Bella menatap layar ponselnya yang menyala. Sedari tadi ia mendpat pesan dan panggilan dari nomor yang tidak ia kenal.
Bella mencoba untuk tidak peduli terhadap pesannya tapi kenapa pesannya terngiang ngiang dikepalanya? Bella menggeleng kepalanya cepat lalu menaruh ponselnya.
Is berdiri di tepi jendela lalu ponselnya berbunyi panggilan lagi. Bella menoleh dan dengan segera ia kembali lagi menghadap jendela kamarnya.
Panggilannya semakin lama semakin tidak terhenti ia jadi kesal sendiri dengan yang menelponnya. Ia menggeser tombol hijau lalu ia dekatkan di telinganya "Duh ini siapa ya? Udah deh ya jangan telpon telpon lagi, telinga gue sakit dengernya."
Satu detik
Dua detik
Tiga detik
Hening! Tidak ada jawaban.
"Halo? Please siapapun lo yang nelpon gue tolong berhenti." ucapnya lagi namun tak lama terdengar suara gelak tawa dari lawan telponnya.
Bella menjauhkan ponselnya dan ia mengambil buku dimeja belajarnya. Ia langsung menulis nomor bomor yang menelponnya.
Setiap satu panggilan nomornya beda beda jadi mungkin saat ini banyak nomor asing di hp nya.
"Karena lo udah angkat panggilan gue, mungkin saatnya gue kasih tau apa tujuan gue nelpon lo, haha."
"Iya apa tujuan lo cepet!"
"Wahahaha nantang banget lo."
"Ck, lama lo."
Sehabis bicara itu tiba tiba saja panggilannya terputus. Bella melihat ponselnya lalu ia lempar di atas ranjang "Gk jelas nih orang bikin pusing aja pake segala tujuan tujuan tapi gue gk dikasih tau."
Ia melangkah kakinya keluar kamar untuk ke ruang tengah. Biasanya disana ia menghabiskan menonton Netflix bersama Tantenya.
Tapi kali ini berbeda, diruang tengah terdapat suara sahut sahutan tertawa. Ruang tengah sepertinya sedang banyak orang.
"Cape banget ya Ga dari Semarang kesini?" Bella menghentikkan langkahnya. Kenapa Tantenya menyebut Ga, Ga. Apa ada Arga disini?
"Lumayan sih Tan."
"Ga, Ga apa sih Tan?" tiba tiba saja Bella membuka suara dan membuat mereka menoleh. Tante Cika tersenyum hangat lalu menghampiri Bella.
"Arga Bel, dia tinggal disini sekarang."
"Oh." mereka spontan melotot mendengar jawaban cuek dan dingin dari Bella "Kok oh doang sih Bel gk seneng emangnya?"
Bella menggeleng lalu menghampiri Arga "Bawa apa dari sana?"
"Dasar lo! Kangennya sama oleh oleh gue doang."
"Lo bawa apa?"
"Liat aja sendiri, itu gue bawain banyak biar stok disini. Jangan diabisin sehari ya awas lo."
Bella menyengir "Iye iye nggak."
Bella mengambil makanan yang dibawa Arga dan memakannya santai "Tan, besok Bella ada kegiatan tambahan jadi Bella pulang lama. Terus lusa kelas 11 ada study tour."
"Kemana? Udah bilang Papa?"
"Kata Papa bilang Tante dulu karena kan dirumah ini semua tanggung jawab Tante."
"Nanti Tante pikirin. Sekarang gih Arga istirahat dulu kamarnya disamping kamar Bella." Arga mengangguk lalu ia langsung membawa kopernya keatas.
🌵🌵🌵

KAMU SEDANG MEMBACA
Me and My Senior
Teen FictionBella Anandia, cewek yang mempunyai masa lalu yang buruk. Masa lalu membuat dirinya berubah menjadi pribadi terbalik dari sebelumnya. Dirinya sudah tidak percaya dengan adanya cinta tapi kita tidak tahu apa yang terjadi saat dirinya bertemu dengan B...