30

3.3K 430 46
                                        

Well, aku lupa kalau book ini ternyata belum tamat.

Kidding, lagi ga ada ide aja karena otakku penuh bekas soal ulangan and tugas tidak mengotak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kidding, lagi ga ada ide aja karena otakku penuh bekas soal ulangan and tugas tidak mengotak

Me sebelum nulis draft ini:

Mohon dipahami, terima cash

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mohon dipahami, terima cash.

||•||

"Kan sudah kubilang laki-laki!"

"Yang bilang perempuan siapa sih?"

Kali ini Yeonjun dan Soobin sedang dalam perjalanan pulang dari rumah sakit.

Habis periksa kelamin janin dan anak mereka ternyata laki-laki.

Doakan supaya tidak brengsek seperti ayahnya ataupun psikopat seperti ibunya.

"Ngomong-ngomong Taehyun kemana ya?"

Soobin menatap sinis ke arah Yeonjun yang menyebut nama Taehyun itu. "Mana ku tau, memangnya kau mau apa dengan dia? Menikah?"

Yeonjun mendesis. "Bukan! Bahaya kalau hamil tapi berkeliaran tidak jelas begitu."

Soobin memutarkan bola matanya. "Kau berbicara seperti itu seolah-olah dia tunawisma," ujar Soobin sudah malas dengan kelakuan sok baik Yeonjun.

"Dasar iblis," celetuk Yeonjun.

"Heii kita ini pasangan iblis, berarti kau juga iblis!" balas Soobin tak mau kalah.

Hening (tapi bukan member txt) kemudian menghiasi perjalanan itu.

Biasanya mereka tidak pernah canggung begini, karena mereka pasti akan meributkan sesuatu yang sepele.

Tapi kali ini berbeda.

Entah hanya perasaan Soobin, tapi Yeonjun nampak lebih pendiam.

Avunculus ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang