 107 11
                                        

"Selamat menunaikan ibadah puasa"

Happy reading..

● ● ●

"Hidup bukan tentang mencari rumah ataupun mendapatkan rumah saja. Bukan juga memaksa rumah untuk bisa berumah. Karena gak semua hal yang sama-sama berarti bersama. Dan gak sama-sama bukan berarti gak bersama juga"-PN.

"Hidup bukan gak adil. Tapi kita yang terkadang kurang siap untuk menerima apa yang sudah ada didepan mata. Memang, sebenarnya kita pun tidak pernah bisa benar-benar siap, karena kerja semesta yang suka memaksa untuk sigap."-PN.

-ARZARA-

Banyak hal yang gak kita mau malah terjadi.
Termasuk jatuh cinta.
Ya. Bukan gak mau jatuh cinta.
Mungkin semacam belum siap.

Tapi pasti, yang namanya jatuh cinta gak akan lihat orangnya siap atau enggak kan?
Jadi mau gak mau, harus terima.

Ya. Harus terima. Harus terima baik-baik.
Siap-gak siap. Mau gak mau.

Mungkin jadinya gaakan sesulit ini jika jatuh cinta pada orang yang memiliki perasaan yang sama.

Tapi, bagaimana mau memiliki perasaan yang sama sedangkan perasaanya pun belum tentu dianggap ada.

Gadis itu pun menutup buku diary hitam nya dengan senyuman kecil. Senyuman yang tidak benar-benar tersenyum karena hatinya tidak ikut serta dalam senyuman tersebut.

Ia pun tiba-tiba terpikir lagi oleh Arsa dan Ayah tirinya tadi siang. Ya. Bagaimana mereka bisa se-akrab itu hanya dalam satu pertemuan? Mungkin bisa, tapi sulit untuk Arsa yang notabenenya kulkas berjalan. Juga Ayah tirinya yang kerasnya minta ampun.

Mau bertanya pada Arsa pun pasti lelaki itu tak akan menjawab pertanyaannya dan malah bilang "bukan urusan lo". Atau, jika ia bertanya kepada Ayah tirinya pun sama saja. Pasti tidak akan dijawab, bahkan didengar pun belum tentu. Jadi, saat ini Zara hanya bisa diam dengan segala pertanyaan yang mengusik kepalanya.

***

"Dih, lo gila ya? Ngapain senyam-senyum sendiri pagi-pagi gini" Ucap Kinar pada sahabatnya--Nana.

Jelas saja. Tanpa melihat handphone, buku, atau alat lainnya yang menjadi perantara Nana untuk tersenyum tidak ada. Gadis berambut sebahu itu hanya memandang lurus sambil tersenyum kecil.

"NANA!" Teriak Kinar. Nana pun tersentak dan langsung mengalihkan pandangannya pada Nana.

"Apaan si, lo!"

"Elo tu yang apaan! Masi pagi udah gila aja lo" Ucap Kinar yang langsung duduk disebelah Nana.

"Siapa juga yang gila" Elak Nana.

"Terus, kenapa lo senyam-senyum sendiri?" Tanya Kinar dengan pandangannya yang tak lepas dari sahabatnya itu.

"Tadi malem--" Gantung Nana sambil mengeluarkan senyuman sok-imutnya.

"Apaan ish! Jangan dipotong-potong!" Tempas Kinar.

"Iya sabar dong"

"Iya udah lanjut cepetan! Jangan buat gue penasaran"

"Tadi malem--"

"Eh kalian! Ngapain berdua-duaan gitu? Dipojok lagi" Ucap Zara yang baru datang dan berdiri diambang pintu sambil cekikikan.

ARZARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang