5

689 33 4
                                        

HappyReading!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Vote jangan lupa ya :)



Bella sekarang sudah didepan rumah Acha untuk mengantar bakso pesanan mamanya. Teman-teman Bella sudah pulang 30 menit yang lalu yaa sehabis hujan sudah reda. Bella sudah mengetuk pintunya tetapi tak kunjung dibuka oleh pemiliknya Bella hanya mampu menunggu sampai pintunya dibuka.


Bella sangat menyesal karena tidak membawa ponselnya. Ia sangat bosan sekali menunggu disini. Bella sudah berubah-ubah mendudukan pantatnya tetapi tetap saja tak kunjung dibuka dan bakso yang ia bawa sudah tak hangat seperti tadi.

Bella menatap langit langit yang ingin menumpahkan airnya kembali,langit-langit sudah menjadi abu-abu pasti malam ini akan hujan besar. Bella sudah cape menunggu tetapi tetap saja tidak dibukakan pintunya. Hingga tak lama datang sebuah mobil pajero hitam masuk ke perkarangan rumah Acha kalau dilihat-lihat seperti mobil papanya Acha. Dan tentu saja benar,disana ada mami dan papinya Acha. Pantesan pintunya tidak dibuka oleh pemilik orang yang punya baru pulang pergi.

"Loh Bella kok diluar kenapa gk masuk kedalam?"tanyanya sambil menenteng belanjaan sepertinya maminya Acha abis belanja bulanan.

"Di dalam ada Acha sama Marvel kok tapi ada Akbar juga."lanjutnya dan Bella menyalami satu tangan maminya Acha

"Ma motor yang diparkir depan pintu lemari kaca punya siapa?"teriak papi Acha dari garasi.

"Punya Marvel kali atau mungkin teman Marvel."

Sialan!batin Bella. Kenapa Acha tak membukakan pintu untuk dirinya? Kalau begitu mungkin dari tadi saja ia terobos pintu itu untuk masuk kedalam. Bella memencet bel berkali-kali,mengetuk pintu dan salam bagaikan pengemis tapi tentu saja tak dibuka. Kalo sudah berurusan dengan Akbar pasti Acha lupa segala hal. "Dasar bucin!"gumamnya.

"Yaudah ayo masuk Bel."menyuruhnya agar masuk karena pintu sudah terbuka lebar

"Iya mamii."

🌵🌵🌵

Dilain tempat Akbar dan Acha sedang bermain truth or dare. Bukan Akbar dan Acha saja tetapi ada Marvel dan Darren. Oh iya Darren dan Akbar itu berteman ya mereka satu angkatan jadi sudah tak heran lagi mengapa dirumah Acha ada sosok Darren dirumahnya.

"Wah kena lo ren mampuss."bangga Akbar

"Truth or dare?"tanya Acha

"Truth aja deh."keputusannya

"Yah cacat lo ren,gue kira lo bakal milih dare kalo dare gue udah punya darenya."lesuh Akbar

"Gue punya truth ni buat lo ren."senang Acha dan mulai mendekatkan wajahnya dengan yang lain

"Dihati lo udah ada yang isi belum?Kalau udah siapa?"tanya Acha penasaran. Sebenarnya Darren ingin menjawab sudah tetapi ia belum yakin dengan seseorang yang mengisi hatinya.

"Udah."

"Wah siapa tuh?"seru mereka

"Si-"

"Acha,Marvel kamu gk sopan ya ada tamu didepan kenapa gk dibukain?Kasihan tamunya menunggu. Untung mami pulangnya cepat,kalau lama gimana?Kasihan banget itu tamunya."tiba-tiba omongan Darren dipotong oleh maminya Acha

"Tamunya didepan pintu nungguin sampe mendung gini. Aduh.....gimana sih kalian!"marahnya sambil berkacak pinggang. Marvel dan Acha lebih baik diam jika maminya sudah marah soalnya kalo diladeni malah makin lanjut marahnya.

Ditengah marahnya mami tiba-tiba ada yang datang sambil bernyanyi riang.

"Lalalala....." terhenti saat melihat beberapa orang yang mengarahnya dan dia mengernyit bingung kenapa ada Darren dirumah Acha.

Me and My Senior Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang