"Jangan mendekati lelaki lain! Kau lupa jika kau adalah istriku?" bentak Seokjin sambil mendorong keras bahu Jiwon hingga menabrak body mobil di belakangnya.
Jika biasanya Jiwon selalu diam saja jika Seokjin memarahinya, kali ini berani melawan. Karena, pertama, ia tidak mendekati siapapun, bukankah tadi Namjoon sendiri yang menghampiri dan meminjamkan jasnya? Kedua, tentu saja Jiwon tidak lupa jika sekarang ia adalah seorang istri dari aktor terkenal.
"Aku tidak mendekati siapapun?" teriak Jiwon tepat di depan wajah Seokjin. "... asal kau tahu Tuan Kim Seokjin yang terhormat!" imbuhnya lalu mendorong bahu Seokjin agar presensi lelaki itu tak menghalanginya untuk meninggalkan tempat itu.
"Mau kemana kau?" Seokji berteriak sedikit lebih kencang. Lelaki itu tak peduli dengan orang-orang di sekitarnyaㅡ mereka sedang ada di area parkir hotel tempat resepsi pernikahan Jungkook.
"Bukan urusanmu!" acuh Jiwon sambil terus melangkah.
"Han Jiwon diam di tempatmu atau kau tahu akibatnya!" ancam Seokjin. Ancaman itu berhasil. Buktinya Jiwon menghentikan langkahnya. Namun, hal itu tidak seperti yang Seokjin bayangkan. Karena di detik berikutnya, ia merasakan benda keras dan runcing mendarat di keningnya.
"Yak! Han Jiwon, apa yang kau lakukan?" teriak Soekjin sambil memegangi keningnya. Ekor matanya melirik ke bawah, ada sepatu hak tinggi milik Han Jiwon yang bergeletak tepat di samping sepatunya.
"Kau melempariku dengan sepatu hak tinggimu?"
"Iya!" Jiwon menaikkan dagunyaㅡ menantang lelaki angkuh di depannya ini.
"Kau cari masalah rupanya. Aku akan menghukummu!"
"Aku tidak takut. Omonganmu itu hanya wacana. Kau selalu bilang akan menghukumku tapi kau tidak pernah melakukannya. Mulai sekarang, aku tidak takut padamu."
Jiwon melepas sebelah sepatunya yang masih ia kenakan dan melemparkannya tepat di dada Seokjin. Namun dengan sigap lelaki itu menangkapnya.
"Aaargh!" erang Seokjin. Wajahnya sudah memerah akibat menahan emosi yang rasanya ingin meledak. Lalu, dengan sekuat tenaga, Seokjin melempar jauh-jauh sepasang sepatu hak tingga warna hitam dengan harga selangit yang tadi pagi ia belikan khusus untuk Han Jiwon.
"Yak! Kim Seokjin, kenapa kau melempar sepatuku?" kaget Jiwon.
"Memangnya kenapa? Kau tidak membutuhkannya, kan?"
"Tapi itu harganya sangat mahal, dua bulan gajiku saja tidak cukup?" sesal Jiwon sambil menatap ke arah di mana Seokjin melempar sepasang sepatu itu. "Ah, sayang sekali..."
Seokjin memutar bola matanya jengah. Sebenarnya ada masalah apa dengan otak gadis ini? Sejak awal ia yang tidak menghargai pemberian Seokjin dan malah ia gunakan untuk melempari kening si pemberi. Sekarang, setelah sepasang sepatu itu menghilang, ia menyesalinya hingga nyaris menangis.
"Memangnya kenapa? Sepatu itu kubeli dengan uangku. Jadi, terserah mau kuapakan. Lagipula kau tak menghargai pemberianku."
"Dasar lelaki idiot. Aku membencimu."
Jiwon mendorong dada lelaki itu kesal, kemudian gadis itu membalikkan tubuhnya dan melangakah pergi. Baru lima langkah, ia merasakan pergelangan tangan kanannya ditarik dengan kuat hingga membuatnya tak bisa mengendalikan diriㅡ saking terkejutnya. Bahkan ia merasakan tubuhnya bisa melayang dengan mudahnya.
Hingga Jiwon merasa ada sesuatu yang lembut, kenyal dan agak basah yang menempel erat di bibirnya. Obsidian gadis itu membola ketika ia menyadari bahwa Seokjin tengah menciumnya. Oh, apakah itu bisa dikatakan sebuah ciuman? Pasalnya, Seokjin hanya menempelkan bibir mereka tanpa melakukan pergerakan apapun.

KAMU SEDANG MEMBACA
CIRCUMSTANCES
Fanfiction"Because of the circumstances, i'm willing to give my only valuable treasure to a man who doesn't love me." ~ Han Jiwon. "Because of the circumstances, i'm willing to marry a girl that i don't love." ~ Kim Seokjin. "Beacuse of the circumstances, th...