"Hiks..."
Perlahan pria bersurai lemon itu membuka matanya ketika terdengar sebuah isakan halus.
"Eumm... Soobin?" panggilnya.
"Om-hiks, sakit..."
Yeonjun membuka matanya dan menghampiri Soobin yang tengah terduduk di lantai dengan selimut yang menutupi tubuh polosnya.
"S-sakit dimana?" tanya Yeonjun gagap.
Soobin menatap Yeonjun dengan matanya yang sembab; terlalu banyak menangis. "Dibawah sini dan semuanya, seluruh tubuh Soobin-hiks," ucapnya dan lanjut menangis.
Yeonjun meringis dan mendudukan tubuh Soobin di ranjang dengan hati hati.
"P-pelan pelan saja," ucap Soobin panik ketika Yeonjun mendaratkan tubuhnya.
Soobin menghela nafas lega dan langsung menutupi wajahnya dengan selimut.
Yeonjun mengrenyitkan dahinya. "Kenapa?" tanya Yeonjun.
Soobin mengintip dari dalam selimut dan menunjuk tubuh Yeonjun. "O-om tidak pakai baju..."
Yeonjun melirik tubuhnya dan benar saja. Ia masih telanjang sekarang.
Dengan panik Yeonjun berlari mengambil handuk kecil untuk melindungi bagian bawahnya yang terekspos.
"Kamu mau mandi?" tanya Yeonjun pada Soobin.
Soobin mengangguk. "Awalnya Soobin mau mandi. Tapi kepala Soobin pusing. Dibawah sakit..." lirihnya.
Yeonjun mengusak surainya sembari meringis. Ya pasti sangat sakit, apalagi Soobin baru pertama kali melakukan itu. Dan sekalinya melakukan malah dengan seseorang yang berusia 11 tahun di atasnya.
Yeonjun merasa sangat bejat sekarang. "Kamu mandi ya? Aku gendong," ucap Yeonjun.
Soobin melirik ragu dan kemudian mengangguk.
Yeonjun mengangkat tubuh Soobin dan meletakkan tubuh berisi itu di tengah bath tub.
"Mandi sendiri? Atau dimandikan?" tanya Yeonjun.
Soobin menggeleng. "Soobin sendiri saja. Soobin sudah besar," ucapnya polos.
Yeonjun mengangguk dan menutup pintu kamar mandi.
"Hahh~" Tubuhnya merosot turun disertai wajah memerah. "Mati aku," gumamnya.
"Soobin ingat tidak ya?" monolognya saat mengingat wajah polos Soobin.
"Yang kemarin malam itu..." Yeonjun melirik ranjang. "Wow," ucapnya ambigu.
Sedetik kemudian menampar wajahnya. "Gila Choi. Bagaimana bisa kau menikmati permainan dengan seseorang yang polos seperti Soobin?!"
"Anak itu bahkan tidak tahu apa yang ia lakukan semalam."
"Tapi... Bukankah itu hak untuk suami? Aku berhak mendapat itu kan?"
"Tapi aku pasti akan habis di tangan kakak," ucapnya pasrah.
Yeonjun berjalan menuju nakas dengan ponsel miliknya di atasnya. "Aku merindukan dirimu. Maaf karena aku sudah memberikan tubuhku untuk orang lain lebih dulu daripada dirimu sayang," ucap Yeonjun sembari memandangi foto sang mantan calon istri.
Yeonjun menutup matanya dan melempar ponselnya ke atas ranjang yang kini seprainya sudah tak berbentuk itu.
"Tidak, a-aku mencintainya. Kau tidak boleh mencintai Soobin jika kau ingin dia kembali lagi Yeonjun..."
"Tapi..." Yeonjun menggigit bibirnya. "kenapa perasaan ini berbeda? Kenapa rasanya janggal untuk mengatakan aku mencintai dia?"
"Aku masih cinta dia kan?" Yeonjun meninju dinding dengan kesal. "Aku-aku cinta Soobin," gumamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Avunculus ✓
Dla nastolatkówAvunculus (n) paman dalam latin. Soobin menikah dengan pamannya sendiri, demi sesuatu yang harus diperbaiki. top: yeon bott: bin ⚠️arranged marriage, murder, mature scene, indirectly incest. ©2020, sauceiopath
