#11 Nada Cemburu

125 24 0
                                        

Esoknya Sam sudah tiba di rumah Nada pagi sekali setelah sebelumnya ia menggedor-gedor rumah Reza untuk meminta satu buket coklat yang dipajang di etalase bersebelahan dengan box es krim.

"Nanti Sam bayar ya mas," ucapnya sambil berlari menuju mobilnya.

Sam yakin dimanapun Nada tidur semalam, pasti paginya Nada akan tetap kembali ke rumah terlebih dahulu baru berangkat kerja. Sesuai perkiraan Sam, Nada datang beberapa menit kemudian. Sam bangkit dari duduknya.

"I'm sorry," ucap Sam dengan Nada memelas.

Nada pura-pura tidak melihat dan mendengar Sam. Ia sibuk mencari kunci rumahnya. Melihat respon Nada, Sam segera mengeluarkan senjata andalannya. Awalnya Sam berniat membawa satu box besar es krim tetapi ia tak yakin Nada akan datang jam berapa dan takut es tersebut sudah menjadi air saat Nada tiba.

Namun yang semua orang tau juga selain es krim, coklat adalah makanan favorit Nada nomor 2 dan Sam yakin Nada tidak mungkin mengabaikannya. Nada yang sudah siap membuka pintu terkesima dengan sebuket besar coklat di hadapannya, tapi Nada kembali menampilkan wajah pura-pura kesalnya. Ia menjauhkan tangan Sam yang memegang buket dan membuka pintu.

"Forgive me, please," ucap Sam lagi saat Nada sedang membuka pintu.

Ketika pintu terbuka dan Nada berjalan beberapa langkah, Nada akhirnya bersuara. Rupanya ia benar-benar tidak bisa menahan hasrat ingin mengambil buket tersebut. Nada kesal dengan dirinya sendiri karena mudah dirayu hanya dengan es krim dan coklat. Tapi Nada tak akan mengabaikan sebuket besar coklat itu.

"Don't you dare say that again," ucap Nada menatap Sam tajam. Ia kemudian membalikkan badan dan berjalan menuju dapur.

"I won't," jawab Sam menyejajarkan langkahnya dan memberikan buket itu ke Nada dengan senyum manisnya.

--------------------------------------------------------------

Nada terbilang cukup pintar semasa sekolah dan kuliah. Namun urusan cinta, nol besar. Setiap hari kotak berisi cincin pemberian Sam, Nada bawa. Kadang ia hanya menatap kotak tersebut dari luar, kadang ia membuka dan menatap cincin di dalamnya, bingung. Ia sayang sama Sam tapi ia yakin selama ini rasa sayang kepada Sam sama besar dengan rasa sayangnya pada Izzan dan Gege.

Pernah suatu hari Nada dan Sam menghabiskan malam minggu mereka di rumah pohon. Kala itu Nada tiba-tiba bertanya kepada Sam.

"So, what is love Sam?" tanya Nada benar-benar penasaran.
"It's a bless to see her smile, but it's hurt to see her tears," jawab Sam.
"Oh dan kamu deg degan kalo meluk dia," tambah Sam.

Nada kembali mengingat percakapan itu. Nada pasti seneng kalo liat Sam senyum dan Nada juga pasti akan sedih kalo Sam sedih. Nada merasa jawaban Sam sama dengan yang dia rasakan, tapi Nada tidak menganggap itu hal yang spesial karena Nada juga akan melakukan hal yang sama pada sahabat dan keluarganya. Tapi jawaban terakhir Sam tidak Nada rasakan, Nada hanya merasakan hangat dan nyaman jika dipeluk Sam, dengan ini Nada yakin ia sayang sama Sam hanya sebatas sahabat.

Tiba-tiba terdengar bunyi keroncongan dari perut Nada yang membuyarkan lamunannya. Nada mengambil ponselnya dan menelepon Gege, hendak mengajak ia makan. Akhir-akhir ini Nada bosan dengan makanan di dalam dan di sekitar kantornya. Di dering kelima akhirnya telepon Nada diangkat.

"Nad aku lagi meeting nih, baru mulai, sorry," jawab Gege di ujung telepon cepat dan menutup teleponnya sebelum Nada bahkan menyapanya.

Nada tidak menyerah dan mencari nama Izzan di kontaknya. Izzan langsung mematikan panggilan tersebut dan mengirim Nada WA.

Nad sorry aku mau presentasi, call u later.

Nada menghela napas panjang. Nada kemudian mencari nama Sam dan hendak memencet tombol panggil. Namun beberapa detik kemudian Nada malah mematikan ponselnya dan berjalan keluar dari kantor. Nada berencana mengagetkan Sam dengan kedatangan tiba-tibanya di kantor Sam. Setibanya di sana Nada mendapati Sam berjalan menuju parkiran dengan 2 laki-laki dan 1 perempuan. Mereka berbincang sebentar dan kemudian kedua laki-laki itu masuk ke dalam mobil dan pergi.

Nada yang melihat itu dari kejauhan kemudian berlari kecil mendekati mereka. Nada hendak memanggil Sam, namun langkah dan suara Nada tertahan melihat pemandangan di depannya. Perempuan yang bersama Sam terlihat sangat bersemangat berbicara dengannya hingga ia tak jarang memegang lengan Sam sambil tertawa.

Nada merasa ada yang aneh dengan dirinya. Nada tidak suka perempuan itu tertawa dengan Sam, apalagi sampai memegang lengan Sam. Nada mengambil kotak, membukanya dan memakai cincin dari Sam kemudian ia menghampiri Sam dan berdiri diantara Sam dan perempuan itu. Nada menggamit lengan kanan Sam mesra. Sam kaget melihat kedatangan Nada, dan lebih kaget lagi saat Nada tiba-tiba menggamit lengannya.

"Nad, kamu ngapain disini?" tanya Sam kaget.
"Ah kamu kebiasaan deh lupa, kita kan mau makan siang bareng," jawab Nada manja sambil mengeratkan pelukannya dilengan Sam.

Sam yang masih kaget tambah bingung dengan perkataan Nada. Ia tidak ingat pernah membuat janji makan siang dengan Nada dalam waktu dekat. Perempuan yang tadi hanya melihat kemesraan mereka akhirnya berdeham.

"Oh iya kenalin Nad ini Aurel partner aku buat proyek yang baru, Rel kenalin ini Nada...," ucap Sam yang dipotong Nada.

"Calon istrinya Sam," sambar Nada sambil meletakkan tangan kanannya yang bebas di lengan kanan Sam seraya memamerkan cincinya.

"Hai Nada," sapa Aurel sambil tersenyum.

Aurel kemudian pamit ke dalam dengan alasan mau mempelajari konsep proyek mereka setelah menyapa Nada singkat. Nada memandang kepergian Aurel lalu tersenyum menang. Setelah Aurel benar-benar menghilang, Nada melepaskan pelukannya di lengan Sam. Sam berusaha memproses tingkah laku Nada barusan dan sampai pada suatu kesimpulan.

"Kamu jealous ya?" goda Sam.

"Ih geer," jawab Nada menghindari tatapan Sam.

"Jadi aku diterima nih?" ucap Sam sambil memegang tangan kanan Nada yang memakai cincin.

"Tau ah," ucap Nada melepaskan pegangan Sam lalu buru-buru pergi.

"Eh katanya mau makan bareng," ucap Sam setengah berteriak mengejar Nada.

Nada mempercepat langkahnya. Sam tertawa melihat sikap Nada, ia bahagia.

SHANATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang