[Hangout]
Selamat membaca, masih bersama Liora Anastasya yang mulai tertarik dengan seorang Bad Boy humble di dekat rumah kontrakannya.
Ini dia sweet moments yang [kuharap] mampu membuatmu tersenyum.
🍉🍉🍉
Please deh Li, lo nggak usah mikir yang ngeres-ngeres deh, batinku ketika membilas buih dari sabun yang kukenakan di tubuh ini. kudengar dari kamar mandi sebelah, Reno juga masih menyalakan shower dan sesekali berdehem.
Yeah, kami akhirnya mandi bareng di kamar mandi berbeda pada bagian belakang rumah kontrakanku.
Aku menggigit bibir, membayangkan tubuhnya berdiri kokoh di bawah shower dan tanpa sehelai benangpun yang melekat di tubuhnya. Tapi, kurasa tentu dia juga sedang memikirkan hal yang sama, memikirkanku di sini. Soalnya melalui pengalamanku saat jadi mahasiswi dan menjalani tugas KKN dulu, aku punya beberapa teman yang kalau ada cewek mandi, pasti ngomonginnya yang ngeres-ngeres, bahkan sampai berhayal yang enggak-enggak.
"Ehm!"
Reno berdehem lagi, membuat dahiku mengernyit karena kali ini suaranya dari arah luar kamar mandi.
"Loh, Ren. Udah selesai?" tanyaku sedikit lantang.
"Sudah, Li. Saya tunggu di teras ya."
"Ah iya, oke, oke," jawabku yang kali ini sedang mencuci wajah dengan facial foam. "By the way, kalau mau sambil minum, ambil aja di kulkas dapur, Ren."
"Oke," timpal Reno santai. Sesaat setelahnya kudengar dehemannya semakin menjauh dari kamar mandi.
🍉🍉🍉
Tepat pukul 16:00, akhirnya aku dan Reno siap berangkat jalan-jalan sore menggunakan mobilku untuk mengusir kepenatan, dan ketika ia menawarkan diri untuk menyetir, maka dengan senang hatilah aku mau.
Ah, bad boy satu ini, kenapa suka bikin aku mesam-mesem sih, batinku saat melihat senyum dan anggukan sopannya, dia bahkan sigap menguncikan gerbang rumahku setelah membawa si biru keluar, satu lagi yang membuatku mesem, dia membukakan pintu mobil untukku.
"Ren," ucapku sesaat setelah mobil yang kami tumpangi melaju meninggalkan perkampungan.
"Ya, Li." Reno tampak fokus memperhatikan jalan.
"Egois gak sih kalau aku ingin mengusir kepenatan dengan hangout, dan memintamu untuk menemani, padahal kamu belum tentu lagi penat?"
Kutatap Reno dan seulas senyum tipis hadir di bibir sexy-nya. "Hangout itu bukan soal penat dan tidak, Li, bisa juga untuk menemani orang yang kita sayangi."
Aih, pipiku seketika memerah. "Kamu biasa hangout sore-sore?"
"Yeah, sore bahkan malam."
"Kemana?"
"Suatu hari kalau kamu ada waktu akan saya ajak ke tempat biasa saya hangout, Li."
"Kenapa nggak sekarang aja?"
"Kalau sekarang saya yang ingin menemanimu dulu, lain waktu kamu yang menemani saya."
"Um, baiklah, deal ya."
"Oke."
"Aku pengen nyari kafe, hanya itu."
"Saya carikan, Li."
Mobil kami pun mulai memasuki jalan raya, kulihat Reno tampak menyetir dengan ketenangan.
"Li."
KAMU SEDANG MEMBACA
A Bad Boy Called Reno ✓ (Selesai - Lengkap - Terbit)
RomanceLiora Anastasya adalah seorang wanita karir yang hidupnya serba tertata rapi dan perfeksionis. Itu juga termasuk pandangannya soal jodoh, bahkan Dimas yang seorang wakil direktur di perusahaan penerbangan saja ia tolak dengan berbagai alasan. Tapi b...
