Rumah Sakit
Nanda membiarkan adiknya pergi begitu saja, memberikan adiknya waktu seperti yang selalu ia lakukan jika adiknya sedih dan ia juga tahu bahwa ia tidak akan sanggup untuk mengejar adiknya karena kondisinya saat ini. Ia berjalan perlahan dan mengambil amplop yang tak sengaja dijatuhkan adiknya sambil memegang kepalanya yang makin lama terasa berat.
Tak berapa lama Gege, orang yang pertama tahu ia sakit pun datang menghampirinya sambil membawa kursi roda. Kondisi Nanda makin lama makin melemah. Ia sama bandelnya dengan adiknya, padahal dokter sudah melarang ia untuk keluar dari kamar.
"Ayo balik," ucap Gege sambil membantu Nanda naik ke kursi roda.
"Lo tuh ya susaaahhh banget dibilangin, kan kata dokter ga boleh keluar"
Sampai di kamar Gege membantu Nanda naik ke kasur dan merapikan selimutnya.
"She knows," ucap Nanda setelah terdiam dari tadi.
Nanda menunjukkan amplop coklat yang sejak tadi dipegangnya. Ia meminjam handphone Gege untuk menelepon Sam. Sam satu-satunya orang yang tahu dimana Nada berada saat ia banyak masalah dan sedih.
"Sam, Nada udah tau. Tolong jagain Nada ya," ucap Nanda.
"Iya Nan," balas Sam di seberang telepon.
--------------------------------------------------------------
Tempat Rahasia
Sam segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju "Tempat Rahasia" mereka dengan perasaan campur aduk. Sam yang selama ini dikenal sebagai orang paling tenang kini tak bisa membendung emosinya lagi. Ia tau sebenarnya cepat atau lambat Nada pasti akan mengetahui kondisi Nanda. Tapi tetap saja memikirkan kesedihan yang akan kembali Nada rasakan membuat Sam kalut.
Nada perempuan kuat yang pernah Sam kenal, walaupun di balik semua keceriaan Nada, Sam tahu seberapa keras Nada menyembunyikan kesedihannya. Dan sekarang Nada harus menelan kenyataan pahit bahwa satu-satunya keluarga yang Nada punya akan pergi meninggalkannya juga.
Tak sampai 10 menit Sam sudah sampai dan memarkir mobilnya sembarangan. Ia berlari menuju rumah pohon mereka dan melihat Nada sedang berdiri di tepi danau. Sam berjalan mendekati Nada lalu berdiri di sampingnya tanpa mengeluarkan sepatah kata.
"Jangan bilang aku yang terakhir tau," ucap Nada setelah menyadari kehadiran Sam.
Sam masih diam kemudian Nada memanggilnya kembali sambil menghadap Sam dengan mata sembabnya. Sam memandang Nada lama masih tanpa berkata apa-apa. Mata Nada mulai berkaca-kaca kembali padahal ia sudah berhenti menangis satu jam yang lalu.
Nada membalikkan badannya dan berlari menjauhi Sam. Sam segera mengejar Nada, menarik tangan kanannya lalu memeluk Nada. Nada kembali menangis dalam pelukan Sam hingga akhirnya tertidur. Ya, begitulah Nada setiap setelah menangis hebat Nada akan perlahan tertidur, seperti saat Ayahnya dan Nandi meninggal.
Sam hanya memeluk Nada erat sambil menahan tangisnya, tidak berusaha menghiburnya dengan kata-kata karena memang itu yang diperlukan Nada saat ini. Saat Nada telah tertidur Sam menggendong Nada ke dalam mobil.
"Maaf Nad," ucap Sam setelah beberapa lama memandang Nada.
Sam melajukan mobilnya menuju rumah Nada dan menggendong Nada ke kamarnya. Ia beranjak ke dapur dan mengambil baskom serta air hangat untuk mengompres mata Nada yang bengkak. Ia menarik selimut hingga menutupi bagian bawah leher Nada dan kembali memandang Nada.
I'm here, always, for you Nad, I promise, batin Sam.
Sam mematikan lampu kamar Nada dan keluar menuju taman. Ia mengambil handphone dan mengirim sebuah WA kepada Nanda.
She's home.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHANA
DiversosKisah gadis 20 tahun yang kembali harus merasakan pahitnya kehilangan orang yang ia cintai, satu-satunya anggota keluarga yang ia punya. Sejak kejadian itu Nada pun mulai berubah. Nada turut kehilangan rasa percaya nya terhadap orang lain. Nada menj...
