Waktu berganti dengan cepat, kandungan Soobin bahkan sudah memasuki usia 1 bulan lebih seminggu.
Beruntung Soobin sebentar lagi akan kelulusan, jadi bisa dijamin kehamilannya tidak akan ketahuan.
"Masih sering mual?" tanya Renjun kepada Soobin yang sedang duduk di bawah pohon itu.
Soobin menggeleng. "Sudah mulai jarang, tapi ya begitu..." sahutnya lesu.
Renjun menghela nafas. "Apakah ada masalah?" tanyanya.
Soobin menatap Renjun dengan tatapan berkaca-kaca. "Huhuhu Injunie..." Renjun mengerutkan dahinya bingung.
"Kenapa menangis?!" Renjun bertanya panik sembari menyerahkan sesuatu yang langsung membuat Soobin diam.
"Huhuhu kau memang sahabatku hiks..." ucapnya membuat Renjun tambah bingung.
"Kenapa sih?" tanya Renjun.
Soobin mengusap air matanya. "Tidak, aku hanya lapar," ucapnya membuat Renjun ingin menggigit sahabatnya itu kemudian menelannya bulat-bulat.
"Apakah berhasil?" tanya Renjun. Soobin mengerti, dia mengangguk.
"Yeonjun jarang pulang larut, kamu tahu? Aku berbakat dalam acting," ucapnya bangga.
Renjun terkekeh. "Acting apa saja yang baru kamu lakukan?"
Soobin menelan roti itu dan menjawab, "Pura-pura kesakitan? Hm... Aku tahu kalau dia itu orangnya panikan."
"Lagipula aku sedang hamil 'kan? Otomatis semua acting milikku itu sangat meyakinkan," ucap Soobin.
Renjun mendekat dan mencubit pipi Soobin yang tambah tembam itu. "Pipimu memerah, apakah sedang menyembunyikan sesuatu tentang suamimu itu, huh?"
Soobin menyentil dahi Renjun. "Apasih?!"
Renjun meringis. "Dari respon mu, aku tahu ada yang sedang disembunyikan..." ucapnya mengintimidasi.
Soobin memainkan jarinya. "Entahlah, tapi... Yeonjun itu, orangnya perhatian, ya?"
"Lho kenapa tanya aku?" sahut Renjun membuat Soobin menggeram.
"Huh! Tinggalkan aku sendiri!" rajuknya.
Renjun tertawa. "Oke maaf-maaf."
"INJUN!" Renjun menoleh kepada seorang pemuda dengan pakaian olahraga sedang memanggilnya.
Renjun tersenyum. "Sampai jumpa Soobin, aku pergi dulu!" pamitnya dan segera berlari.
"Cih, giliran sudah ada gandengan, lupa teman. Injun jahat," cibirnya.
Tunggu, ada sesuatu yang bergetar.
"Uh? Ponsel." Soobin menjawab telepon dari suami tercintanya.
"Halo? Ada apa menelfonku?" tanya Soobin dengan senyum mengembang.
"Sudah makan?"
"Sudah, tapi masih lapar..." rengutnya.
"Ya sudah makan sesuatu lagi,"
"Yeonjun ingin Soobin terkena obesitas?"
"Bukan begitu konsepnya..."
"Hehehe peace! Bagaimana kerjaan hari ini?"
"Cukup memusingkan, terimakasih sudah bertanya."
"Sama-sama, kalau lelah istirahat, okayy?!"
"Iya."
"Jangan lupa makan,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Avunculus ✓
Teen FictionAvunculus (n) paman dalam latin. Soobin menikah dengan pamannya sendiri, demi sesuatu yang harus diperbaiki. top: yeon bott: bin ⚠️arranged marriage, murder, mature scene, indirectly incest. ©2020, sauceiopath
