Asoyly
asoyley
Minhee menjinjing sedikit hanboknya untuk menghindari air. Dibelakangnya, Serim memperhatikan pangeran manis itu dengan was-was.
"Pangeran yakin tidak mau saya tuntun saja?"
"Tidak usah hyung, sungai tidak terlalu deras alirannya."
Serim menuruti Minhee walau ingin segera mengangkat tubuh yang lebih muda agar lebih cepat menyeberang.
"Ah, sudah sampai~"
Minhee duduk dibawah pohon, disusul Serim di sampingnya. Lagi-lagi merasa was-was karena tidak membawa apapun saat Minhee mengajak melihat air terjun di pinggir hutan dekat kerajaan.
"Saya tidak membawa bekal apapun pangeran, jika haus atau lapar kita kembali."
Minhee mengibaskan tangannya. "Santai saja hyung. Jangan memanggilku pangeran terus, Minhee saja. Lagian kita sama-sama pangeran kan."
"B-baik Minhee-ya.."
Semakin sore, Minhee menerima uluran tangan pangeran tampan itu menuju kuda mereka. Inginnya berlama-lama disini, namun dia harus beristirahat mengingat besok akan pulang.
Dengan mudah, Serim mengangkat pinggang Minhee agar pangeran itu bisa duduk di kuda, kemudian dia naik dan duduk di belakang Minhee, tubuh mereka hampir menempel. Minhee agak tergugu saat tangan besar Serim melewati celah tubuhnya meraih tali.
Serim sendiri tersenyum, menikmati debaran gila jantungnya jika berdekatan dengan Minhee. Walau tahu hanya dia yang merasakan seorang diri.
Minhee menatap kagum pria yang sibuk berlatih memanah tak jauh darinya. Tak peduli hanboknya kotor karena duduk begitu saja di tanah rerumputan.
"Bagaimana calon suamimu?"
Wajah Minhee memberengut, "Diam kamu!"
"Aku hanya bertanya, kenapa sewot."
"Kita tidak bertemu empat hari, bukannya mengucapkan kata yang manis!"
Lelaki itu mendengus, "Iya sayang. Aku sangat merindukanmu."
Minhee sebal, tapi tetap saja merona. Mencabuti rumput dengan brutal. Membuat prianya mendengus lagi.
"Tanganmu bisa kotor, pangeran."
"Bodoamat."
Yunseong pria itu, menghampiri Minhee. Meminum air yang dibawakan pangeran cantik itu. Minhee yang tadi lesu jadi memperhatikan jakun Yunseong naik turun.
"Aku tidak mau nikah sama Serim-hyung. Dia kuanggap kakak."
"Tapi dia menyukaimu."
"Aku sukanya sama Yunseong."
Yunseong menghela nafas, mungkin tidak rasa suka, perasaan mereka lebih jauh dari itu. Namun dia bisa apa, statusnya hanya seorang panglima di kerajaan Minhee.
"Dengar sayang, mungkin kejam. Bisa saja jodohmu memang pangeran itu, jadi..turuti raja ya?"
Minhee menggeleng, isakannya mulai keluar. Meremat pakaian yunseong saat pria itu memeluknya.
Lama-lama hubungan rahasia Yunseong dan Minhee akhirnya terbongkar. Yunseong diusir tanpa hukuman apapun, itu sudah sebuah keajaiban. Sang pangeran manis menyendiri tidak mau keluar kamar.
"Kau sedang patah hati nak?"
Yunseong terkekeh, mengangguk lalu meminum sari jeruk buatan bibi kedai.
Mengelap tangan dengan kain, bibi kedai duduk dikursi dekat rebusan kue beras. "Kalau cinta kalian sangat kuat, kalian akan bersatu."
"Itu sangat tidak mungkin bi, aku sudah pasrah."
Bibi pemilik kedai itu tersenyum tipis.
Saat perjalanan mencari penginapan, Yunseong dihadang dua pengawal dari kerajaan ayah Minhee. Keningnya mengernyit, apakah raja berubah pikiran lalu menghukumnya?
"Hwang Yunseong, raja memerintahkan kami membawamu ke kerajaan."
Sesampainya di sana, dia digiring menuju kamar Minhee. Dayang-dayang disana terlihat panik bahkan ada yang menangis.
"T-tolong kami tuan, pangeran mengancam akan bunuh diri! Tapi dia tidak memperbolehkan kami masuk!"
"Apa?! Dimana raja?!"
"Beliau belum kembali setelah memerintahkan pengawal tadi."
"Astaga." Yunseong dengan paksa masuk ke kamar Minhee.
Tapi pangeran lucu itu baik-baik saja, merajut duduk di jendela.
"Kyaaa! Hwang Yunseong! Sudah kuduga pasti kamu kembali kepadaku! Yey!"
Minhee melompat senang memanjat tubuh besar sang kekasih yang masih memproses semua kejadian. Tangan besar Yunseong mencubit hidung Minhee hingga memerah, pangeran itu merengek kesakitan.
"Bisa sekali kau menipu semua orang! Dasar anak nakal."
"Yang penting ayah menurutiku hehe."
Yunseong terkekeh serak, tak menyangka Minhee melakukan hal ini.
Mereka berpelukan erat dan saling memagut bibir meluapkan rindu dan rasa cinta. Tak menyadari raja Kang di sana memijat kening karena pusing.
.
End
KAMU SEDANG MEMBACA
LIKE ALWAYS || HWANGMINI
Fanfiction"You're the prettiest when you smile. I'll always stand with you." A Collaboration Project By Hwangmini's Authors Oneshoot or twoshoots story. Enjoy! ❣️ ⚠️ bxb Dom! Yunseong Sub! Minhee
