Sesion II : Duabelas

902 114 39
                                        

Yesung pulang sekolah dengan wajah cemberut, dia berlari mencari bibi untuk mengadukan apa yang membuatnya sedih dan kesal setengah mati.

Bagaimana tidak kesal. Hari ini dia mendapat surat peringatan yang isinya dia kemungkinan tidak akan lulus meskipun ikut ujian karena seringnya tidak masuk sekolah.

Padahal dia tidak masuk sekolah bukan karena membolos, tapi karena sakit. Apa semua itu keinginannya? Tentu saja tidak.

" Bibi" Sapa Yesung dengan nada bicara yang terdengar kesal.

" Ehm? Tuan muda kecil sudah pulang? Ada apa dengan wajahmu? "

" Bibi, ini" Yesung menyerahkan Surat peringatan dari sekolah ketangan bibi membuat wanita itu menjadi bingung setengah mati.

" Ini apa? " Tanya Bibi.

" Baca saja " Sahut Yesung.

" Oh, baiklah" Wanita itu mencari kacamatanya barulah setelah itu dia membaca isi surat tersebut " Surat peringatan " Katanya sambil melihat wajah Yesung " Murid yang bernama Kim Yesung kemungkinan tidak bisa diluluskan dikarenakan seringnya dia tidak masuk sekolah" Baca Bibi.

Yesung mengagguk dengan sedih.

" Hah? Mana bisa begini."

" Ada apa bibi?" Tanya Taeyeon yang tidak sengaja lewat ketika Yesung dan bibi sedang berbicara.

" Nyonya muda, anda sudah pulang? " Sapa Bibi.

" Ya, aku dan Oppa memutuskan untuk pulang lebih awal hari ini. Kenapa wajahmu seperti itu? " Tanya Taeyeon pada adiknya.

Yesung masih cemberut, tapi dia sama sekali tidak berniat mengatakan keluhanya pada Taeyeon.

" Ini, ada surat peringatan dari Sekolah " Bibi menyerahkan surat itu pada Taeyeon.

" Tidak bisa lulus? "

Bibi mengangguk, sedangkan Yesung nampak memalingkan wajahnya.

" Ehm, besok Noona akan kesekolah menyelesaikan ini. Kau tidak perlu khawatir" Kata Taeyeon, dengan lembut dia menyentuh kepala adiknya " Kau sudah makan? "

" Aku tidak lapar" Sahut Yesung, dia kemudian pergi begitu saja meninggalkan Bibi dan Taeyeon.

Meskipun sedikit kecewa dengan sikap adiknya, Taeyeon yakin lambat laun Yesung pasti berubah. Hanya tinggal menunggu waktu saja.

" Apa Nyonya butuh sesuatu? " Tanya Bibi.

" Tidak, bibi. Aku bersih-bersih dulu, nanti aku bantu bibi siapkan makan malam"

" Baiklah, nyonya" Sahut bibi.

Setelah Taeyeon pergi, bibi melanjutkan lagi pekerjaannya yang tadi sempat tertunda.

Sementara dikamarnya, Yesung langsung merebahkan tubuhnya ke atas ranjang tanpa berniat mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian bersih. Moodnya sedang tidak baik, dia benar-benar kesal hari ini.

Apa jadinya jika dia benar-benar tidak lulus sekolah? Bukankah itu sangat memalukan?

" Ah, sialan!!!! " Pekiknya kesal.

" Yesung-ah, " Taeyeon mengetuk pintu kamar adiknya yang tidak tertutup rapat.

Yesung yang sedang berbaring ditempat tidurnya langsung pura-pura tidur begitu mendengar suara Taeyeon.

Karena tidak ada Jawaban, Taeyeon memutuskan untuk masuk kedalam kamar Yesung. Melihat adiknya masih memakai seragam sekolah, Wanita itu menghela nafas panjang " Dia bahkan tidak berganti pakaian, pasti dia lelah sepulang sekolah" Gumamnya saat ia duduk ditepi ranjang adiknya. Sebelah tangannya menyentuh rambut Yesung, kedua matanya melihat wajah Yesung lekat-lekat " Saat itu kau masih berusia dua tahun, kau lucu sekali. Sekarang kau sudah sebesar ini, rasanya terlalu cepat Jongwoon-ah. "

Crazy FriendshipTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang