Semenjak Nanda pergi, Nada makin menjauhkan dirinya dari semua orang. Nada lebih dingin dibandingkan saat pertama ia tahu Nanda sakit. Namun baik Sam, Izzan, Gege maupun semua keluarga mereka sepakat untuk tetap berada di samping Nada seberapapun kerasnya Nada menarik diri. Di kampus Nada masih seperti hari-hari sebelumnya, Nada akan langsung pergi setelah kelas, meminimalisir kontak dengan orang-orang.
Nada biasanya selalu ke perpustakaan untuk mengerjakan skripsinya atau hanya melamun di meja paling pojok. Setiap jam makan siang, Sam, Izzan dan Gege akan selalu menghampiri Nada dan menemaninya makan meskipun tak jarang Nada akan langsung pergi dari ketiganya tanpa berkata apa-apa.
Setiap ada jam kosong pun, mereka bertiga menyempatkan diri untuk sekedar mengecek keadaan Nada. Mereka melakukan itu semua agar Nada percaya kalau ia tidak sendiri, bahwa ia masih memiliki banyak orang yang peduli dan sayang dengannya, bahwa tak ada yang akan pergi meninggalkannya sendiri walaupun respon Nada selalu negatif.
Tak hanya tiga sahabat itu yang berusaha mendekati Nada, begitupula keluarga mereka. Mama, ibunya Sam; Umi, ibunya Izzan serta Mami, ibunya Gege dan Giga sering datang ke rumah Nada untuk sekedar membawakan makan siang dan malam atau bahkan memasakkan makanan untuk Nada.
Awalnya Nada sering kali mengusir mereka secara halus, namun belakangan ini Nada hanya akan membiarkan mereka karena Nada tidak mau membuang-buang tenaganya untuk berdebat setiap saat. Sama seperti malam ini, mama datang ke rumah Nada dengan membawa banyak belanjaan. Mama memencet bel rumah Nada dan tak berapa lama Nada membukakan pintunya.
"Mama punya resep baru lagi lho, pasti kamu suka deh," ujar mama sembari masuk dan membawa belanjaannya.
Mama baru melangkahkan kakinya beberapa langkah namun terdengar Nada berbicara setelah beberapa lama Nada hanya diam dan membiarkannya memasak di rumahnya.
"Ma please, i won't hurt you more"
Mama yang mendengar ucapan Nada kemudian menurukan belanjaannya dan menghadap Nada dengan senyum. Mama meraih Nada kedalam pelukannya selama beberapa saat. Mama kemudian melepaskannya dan kembali mengambil belanjaannya. Mama melangkahkan kakiknya ke dapur Nada.
"Kamu istirahat aja dulu, nanti kalo udah jadi mama panggil ya," ujar mama.
Saat mama lagi asyik mengeluarkan belanjaannya, ia melihat sebuah amplop yang tidak asing tergeletak di meja makan. Ia mengambil amplop tersebut dan mencari Nada.
"Nad, mama temenin kamu ya," ucap mama sambil mengacungkan amplop yang ia temukan tadi.
"Nanti mama bilang ke papa kalo mama sama kamu jadi Sam sama papa aja," sambung mama lagi.
Amplop itu berisikan undangan wisuda Nada. Nada hanya menatap mama sebentar lalu merapikan laptopnya dan beranjak ke kamar. Mama menatap sedih kepergian Nada. Mama berbalik ke dapur kembali dan melanjutkan kegiatan masak-memasaknya.
Setelah selesai memasak dan menata hasil masakannya di meja makan, mama naik ke atas menuju kamar Nada. Ia mengetuk kamar Nada satu kali dan mengatakan bahwa makan malamnya sudah siap. Tidak ada sahutan dari dalam kemudian ia mengetuk kembali sebanyak 2 kali. Pada ketukan ketiga, mama akhirnya menyerah dan berkata bahwa ia akan pulang dan menyuruh Nada makan sebelum makanannya dingin.
Beberapa menit kemudian terdengar suara mobil yang makin lama makin menjauh. Nada mengintip melalui jendela kamarnya. Setelah memastikan bahwa mama sudah pulang, Nada turun dan menuju meja makan. Aroma masakan mama tercium dari jauh membuat perut Nada semakin keroncongan. Nada tak bisa memungkiri bahwa masakan mama tidak bisa ditolak oleh perutnya. Nada yang awalnya tidak ingin memakan makanan tersebut akhirnya mengambil sendok dan duduk.
Nada merasa bersalah dengan semua sahabat dan keluarganya. Nada tau sikap Nada pasti sangat membuat mereka sedih. Nada sadar selama ini mereka semua berusaha menunjukkan bahwa mereka selalu ada di samping Nada, namun ketakutan Nada mengalahkan itu semua.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHANA
RandomKisah gadis 20 tahun yang kembali harus merasakan pahitnya kehilangan orang yang ia cintai, satu-satunya anggota keluarga yang ia punya. Sejak kejadian itu Nada pun mulai berubah. Nada turut kehilangan rasa percaya nya terhadap orang lain. Nada menj...
