- berceloteh, barang sebentar.

992 138 35
                                        






hai?
apa kabar?

begini anak-anak semesta,sebenernya aku mau update dari kemarin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

begini anak-anak semesta,
sebenernya aku mau update dari kemarin. cuma masih ada yang mengganjal di chapter sebelumnya.

aku tau, aku bukan author besar atau author terkenal. nggak. aku juga nggak lagi mau minta untuk kalian vote atau comment ceritaku. karena kalau kalian sadar, kalian merasa perlu.

tapi, bukan itu pointnya kenapa aku bikin celoteh di sini.

the point is...

buat author pemula sepertiku, saran sangat amat diperlukan. tapi pakai bahasa yang sopan, ya?

karena menurutku, kita bakal dihargai kalau kita menghargai. benar?

maaf kalau celotehku kali ini menyinggung beberapa pihak. hanya saja, aku sudah memikirkannya dengan matang.

aku tau konsekuensinya setelah ini; kemungkinan pembacaku malas sama aku atau kemungkinan pembacaku malah rajin vote juga comment. nggak apa-apa kok. aku menghargai kalian— karena aku ingin dihargai, walau bukan sama kalian.

point lagi,

aku tau, beberapa chapter yang aku tulis emang kurang jelas buat kalian. tapi sebelum menuliskannya, aku meluangkan hati. aku... bener-bener menuliskannya sedetails itu. agak lebay, tapi serius.

aku kasih contoh, ya?

satu chapter sebelum saluna bangun dari masa kritisnya; di mana chapter itu dia mengatakan putus yang beruntungnya itu cuma mimpi. di sana ada banyak kalimat yang menunjukkan bahwa kejadian di chapter 20 adalah kejadian tidak nyata.

kalimat terakhir adalah salah-satunya.

perlakuan langit biru.

sebentar, aku mau bertanya. kalian sudah mendapat feel dari karakter langit atau belum? kalau belum, berarti aku yang tidak bisa menciptakan sosok langit dengan sempurna.

maklum, author pemula.

karena kalau kalian sudah mendapat feel, kalian akan mengerti kalau semuanya kenyataan dan yang mimpi cuma ada di chapter 20 di mana saluna minta putus. karena di chapter selanjutnya mas bulan bilang kalau mobil langit berhenti di pinggir jalan; yang mana mereka (luna dan langit) sedang merasakan sensasi jatuh cinta (chapter 19)

segini saja, ya?

besok aku update, kalau ada kesempatan.

sekali lagi, jangan pernah anggap langit biru orang jahat karena alasan yang masih abu-abu. ada banyak chapter yang harus kita tempuh.

anak-anak semesta, siap untuk melanjutkan petualangan?

ah, iya. kalau mau berteman atau bercerita kunjungi twitterku aja, @/TetehnyaaJisung atau @/jen0ps (di sini ada au bumi kembali pemerannya mark) terimakasih.







dari yang menuliskan langit biru,
senjakala.

Langit Biru, KDY.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang