Pagi yang sangat menyibukkan untuk Qila. Pasien banyak sekali berdatangan. Dan juga nanti sore, rumah sakit tempat Qila bekerja akan kedatangan dokter baru, dokter spesialis mata
Setelah jam makan siang usai, Qila dan suster Vera pun menuju aula RS untuk mengikuti penyambutan dokter baru tersebut
--------------------
"Perkenalkan nama saya Ilysa Azzahra bisa dipanggil Zahra. Mohon untuk bantuan dan bimbingannya"ucap dokter baru tersebut
"Cantik sih tapi kok kayak gk yakin dia baik"kata Vanesa
"Hush..... Gk boleh gitu Van, dia memang cantik, apalagi dia pake jilbab sekarang"ucap Qila
"Iya sih, tapi jilbab gk menjamin kalo dia bisa jadi orng baik"balas Vanesa
"Tak kenal maka tak sayang, kalo kita dh kenal banget sama dia, ak pasti yakin bisa deh"ujar Qila
"Iya deh sereh"jawab Vanesa yg membuat Qila geleng2 kepala
Setelah acara penyambutan itu berakhir semua kembali ke kerjaan masing2
Dan seperti dugaan Qila, ia akan pulang malam
Sesampainya dirumah dia langsung membersihkan diri, setelah itu menyiapkan makanan. Keadaan rumah masih sepi yg berarti Efan belum pulang
Efan pov
Hari ini mungkin hari keberuntungan. Ak dapat pulang saat sore harinya nya, namun saat hendak pulang ada yg menepuk pundakku, reflek ak melihat belakang
Deg...
Deg...
Deg...
Itu adalah
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Seseorng yang telah ku tunggu lama dan seseorng itu lah yg menjadi alasan ak untuk bimbang pada istriku sendiri
"Hay Fan Fan, Rara kangen deh"katanya sembari memelukku
Ak terdiam membeku, Fan Fan adalah panggilannya untukku sedangkan Rara adalah panggilan ku untuknya dulu.
"Ihhh Fan Fan kok gk bales pelukan Rara sih, Fan Fan gk kangen ya sama aku, atau Fan Fan udah gk suka lagi sama ak?"tanya nya berturut turut
Ak mendadak bisu. Ak sadar kalu ak sudah punya istri dan gk seharusnya berpelukan sama wanita yg jelas2 bukan mahrom ku. Tapi, ak gk bisa pungkiri, bahwa sebagian dari perasaanku merasa bahagia karena 'dia' telah kembali.
"Maaf Zahra, kita gak seharusnya ppelukan disini, ak kangen kok sama Zahra, cari tempat lain aja ya"ujar ku dengan menyebut nama panggilannya
"Huh! Yaudh deh, tapi jgn panggil Zahra, kan Fan Fan dah janji sama Rara"
"Iya"jawab ku dengan tersenyum hangat
Alah munafik lo fan!-author
Ye..... Pan gw cmn ngikutin alir yg elu buat thor-Efan
Lah iya ya 😂-auhtor
Sepanjang perjalanan, Rara dengan semangatnya menceritakan tentang perkuliahan dia di Kairo yg menyebabkan ia meninggalkanku, sampai ia yg baru bekerja disalah satu rumah sakit terkenal sebagai spesialis mata
Skip sampai restoran
Ya, ak dan dia pergi ke restoran dengan tujuan melepas rindu sembari makan malam, hari sudah malam mangkanya aku membawa Rara kesini. Seketika ak seperti amnesia akan fakta bahwa ak telah mempunya istri yg mungkin saja dia telah menungguku dirumah
"Kamu masuk rumah sakit mana?"tanya ku
"Itu loh, rumah sakit yg kalo gk salah ak denger infonya, kemaren ada tim media yg pergi tugas sama kelompok kamu"katanya ceria
Deg...
Seakan akan ak seperti ditarik lagi kedunia nyata. Itu pasti RS tempat Qila bekerja.
Astagfirullah...
Ada apa dengan diriku, jika seperti ini aku harus bagaimana
Katakan ak egois, plin plan dan segalanya. Tapi nyatanya ak memang tak bisa melepas salah satunya. Ak sayang dengan Qila, tapi ak juga sayang dengan Rara or Zahra. Ak tak dapat memilih, ini sulit. Setelah Rara pergi ke Kairo, ak merasa kesepian, tapi setelah adanya Qila ak merasa hari2ku penuh dengan keceriaan
Ak bahkan udah janji tak akan menyakiti Qila lagi, tapi sekarang.... Huh, maafkan ak Qila
Sehabis makan malam ak pun pulang dengan sebelumnya mengantar Rara terlebih dahulu
Skip rumah
Aku melihat Qila yg tertidur dimeja makan, dengan banyaknya makan dimeja sudah kupastikan ia menungguku untuk pulang dan makan bersama, melihat itu membuat rasa bersalah ku menjadi meningkat. Qila itu lembut, polos, kenapa ak tega dengannya
Ku pergi kekamar dan membersihkan diri, setelah itu ak pergi lagi kemeja makan untuk membangun kan Qila
Author pov
Efan berjalan pelan kearah meja makan
"Qila, hey bangun"kata Efan lembut
Qila yg merasa tidurnya terusik pun akhirnya terbangun
"Eh kakak? Udah pulang? Makan dulu yuk, dah Qila siapin"kata Qila tiba2 semangat karena melihat orng yg ditunggunya telah datang
"Maaf Qila, kakak udah makan tadi diluar, lebih baik simpan aja ya makannya dikulkas, trs tidur"ujar Efan pelan, sungguh ia ta tega jika seperti ini
Wajah berbinar Qila seketika hilang, tapi ia tak sedih, dia tak boleh egois
"Ya udah, kakak kekamar aja dulu, biar Qila beresin ini ya"ujar Qila dengan senyuman manis nan lembutnya, setelah itu beranjak membereskan makanan
Melihat senyuman Qila membuat hati Efan seperti disayat2,sangat sakit dan pedih
Hay semua:)
Sorry ya kalo gk seru:)
Jangan lupa vote and coment nya ya:)
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentara I Love U
Ficción Generaltidak selamanya perjodohan itu buruk, apalagi kalau dijodohinnya sama tentara. "Gk mungkin kita akan selamanya seperti ini"Efan "Mungkin suatu saat nanti akan ad keajaiban untuk kita berdua"Qila
