17.

4.1K 640 179
                                        

Hawiiii

***

"Hum..." Soobin menggembungkan pipinya sembari berpikir keras, kira-kira kapan rencana Renjun bisa ia terapkan?

"Soobin," Soobin menoleh ke belakang dan tersenyum. "Hai, Hyuka," sapanya.

Hueningkai tersenyum canggung. "Kamu dijemput? Kalau tidak... Ingin pulang bersamaku?" tawarnya.

Soobin melirik kanan-kiri, memang Yeonjun belum menjemputnya. Apakah dia sedang sibuk?

Setelah menimbang-nimbang Soobin akhirnya menerima tawaran Hueningkai. "Soobin bareng Hyuka, ya!" ucapnya dengan nada terdengar kekanakan.

Hueningkai menggeleng pelan dan mengajak Soobin untuk menuju tempat motornya terparkir.

"Kamu tidak bawa jaket?" tanya Hueningkai saat melihat Soobin yang hanya mengenakan seragam dengan rompi itu.

Soobin menggeleng. Hueningkai melepaskan jaketnya dan memasangkannya pada tubuh Soobin. "Sore ini dingin," ucapnya.

Soobin tersenyum kemudian langsung muntah membuat Hueningkai panik.

"K-kenapa muntah?" tanya Hueningkai sembari mengurut tengkuk Soobin.

Soobin menatap Hueningkai dengan mata berkaca-kaca, ia melepas jaket Hueningkai yang terpasang di tubuhnya kemudian langsung dilempar. "Bau parfumnya benar-benar ugh!" keluh Soobin.

Hueningkai memungut jaketnya dan menciumi baunya. "Ini parfum milikku sehari-hari, kenapa baru protes sekarang?" tanyanya.

Soobin mendengus. "Soobin tidak mau tahu, Hyuka harus ganti parfum!" titahnya membuat Hueningkai tergelak.

"Kenapa? Aku sudah nyaman dengan parfum ini, Soobinie," ucapnya dengan memelas.

Soobin mengalihkan pandangannya sembari bersidekap. "Harus, kalau tidak Soobin tidak mau dekat-dekat dengan Hyuka lagi!" ujarnya.

Hueningkai memutar bola matanya. "Baiklah baiklah, aku akan menggantinya," ucapnya pasrah.

Kalau untuk orang yang dicintai, kenapa tidak?

Soobin berbalik dengan senyum cerah, berbanding terbalik dengan kondisi wajahnya yang tadi.

Mood orang hamil itu, berubah-ubah, ya?

"Pakai aroma jeruk!" ujarnya.

Hueningkai mengelus dada sabar. tahan-tahan, ini demi Soobin, batinnya.

"Sayang Hyuka!" pekiknya dan langsung memeluk Hueningkai.

Hueningkai tersenyum dan mengusap-usap perut Soobin; itu adalah kebiasaannya.

"Hm?" Hueningkai mengerutkan dahinya, apakah Soobin memiliki abs? Kenapa perutnya sedikit keras?

"Soobin, perutmu kenapa keras?" tanya Hueningkai.

Soobin melepas pelukan itu dan mengedipkan matanya dengan polos, kemudian menjawab, "Soobin 'kan hamil."

WTF?!

WTF?!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Avunculus ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang