Hai aku kembali
***
Hari ini tepat Yeonjun sudah boleh keluar dari rumah sakit.
Saat ini Yeonjun sedang rawat jalan, juga tidak boleh banyak gerak.
Banyak maid menyambut Yeonjun di mansion. Dan agak terkejut saat melihat Soobin bersama majikan mereka.
"Dia akan tinggal disini sampai melahirkan saja," ucap Yeonjun dan pergi ke kamarnya.
Soobin tersenyum manis. "Aku harap kalian bisa membantuku!"
Para maid melirik satu sama lain, bukankah Soobin orang yang sama dengan yang membunuh banyak orang itu? Kenapa senyumnya seperti tidak ada dosa begitu?
Tak mendapat respon, Soobin mendengus dan menarik kopernya untuk masuk ke dalam.
"Apa aku akan mendapatkan kamarku? Om Yeonjun~" tanya Soobin dengan nada seolah mengejek.
Yeonjun menatap kesal. "Tidurlah di kamar milikmu," ucap Yeonjun.
Soobin mencibir, "Suami macam apa begitu? Hmph!"
Yeonjun memilih untuk tak mempedulikan Soobin dan pergi berlalu ke kamarnya.
Soobin mendengus dan menuju kamarnya, tapi sebelum itu harus ke dapur dulu. Karena perutnya belum diisi apa-apa daritadi, maklum, mual.
Ia celingukan saat sampai di dapur. Di kulkas hanya ada daging mentah, mie instan pun tidak ada.
"Aku ingin makan tapi malas memasakk..." ucapnya merengek.
Para maid yang dari tadi mengintip dari balik dinding datang menghampiri Soobin. "Ada perlu apa?" tanya salah satunya dengan nada kurang kekeyi- kurang bersahabat maksudnya.
Soobin melirik sinis. "Besok hari terakhir kau bekerja, sekarang buatkan aku sesuatu. Aku lapar!" titah Soobin.
Mereka menghela nafas.
Sip, antagonis sebenarnya itu Soobin.
Dan ya, benar saja.
Tepat besok pagi, maid kemarin langsung dipecat.
Gara-gara apa? Tentu saja fitnah Soobin.
"Dia mendorongku ke meja, hanya karena aku meminta memasakkan makanan. Apa itu perlu dimaafkan?"
Seniat itu sampai menyuap salah satu maid untuk bersekongkol memfitnah maid itu.
Satu kata, sialan.
Dan dengan bodohnya Yeonjun percaya. Tidak begitu juga sih. Yeonjun terlalu lelah kalau harus mencari bukti-bukti lain. Maka dari itu dia percaya dengan Soobin saja.
Beberapa hari berlalu. Soobin kira Taehyun sudah hilang dari peradaban-ups.
Ternyata muncul begitu saja di depannya, sembari bersujud.
"M-maafkan aku..." ucap Taehyun sembari menunduk.
Soobin mengendikkan bahunya. "Oke," ucapnya. "Kurang baik apalagi aku?" tanya Soobin dengan senyum mengejek.
"Masih beruntung keluargaku yang sialan itu tak membunuh janin yang ada di perutmu." Soobin mencengkram pergelangan tangan Taehyun. "Sekarang pergilah, jangan sampai Yeonjun melihat wajahmu itu."
Taehyun tak melawan, ia pergi saja. Mencari masalah dengan seorang psikopat seperti Soobin itu adalah kesalahan besar.
Soobin kembali duduk dengan sebuah kacamata baca dan buku panduan menjadi orang tua yang baik.
Em maksudnya, seorang single parent yang baik.
Soobin memutuskan, untuk bercerai dengan Yeonjun setelah anaknya lahir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Avunculus ✓
Fiksi RemajaAvunculus (n) paman dalam latin. Soobin menikah dengan pamannya sendiri, demi sesuatu yang harus diperbaiki. top: yeon bott: bin ⚠️arranged marriage, murder, mature scene, indirectly incest. ©2020, sauceiopath
