18.

4.2K 646 224
                                        

"Om Yeonjunnn!" pekik Soobin dan langsung melompat menuju ranjang.

Yeonjun yang sedang sibuk, lebih tepatnya menyibukkan diri itu langsung terkejut.

"Kamu mau ranjangnya roboh?" tanya Yeonjun yang dibalas gelengan polos.

"Sedang apa?" tanya Soobin.

"Urusan pekerjaan, anak kecil tidak akan mengerti," jawab Yeonjun yang dibalas 'uuu' kecil dari Soobin.

"Kamu ada apa tiba-tiba datang loncat begitu? Tidak takut adik bayi di perut ikut loncat?" tanya Yeonjun yang dibalas gelengan cepat.

"Loncatnya hati-hati kok, eumm... kalau tujuannya... bisakah Soobin mendapatkan pelukan?" pintanya dengan tatapan memelas.

Yeonjun mengalihkan pandangannya menuju tab yang ia pegang, wajah Soobin saat memelas itu silau menn.

Soobin cemberut. "Om marah dengan Soobin?" tanyanya.

"Uuh! Jangannn~ Soobin tidak suka dicuekiii!" ucapnya.

Soobin berbaring terlentang dan menarik tangan Yeonjun untuk mengelus perutnya.

Yeonjun melakukan itu, namun tetap tidak menghiraukan Soobin; lebih sibuk pada tab-nya.

Soobin mendengus dan merangkak untuk tidur lebih dekat dengan Yeonjun, kemudian menjadikan lengan Yeonjun sebagai bantal.

Ia memandang Yeonjun yang masih sibuk dengan tab-nya itu.

"Om benar-benar marah, ya? Maafkan Soobin!" ucapnya dan memeluk tubuh Yeonjun.

"Om maaf- "

"Sst!" Yeonjun menutup bibir Soobin dengan tangannya. "Jangan minta maaf terus, pusing sendiri dengarnya," ucap Yeonjun.

Soobin mengangguk kemudian melepaskan tangan Yeonjun dari bibirnya dan bergerak menjauh.

"Tapi... Apa Soobin dapat pelukan?" tanyanya.

Yeonjun menghela nafas dan meletakkan tabnya itu di meja sebelah ranjang. "Mendekat lah, hati-hati dengan perutmu," ucap Yeonjun.

Soobin tersenyum dan menubrukkan kepalanya di depan dada Yeonjun. "Bagaimana hari ini?" tanya Soobin.

Yeonjun menaikkan sebelah alisnya. "Tumben sekali, ada apa bertanya seperti itu?"

"Soobin hanya ingin tahu iish!" sungutnya.

Yeonjun terkekeh kecil dan mengusap rambut Soobin. "Tidak ada yang spesial," jawabnya.

Ya meskipun hari ini adalah pemeriksaan kelamin janin Taehyun, Yeonjun biasa saja.

Ya, benar. Tidak ada yang spesial.

"Sungguh?" Yeonjun mengangguk dan meletakkan dagunya di kepala Soobin.

"Tapi... Entahlah, aku merasa lelah," ucapnya sembari memejamkan matanya. "Semuanya terasa melelahkan, seakan tidak ada ruang untuk beristirahat."

Ah Yeonjun bodoh, Soobin pasti akan tidak mengerti dengan ucapannya.

Soobin memundurkan sedikit kepalanya dan menangkup pipi Yeonjun. "Kalau om perlu tempat bercerita, disini ada Soobin!"

Yeonjun mengangguk ragu, tidak yakin rasanya jika harus menceritakan dengan Taehyun pada anak ini.

Soobin itu tidak mengerti dunia percintaan, Soobin hanya menganggap dirinya itu sebagai paman meskipun dalam perut Soobin itu ada keturunannya, bukan? Dalam pikiran Yeonjun, Soobin itu sangat polos.

Tapi, ada yang janggal.

Soobin sekarang berbeda.

Bukan dalam artian bentuk tubuh dan pesona wajah. Soobin masih bohay dan cantik seperti sebelumnya.

Avunculus ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang