{30}
.
.
.
.
.
.
Tak terasa sudah 5 tahun berlalu semenjak kejadian pahit itu terjadi. Ah sudahlah, Vannia tidak ingin mengingat hal itu lagi. Sekarang Vannia sudah nyaman dengan hidupnya sebagai single parent, kali ini ia akan fokus untuk mengurus pekerjaannya dan mengurus Nia yang sudah mulai sekolah besok.
"Ma, Nia gak mau sekolah besok!"
"Loh kenapa? Kemarin yang bilang semangat sekolah siapa ya?" sindir Vannia sembari mencubit pipi Nia gemas.
"Nia gak mau diantel sama om Damal, nia maunya sama mama" Nia mulai menangis sambil memukul Vannia.
"Mama gak bisa sayang, besok mama kerja. Emang kenapa kalo om Damar yang anter?"
"Dia suka jailin Nia!"
Vannia tertawa melihat Nia yang mengungkapkan kekesalannya pada Damar. Vannia berpura-pura marah lalu bertanya. "Kamu diapain sama om Damar? Nanti biar mama yang marahin dia"
"Dia suka belantakin lambut nia, teyus colet gambalanya nia. Dia juga ngejek nia gak bisa bilang huluf el" adu nia yang masih belum bisa mengucapkan huruf r.
"Nanti mama marahin om Damar. Tapi Nia harus sekolah ya?"
Vannia melihat Nia berpikir. Lalu ia mengacungkan kelingking mungilnya, "janji"
"Janji!"
Esok harinya.
"Mama penghapus Nia mana? Kok gak ada sih" Nia membuka tasnya lalu membalikannya hingga mengeluarkan seluruh isi tas ungu itu.
Vannia yang sedang memoleskan bedaknya otomatis berhenti dan menghampiri Nia. "Mama kan udah suruh kamu masukin semuanya, Niaa"
Nia mengembungkan pipinya lalu mulai menangis. Sepertinya kalian tau ini turunan dari siapa.
"Nia gak mau sekolah!"
"Jangan gitu dong sayang, ini hari pertama kamu sekolah masa kamu bolos? Ntar diketawain kucing sebelah loh,"
Nia termenung mengingat kucing tetangganya yang pintar.
"nanti mama suruh om Damar beliin penghapus yang banyaakk, gimana?" tawar vannia.
Akhirnya Nia pun mengangguk. Dan tak lama setelah itu Damar datang untuk menjemput Nia dan mengantarkannya ke sekolah.
Vannia sendiri sudah siap dengan seragam dokternya, lalu ia pergi ke tempat kerjanya. Sekarang ia sudah bekerja di salah satu rumah sakit besar impiannya. Ia berhasil meraih mimpinya yang dulu sempat tertunda.
Setelah perceraiannya dengan Rey dulu Vannia sempat mengalami stres ringan, dalam waktu tidak lama. Dan akhirnya ia kembali pulih karena Damar yang selalu menyemangatinya, hingga akhirnya Vannia melanjutkan sekolahnya. Sampai ia menggapai impiannya.
*
Disisi lain. Setelah mengantar Nia membeli, eh ralat. Memborong penghapus di toko alat tulis, Damar kembali melajukan mobilnya.
"Om Nia gak mau sekolah. Kita main game aja yuk di rumah om Damal" Bujuk Nia menarik narik kemeja Damar yang sedang fokus menyetir.
"Bilang r aja gak bener mau bolos. Bilang r dulu baru om mau" kata Damar menampakan senyum menantangnya.
"Om Damal sombong. Kata mama, om juga gak suka sekolah dulu, hih!" Nia memeletkan lidahnya.
"Mama kamu boong, jangan percaya. Buruan bilang r dulu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Istri Manja Gue [END]
RomantikFinished (Sudah terbit versi e-book) dapat di beli di playstore/google playbook atau klik link di bio guys thank you! #1 in menikah (22-05-2020) #1 in lucu (08-06-2020) Gue Reynand Pratama. Cowok terganteng, terkeren, terkaya, dan yang paling utama...
![Istri Manja Gue [END]](https://img.wattpad.com/cover/217255741-64-k873138.jpg)