06.

6.1K 963 216
                                        

"Ingat kamu harus bangun pagi, jangan menyusahkan om Yeonjun, okay?" Petuah Jungkook diangguki oleh Soobin.

Yeonjun mengangkat koper Soobin. "Santai saja kak, aku akan menjaga Soobin dengan baik," ucapnya dengan senyum sombong.

Jungkook memutarkan bola matanya dan pamit untuk pulang.

Kalau kalian tanya dimana ayah Taehyung, dia sudah di mobil duluan. Tidak mau menyapa Soobin karena nanti takut rindu.

Mobil keluarga Kim pun pergi meninggalkan mansion megah itu.

"Nah Soobin." Yeonjun meraih pundak Soobin dan merangkulnya.

"Ini rumah baru mu, semoga betah ya!" ucap Yeonjun dengan senyum lebar.

Soobin mengangguk gugup.

Yeonjun pun menarik tangan Soobin dan mengajaknya masuk ke dalam mansion.

"Om, disini tinggal sendiri?" tanya Soobin.

Yeonjun menoleh dan mengangguk. "Tapi ada maid yang kerja disini, dikarenakan sudah malam, ya mereka pulang."

Yeonjun pun menoleh kepada Soobin yang nampaknya sangat sangat gugup itu.

Puk...

Soobin mendonggak melihat sebuah tangan besar berada di kepalanya. "Kamu santai saja ya disini, jangan gugup begitu."

Soobin menggigit bibirnya dan mengangguk.

"Btw, mau langsung tidur atau mandi dulu?" tanya Yeonjun.

"Soobin mau langsung tidur aja om, besok sekolah," ucapnya.

Yeonjun menaikkan sebelah alisnya. "Sekolah? Kamu tidak ambil cuti?" tanya Yeonjun.

Soobin menggelengkan kepalanya. "Soobin akan ada ujian kelulusan beberapa bulan lagi, jadi harus banyak banyak belajar."

Yeonjun mengangguk dan menepuk nepuk gemas kepala Soobin. "Yasudah kamu tidur ya, om mau mandi," ucap Yeonjun dan masuk ke salah satu kamar.

"Oh ya, kamar kamu disana," ucap Yeonjun sembari menunjuk sebuah kamar dengan pintu bertuliskan Choi Soobin.

Soobin tergelak begitu melihat kalau om nya ini sangat niat. Dan Soobin juga merasa malu saat melihat marganya sudah berubah saja.

||•||

Malam itu Soobin gelisah, bukannya tak terbiasa tidur sendiri. Tapi karena tidak ada nyanyian papanya yang menemani waktu tidurnya kali ini.

Papanya juga melarang untuk memakai earphone saat tidur, dia lihat di grup arisan kalau earphone itu bisa meledak kalau dibawa tidur.

Soobin mengucek matanya dan mencoba memejamkan matanya namun sia-sia, dia tak bisa tidur sama sekali.

Soobin melirik ke arah pintu. "Apa suruh om Yeonjun nyanyi aja ya?" monolognya.

"Tapi Soobin ganggu tidak? Kalau om Yeonjun sudah tidur mengganggu tidak ya?"

Dengan langkah ragu ragu, Soobin akhirnya menginjakkan kaki di lantai dan membuka pintu kamarnya.

Berjalan dengan hati hati ke arah kamar Yeonjun.

Menarik nafas dan mencoba mengintip dari lubang kunci.

Ceklek.

Soobin bingung, kemana lubang kunci tadi? Yang ia lihat sekarang hanyalah sebuah piyama biru tua berbahan satin.

"Loh, kamu ngapain hm?" tanya seseorang yang ternyata Yeonjun.

Soobin menegakkan tubuhnya dan tersenyum malu. "Soobin tidak bisa tidur."

Yeonjun menaikkan alisnya. "Benarkah? Ceritakan apa yang mengganggu mu sayang."

Soobin mengulum bibirnya dan terdiam.

Yeonjun menghela nafas dan menarik Soobin ke dalam kamarnya.

Mendudukan sang keponakan di atas ranjang dengan hati hati.

Yeonjun berjongkok di depan Soobin dan mengusap pipi Soobin. "Ayo cerita, barangkali om bisa membantu."

Setelah beberapa detik, Soobin pun mengeluarkan suara. "Soobin tidak bisa tidur tanpa dinyanyikan dan dipeluk," ucapnya.

"Hm?" Yeonjun berdehem dan menaikkan sebelah sudut bibirnya.

Soobin menunduk malu dan menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Yeonjun terkekeh dan melepaskan tangan Soobin yang menutupi wajahnya itu.

"Baiklah, akan om nyanyikan, mau lagu apa? Twinkle twinkle little star?" tanya Yeonjun iseng membuat Soobin mengerucutkan bibirnya.

"Bukan ish, itu untuk bayi!" pekik Soobin.

"Hm? But you are baby, honey," goda Yeonjun membuat Soobin mengerutkan dahinya.

"Nooo~! Soobin itu sudah besar! Sudah 19 tahun!"

Yeonjun mencubit pipi gembul milik Soobin. "Iya iya, maafkan om. Jadi mau lagu apa?"

"Pilihan om saja, lagu pengantar tidur," ucapnya.

Yeonjun berfikir dan mengangguk.

"Sambil peluk?" tanya Yeonjun.

Soobin mengangguk malu malu.

Yeonjun terkekeh kecil dan memeluk Soobin.

I found a love for me
Darling, just dive right in
And follow my lead
Well, I found a boy, beautiful and sweet
I never knew you were the someone waiting for me

Yeonjun sedikit mengubah lirik lagu itu, dan memandang wajah cantik Soobin yang hampir terlelap.

'Cause we were just kids when we fell in love
Not knowing what it was
I will not give you up this time
Darling, just kiss me slow, your heart is all I own
And in your eyes, you're holding mine

Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
Barefoot on the grass, we're listenin' to our favorite song
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
But you heard it, darling, you look perfect tonight.

-Ed Sheeran, Perfect.

Yeonjun tersenyum lembut saat melihat Soobin yang kini sudah terlelap dalam pelukannya.

"Dia laki laki kan? Kenapa cantik sekali?" gumam Yeonjun.

Perlahan Yeonjun melepaskan pelukannya pada Soobin. Dan menyelimuti tubuh itu dengan selimut putih tebal.

Menggigit bibirnya dengan gelisah dan akhirnya mengecup singkat dahi Soobin.

"Tidur yang nyenyak," gumam Yeonjun dan pergi menuju laptopnya.

Mengetik sebuah pesan kepada temannya-

Choi Yeonjun.
Temukan mantan calon istriku secepatnya, aku merindukan dia. ✓

Yeonjun memang sangat menyayangi keponakannya Soobin-

-Tapi tetap saja, Yeonjun hanyalah seorang pria berumur 30 tahun yang kehilangan calon istrinya.

Dan menjadikan keponakannya sendiri sebagai pelampiasan.

Tbc.

Avunculus ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang