Tap tap tap.
Suara hentakan kaki indah itu terdengar menggema di tengah ramainya bandara.
Sesekali membenarkan letak tas nya yang sedikit miring.
Tersenyum senang. Negara ini rumahnya, dimana ia akan bertemu rumah dan orang terkasihnya.
"Langsung pulang atau kita akan pergi ke suatu tempat lagi tuan?" tanya sang bodyguard.
Pria manis itu mengangguk. "Booking hotel disini. Aku akan menyiapkan surprise untuk calon suamiku," ucapnya sembari terkikik kecil.
Sang bodyguard mengangguk dan memesan hotel disana.
Pria manis itu mengangkat sudut bibirnya, tersenyum bahagia sembari mengelus perutnya yang membuncit itu.
"Aku harap dia dapat menerima anak ini. Di mencintai diriku kan?" gumamnya.
"Aku segera datang, Choi Yeonjun."
||•||
Soobin menghela nafas, apa ini? Kenapa dia tak bisa mencerna makanan favoritnya?
Mata bulat miliknya berkaca kaca. Memandang nanar es krim yang hampir mencair setelah 2 sampai 3 suapan ia muntahkan.
Tangannya tergerak mengambil ponsel dan mengetik sesuatu.
"Kenapa es krim selalu aku muntahkan?:("
Dan muncul beberapa result tentang pencarian Soobin. "Alergi?" gumamnya setelah melihat hasil pertama.
Soobin meletakkan ponselnya dan melengkungkan bibir manisnya ke bawah. "H-huks, jadi? Soobinie alergi es krim?" gumamnya. "Soobinie tidak bisa makan es krim lagi-HUAA."
Brak!
Pintu terbanting, sosok pria bersurai lemon menghampiri Soobin yang kini tengah menangis kencang di atas ranjangnya.
"Soobin kenapa hm?" tanya Yeonjun.
"S-soobin, alergi es krim-hiks," ucapnya terbata.
Yeonjun mengerutkan dahinya. "Alergi es krim?" tanya Yeonjun.
Soobin mengangguk dan memperlihatkan hasil pencarian tadi.
Yeonjun tambah bingung. "Kenapa kamu searching hal seperti ini?" tanyanya.
"Kamu muntah?" tanya Yeonjun dan meraba dahi Soobin.
Yeonjun mengangguk dan menjauhkan es krim dari pangkuan Soobin.
Soobin membulatkan matanya dan bersiap menangis sebelum Yeonjun menutup bibirnya.
"Kamu sakit, tidak boleh makan es krim," ujar Yeonjun dan meletakkan es krim di lemari es yang terdapat di kamar Soobin.
Soobin menggeleng dan menunjuk lemari es. "Es krim! Soobin ingin es krim!" rajuknya.
Yeonjun menggeleng dan membaringkan tubuh Soobin. "Dengar ya, kamu demam. Harus istirahat dulu, tidak boleh makan es krim okay?"
Soobin mengerutkan dahinya. "T-tapi, dulu papa selalu biarkan Soobin makan es krim, kenapa dengan om tidak boleh?" tanya Soobin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Avunculus ✓
Teen FictionAvunculus (n) paman dalam latin. Soobin menikah dengan pamannya sendiri, demi sesuatu yang harus diperbaiki. top: yeon bott: bin ⚠️arranged marriage, murder, mature scene, indirectly incest. ©2020, sauceiopath
