Udah berapa lama gw ga update??? Silahkan banyak-banyak komentar ya, biar gw semangat updatenya(⌐■-■)
***
Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti bulan, bulan berganti tahun.
Terlalu rinci.
Intinya waktu berjalan dengan sangat cepat, Seonjun sudah berusia 4 tahun. Menjadi bocah banyak tingkah seperti ayahnya.
Ya, mungkin...
"Apa kamu waktu kecil banyak tingkah juga seperti ini?" tanya Soobin setelah lelah berlarian mengejar putranya untuk disuapi makan malam.
Yeonjun mengingat-ingat. "Waktu itu... Pada masa—"
"Berhenti bercerita seolah kamu sedang menceritakan sejarah terbentuknya dunia, Pak. Ceritakan saja dengan normal!" seru Soobin yang sudah terlanjur kesal.
"Aku dunia lho, duniamu 'kan, Sayang?" tanya Yeonjun dengan senyum jahil.
Soobin melotot. "Kau—" dan Soobin pun mulai mengoceh.
Yeonjun kembali meminum wine nya dengan tenang, meskipun habis di-gas oleh si galak.
"Sejarah ku terlalu kelam untuk diingat, Bin. Biarkan itu berlalu dan ayo besarkan Seonjun lebih baik dibandingkan cara orang tua kita memperlakukan kita," sahut Yeonjun.
Soobin mendengus geli. "King of tragedy," ucapnya mengingat drama konyol yang sempat mereka alami.
Ia tidak peduli pasti perannya apa. Protagonis polos? Antagonis yang membuat kesal? Entahlah, intinya dia sudah pernah membunuh papanya sendiri.
Tidak semudah itu di dunia ada orang-orang yang benar-benar polos seperti kain putih, dan tidak ada juga antagonis yang benar-benar membunuh.
Soobin tidak menyangkal, dia memang salah karena telah menembak Jungkook waktu itu. Tapi dengan Jungkook yang sudah putus asa dan merasa tidak ada gunanya untuk hidup lagi. Ia memutuskan untuk menyerah dan membiarkan peluru yang ditembakkan oleh anaknya itu bersarang di tubuhnya.
Biarkan waktu berlalu dan lupakan semuanya. Itu prinsip Soobin. Terkesan jahat memang, tapi dengan memikirkan penyesalan secara berlarut-larut, apakah papanya akan kembali?
Dunia itu... penuh dengan orang jahat. Itu dunia Soobin yang dulu.
Kini, ia akan membangun dunianya yang baru, dengan Yeonjun yang melakukan child grooming ke dirinya (ah yang ini jangan pernah ditiru). Dan malaikat kecilnya...
"Papa!" teriak Seonjun.
"Kenapa hm?" tanya Soobin merespon anaknya.
"Kakek menelfon tadi pagi, katanya mau mengajak Seonjun bermain kemah."
Soobin mengerutkan dahinya. Tumben sekali ayahnya ada inisiatif melakukan kegiatan yang seru?
"Kapan kemah?"
"Hari ini," sahut Seonjun membuat Soobin menepuk dahinya sendiri.
"Kenapa mendadak sekali, Sonie. Kamu tidak ingin bermain dengan papa dulu?" tanya Soobin dengan bibir mengerucut.
"Uuh..." Seonjun nampak bimbang. Bibirnya juga melengkung turun karena bingung harus bersama papanya atau pergi dengan kakeknya.
Hingga akhirnya dia menangis karena merasa tidak tega.
"Eh! Eh! Bercanda bercanda. Kemah ya? Oke-oke Seonjun kemah, sst ayo jangan menangis lagi," ujar Soobin sambil menggendong anaknya itu.
Yeonjun memantau dari ruang santai, tersenyum kecil melihat interaksi manis anak dan pasangan hidupnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Avunculus ✓
Teen FictionAvunculus (n) paman dalam latin. Soobin menikah dengan pamannya sendiri, demi sesuatu yang harus diperbaiki. top: yeon bott: bin ⚠️arranged marriage, murder, mature scene, indirectly incest. ©2020, sauceiopath
