09.🔞

10.8K 894 308
                                        

Mature content.

-

"Soobin.." ucap Yeonjun dengan nada rendah memandang Soobin yang sedang duduk diatas perutnya dengan wajah memerah dan mata yang berkabut sayu.

"Om, s-sangat panashh di sinihh," rengek Soobin tangan nya menggerayangi tubuhnya sendiri Yeonjun yang melihat itu semakin meneguk ludahnya dengan kasar bahkan tenggorokannya terasa sangat kering.

"Om Yeonjun bantu soobinie~" rengekan Soobin kembali terdengar bahkan ia mengambil alih tangan Yeonjun menuju bagian selatan nya yang sudah basah oleh percum.

Yeonjun dengan kedaan sadar langsung melepas tangan nya yang di genggam oleh Soobin, tubuh Soobin tersentak kebelakang.

"Jangan harap kau bangkit dari kasur besok pagi, ini salahmu karena menggodaku."

Deru nafas Yeonjun mulai tidak beraturan, ia mendekatkan kepalanya ke arah Soobin menggoda bibir itu sedikit dengan menjilat permukaannya, lidah yang awalnya hanya menggoda kini sedang berusaha menelusuri goa hangat di dalam bibir Soobin.

"Eumh.."

Lenguhan terdengar saat Yeonjun menggigit bibir Soobin gemas karena tidak memberikannya akses masuk sama sekali.

Lidahnya bergerak acak di bibir Soobin itu sangat memabukan, Soobin menekan kepala Yeonjun guna memperdalam ciumannya bukan hanya itu bahkan kakinya sudah menyatu di pinggang Yeonjun membuat daerah selatan mereka saling bergesekan.

'Sialan anak ini, sangat pintar menggodaku,' batin Yeonjun

Kalau saja Yeonjun mampu berfikir, ia pasti tidak akan percaya kalau yang sedang ia hadapi ini adalah sosok pemuda manis yang bahkan tak mengetahui arti bulan madu.

Namun kondisi tak memungkinkan Yeonjun untuk berfikir jernih sekarang. Dia sangat ingin melakukan hal itu untuk saat ini.

Yeonjun memutuskan ciuman nya secara sepihak membuat submissive mengerang tidak puas, ia memperhatikan lekuk tubuh Soobin yang masih menggunakan piyama walau bentuknya sudah tidak beraturan, keringat yang muncul di tubuhnya bahkan lelehan saliva yang mengalir hingga ke lehernya.

Indah.

Satu kata yang menggambarkan betapa sempurnanya seorang Choi Soobin di mata Yeonjun saat ini.

Ia berhenti dari lamunannya membuka semua kancing itu dengan paksa hingga semua kancing lepas dari piyama Soobin.

Yeonjun menjilat permukaan kulit putih itu kemudian menyesapnya membuat tanda kepemilikan nya di sana, setelah leher dan pundak itu penuh dengan kiss mark ia beralih menuju tonjolan pink mungil yang sedikit berisi, mengoral lidahnya lalu melahapnya seperti bayi yang ke hausan.

"Ahkhh!"

Soobin sedikit menjerit akibat gigitan kecil yang di berikan Yeonjun kepada putingnya yang sedang menegang.

"Di sini..." ucap Yeonjun melirik puting Soobin yang sedikit memerah

"....Letak sensitive mu, right?" lanjut Yeonjun dengan menekan kedua puting Soobin yang mana membuat sang empu mendesah nikmat.

Yeonjun sedikit puas dengan desahan yang keluar dari bibir Soobin, tapi tetap saja ia tidak bisa membiarkan junior nya terus tersiksa di bawah sana, ia menginginkan sangkar nya segera.

Yeonjun bangun mendekat ke arah wajah Soobin mengecup bibir itu pelan.

"Kulum," ucap Yeonjun mengarahkan junior nya ke arah mulut Soobin, dan dibalas anggukan kepala oleh Soobin.

Avunculus ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang