@yooamaria
Minhee mendengus kecil ketika membaca sebaris pesan singkat yang baru saja Junho kirimkan untuknya. Entah kenapa, ia merasa hari ini akan menjadi hari yang panjang ketika membaca pesan yang memberikan sebuah informasi kecil tentang kesayangannya.
Junho
Online
Tahu sarimin, kan? Ada di sekret BEM nih.
Mendengus lagi, pemilik marga Kang itu lantas beranjak dari duduknya—membuat Dongpyo yang tengah asyik dengan sepotong pisang goreng jadi menatapnya penasaran.
“Mau ke mana?”
“Sekret.”
Lalu, tanpa peduli dengan apa yang Dongpyo pikirkan—atau Eunsang yang duduk di samping teman mungilnya itu—Minhee langsung melangkahkan kakinya keluar dari area kantin. Dan ia semakin mendengus begitu keluar dan beberapa mahasiswa sudah menatap ke arahnya sambil cekikikan dan berbisik.
Tenang! Kang Minhee sudah terlalu biasa dengan hal semacam ini.
Kebanyakan dari orang yang sibuk cekikikan itu adalah adik tingkatnya. Oh tentu saja, karena jika kakak tingkatnya, ia pastikan orang itu sudah berteriak heboh dan membuatnya harus memasang muka tembok.
Tapi masa bodoh. Minhee tidak peduli.
Memilih mengabaikan orang-orang itu, Minhee memilih memacu langkahnya begitu saja. Melewati area lapangan futsal di sebelah area parkir, pemilik marga Kang itu baru berbelok ke utara setelah melewati gedung kuliah menuju sekret BEM. Saat masih berjarak sekitar lima puluh meter dari tempat tujuannya, Minhee dapat melihat banyak mahasiswa di depan tempat itu. Dan semuanya sibuk tertawa terpingkal-pingkal sampai ada yang sudah berguling di lantai.
Astaga?
Apalagi ini?
“Eh ada dek Minhee,” Minhee mendengus malas saat ia tiba di depan sekret dan salah satu kakak tingkatnya menyapanya begitu saja, “mau nonton juga, ya?”
Tapi, seakan tidak mendengar apapun, si manis melangkah ke arah pintu begitu saja—mengabaikan tawa yang semakin menjadi dari manusia-manusia yang tengah sibuk tertawa itu. Suara gitar dan bunyi meja yang dipukul sembarangan terdengar semakin keras ketika ia sudah berdiri di depan pintu. Dari posisinya saat ini, ia dapat melihat Junho yang sudah tertawa keras sambil guling-guling di sudut ruangan sana—dengan tangan yang menunjuk ke tengah ruangan.
Minhee memasang wajah datarnya. Matanya kini mengarah ke tengah ruangan di mana seseorang sibuk berjoget dengan gerakan abstrak. Sesekali, ia juga berguling dan melompat seperti orang gila.
Bunyi pukulan meja semakin pelan—tapi tidak berhenti—sementara petikan gitar masih terdengar begitu saja.
“Seong, Seong! Kalo dek pacar lo ada di depan pintu, mau lo kasih apaan?!”
Salah satu orang yang sejak tadi sibuk tertawa tiba-tiba mengajukan pertanyaan—membuat orang yang sejak tadi berjoget gila itu menatapnya saja.
“Mau gue kasih coklat,” orang itu manyahut kemudian—masih dengan berjoget tentunya, “terus bilang, ‘adek sayang, kakak sayang kamu sampe mampos’ gitu!”
“Hayo dah, dek pacarnya ada di depan pintu tuh!”
“OKE!”
Orang itu tidak melihat ke arah pintu. Ia kini melompat asal saat suara pukulan di meja kembali berisik. Kemudian berguling menuju ke arah Junho yang masih asyik tertawa. Selanjutnya, ia meraih sebuah tas hitam yang teronggok di samping Junho—kini sambil menggoyang pantatnya dengan sok seksi—lalu merogoh sesuatu dari dalamnya. Sebatang coklat mahal.
KAMU SEDANG MEMBACA
LIKE ALWAYS || HWANGMINI
Fanfiction"You're the prettiest when you smile. I'll always stand with you." A Collaboration Project By Hwangmini's Authors Oneshoot or twoshoots story. Enjoy! ❣️ ⚠️ bxb Dom! Yunseong Sub! Minhee
