Soobin memiringkan kepalanya dan tersenyum. "Ada apa?" tanyanya.
"Anu-bisakah kita bicara nanti? Berdua saja," tanya Hueningkai.
Soobin mengangguk. "Tentu! Kenapa minta izin lagi huh? Biasanya juga langsung bicara," tanya Soobin dengan senyum jahilnya.
Hueningkai memutar bola matanya dan mengelus surai Soobin. "Tidak ada alasan khusus," ucapnya dan berjalan meninggalkan Soobin.
Ting!
Ponsel Soobin berbunyi disertai notif pesan dari seseorang.
Unknown |Hai! Ini aku yang menumpahkan es krim milikmu waktu itu! |Maaf ya ㅠㅠ |Btw, apakah nanti kamu ada di rumah? |Aku ingin mengambil coat milikku hehe
Sudut bibir Soobin terangkat membentuk senyuman.
Tentu saja hehe!| Datanglah pukul 3 sore| Sampai bertemu!|
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Soobin mengerjapkan matanya bingung, bukankah hari ini adalah hari kerja? Kenapa Yeonjun malah dengan santainya menjemput dirinya, dan sekarang meminum segelas kopi dengan begitu tenang?
"Om tidak kerja?" tanya Soobin yang dibalas gelengan kaku.
"Tidak k-kok, em... Ingin di rumah saja," jawab Yeonjun dan mengalihkan pandangannya.
Soobin mengangguk saja meskipun masih bingung.
Ting tong ting tong!
Soobin berjalan menuju pintu utama dan membukanya, ia tersenyum cerah ketika menemukan seorang pria manis yang lebih pendek darinya; tersenyum cerah.
"Selamat datang! Kak!" sapa Soobin dan mempersilahkan dia masuk.
Yeonjun menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum ramah layaknya seorang tuan rumah yang baik hati. "Halo, selamat datang."
Pria manis itu membungkuk dan tersenyum. "Terimakasih, saya Taehyun. Salam kenal, tuan- ?"