20.

4.3K 624 105
                                        

Akhirnya update setelah bersemedi di bawah shower.
Vote sama komen inget meng.

||•||

"Kata kak Jungkook, kita harus kesini," ucap Yeonjun pada Soobin yang memandang malas gedung mall itu.

"Tapi Soobin ingin tidur saja..." rengek Soobin sembari mencebikkan bibirnya dan kembali bersandar di kursi mobil.

Perlu diketahui, Soobin tidak suka belanja.
Apalagi dengan orang-orang yang dompetnya tebal, especially papanya, Jungkook. Dan sekarang bersama Yeonjun.

Oh ayolah, kalau suatu hari jatuh miskin bagaimana? Lebih baik uangnya disimpan saja!

"Ibu hamil tidak boleh malas-malasan! Kamu mau baby di dalam sana nanti tidur terus?" tanya Yeonjun, membuat Soobin mendelik.

"Maksud Yeonjun, baby meninggal?!" Yeonjun tergelak, dia tidak ada maksud berbicara kearah sana!

Soobin memanyunkan bibirnya, Yeonjun ini, suka sekali membuat dia sedih.

Yeonjun mulai panik, oh tidak jangan menangis, ia tidak ingin disangka seorang om om pedo yang menculik seorang anak kecil.

Ya meskipun kenyataannya memang seperti itu.

"Sst- sudah ya Papa Soobin, jangan menangis, nanti kalau baby dengar, dia sedih..." ujar Yeonjun membujuk.

"Hiks- iyakah?" tanya Soobin sembari sesenggukan. Ya perlu kalian ingat, meskipun Soobin sudah mengerti tata cara menjebak ular, dia ini tetap anak SMA polos yang belum lulus sekolah.

Yeonjun mengangguk dan bernafas lega, "Alright! Ayo kita masuk ke dalam mall." Yeonjun turun dari mobil kemudian membukakan pintu untuk Soobin.

"Ramai sekali..." gumam Soobin ketika melihat banyaknya wanita yang menenteng sebuah tas besar berisi belanjaan mereka.

"Boros sekali," bisik Soobin dan memeluk lengan Yeonjun, hm... entahlah, sepertinya dia alergi dengan orang yang suka menghamburkan uang.

Kecuali Yeonjun tentunya.

Entah mereka yang berjalan terlalu cepat, atau toko hanbok yang terlalu dekat. Sudah sampai saja.

"Ayo pilih-pilih," ujar Yeonjun dan melihat-lihat hanbok mewah disana.

"Yang murah, yang murah..." gumam Soobin dan meraba-raba kain hanbok disana.

Eh tunggu, kenapa rasanya menyenangkan?

Soobin menggelengkan kepalanya; tidak ingin kalap karena hanbok disini sangat bagus.

"Sudah dapat?" Yeonjun tiba-tiba bertanya tepat di lehernya; membuat terkejut saja.

"Belum," sahut Soobin singkat dan kembali memilih.

"Biar aku bantu," ucap Yeonjun. "Permisi," panggilnya pada pegawai toko itu.

Pegawai itu datang, dengan senyum manis dengan sentuhan penuh bisnis. Senyuman ramah untuk orang kaya.

"Carikan hanbok yang nyaman dipakai, kainnya bagus, warnanya cocok untuk istriku dan jangan lupakan, harus yang paling mahal," ujar Yeonjun.

Avunculus ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang