32. Tanpa bilang silahkan masuk

1.2K 79 6
                                        

"what is your favorite feeling? not happy and not sad"-ZN.

-ARZARA-

"Rumah pohon?"

Lelaki itu pun mendekat, tepat disamping gadisnya, "Gak suka?"

Jelas saja jantung Zara berdetak tak karuan melihat kelakuan Arsa yang begitu diluar dugaan.

Suara yang lemah lembut?

Suka memberi kejutan?

Senyum tanpa paksaan?

Dan satu lagi,

Bersikap manis. Atau lebih tepatnya, tiba-tiba manis?

"Kenapa rumah pohon?"

"Terserah gue lah"

Zara pun memutar kedua bola matanya malas, belum apa-apa sudah menyebalkan.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Arsa langsung naik ke atas rumah pohon tersebut tanpa embel-embel 'naik yuk'. Jelas karena itu bukan Arsa.

Saat sudah sampai diatas, Arsa pun meneriaki gadis itu, "Naik siput! Malah diem aja"

Zara pun melotot.

Udah maksa, panggil siput lagi. Benar-benar menyebalkan. Ingin sekali ia menjahit bibir lelaki itu yang suka berbicara seenak jidat.

"Kenapa hah? Marah? Udah cepet naik!" Teriak Arsa lagi.

Zara pun segera naik ke atas rumah pohon dengan wajah yang masam. Tak henti-hentinya juga ia mengumpat dalam hati untuk kulkas berjalan itu.

Zara pun terdiam saat sudah sampai diatas rumah pohon itu. Tubuhnya mematung. Pandangannya lurus kedepan. Mulutnya seakan sulit untuk mengeluarkan suara sepatah katapun.

Arsa pun mendekat, "Gak usah terpesona gitu liat kegantengan gue"

Zara pun melangkah kan kakinya untuk masuk ke dalam rumah pohon itu, lalu ia menghampiri sebuah jendela kecil.

Dari jendela kecil itu ia melihat pemandangan yang tentu tidak lebih dari satu detik sudah membuatnya takjub.

Pepohonan yang menjulang tinggi, angin yang terus mengayunkan setiap helai rambutnya, dan burung yang dari kejauhan menyapanya seolah mengucapkan selamat datang.

Zara tersenyum, dan jelas lelaki yang ada dibelakangnya melihat itu dan menikmati senyuman yang disuarakan oleh gadis itu.

Senyumannya indah.
Bahkan sulit untuk memalingkan pandangan dari senyumannya.

Arsa pun berdehem, "Makasih Arsa ganteng udah bawa aku ke sini, aku seneng banget deh" Ucapnya dengan menirukan suara gadis itu.

Benar-benar menyebalkan. Ya, bukan Arsa namanya kalau tidak menyebalkan.

Zara pun terkekeh, "Lo kenapa tiba-tiba berubah gitu? Udah minum obatnya belum?"

Arsa pun langsung menggetok kepala gadis itu, "Gue galak salah, gue baik juga salah. Terus lo maunya gue gimana?"

ARZARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang