Taman, ya, sekarang Qila sedang berada ditaman rumkit
Ia merasa bosan jika harus terus di kamar inapnya. Ia ketaman sendirian meninggalkan Efan yg tertidur pulas di sofa kamar inapny itu
Waktu pulangnya tinggal 5 bln lagi, yg berarti ia sudah 2 bulan lamanya disini, dan juga selama dua bulan itu, banyak sekali kejadian2,yg bisa dijadikannya sebuah memori
Mulai dari dimana ia bertengkar dengan Efan karena Efan mengkepoi masa lalunya, yg berujung Efan menyadiri sedikit tentang perasaan ia pada Qila
So? Banyak ia lalui ditempat seperti ini
Qila berharap semoga saja keluarga kecilnya ini akan trs utuh dan bahagia.
Jujur, Qila masih belum terlalu percaya dengan perubahan Efan kepadanya. Itu semua karena melihat perilaku Efan kepadanya selama ini
--------------------
Tertidur dengan pulasnya sampai-sampai tak tau kalau orng yg sakitnya pergi meninggalkan ruangan
Ya! Itu adalah Efan
Qila mentolerir itu, karena ia tau, bahwasannya Efan jarang sekali tidur selama ia sakit ini
Contohnya, waktu itu Qila haus dan ingin minum, namun belum sempat Qila meminta tolong atau menggerakkan badannya, manik hitam itu menangkap sosok lelaki yg berdiri di dekat jendela sembari melihat kearah luar, samar2 Qila mendengar Efan berceloteh, tapi yg ia dengar hanya 'aku sudah nyakin dgn perasaan ku padamu Qila'
Saat sedang asik menghayal dimimpinya ia dikejutkan dengan suara seseorng
"HEYYO WASSAP GAES, VANESA CANTIK IMUT BACK"Ya! Itu adalah Vanesa, ia dtng bersama dengan Vera juga Tio, tapi ada satu orngyg nampaknya begitu tak asing
"Aishh, ganggu aja sih, nanti kalo Qila keganggu gemana?"ngegas Efan
"Qila nya aja kagak ada, Qila mana?"pertanyaan dari Vanesa membuat Edan langsung melihat kearah ranjang dan mendadak panik
Namun tak lama ada suster yg membuka pintu lalu masuk membawa seseorang dengan menggunakan kursi roda. Dan orng itu ternyata
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ya, dan orng itu ternyata Qila, Efan akhirnya bernapas lega dan langsung menghampiri Qila dan membantunya untuk tiduran di kasur
--------------------------
"Eh kalian dari kapan? Maaf ya ak tadi ketaman sebentar, bosen disini mulu"
"Emm.... Blm lama sih, iya gk papa kali"jwb Tio
"Eh... Itu Sertu Harry bukan? Kok disini?"tanya Efan
"Iya Fan, itu Sertu Harry. Dia kesini karena dua tujuan, pertama mau liat Qila, kedua mau nemenin pujaan hatinya"setelah bicara seperti itu, Tio ketawa terbahak2 diikutin Vanesa dan Efan
"Maksudnya?"tanya Qila polos nan lugu
"Aduh cayangnya akoh, jadi sisuster mu itu sekarang udh kagak jombl lagi"jwb Vanesa yg diakhiri oleh kekehan
Vera hanya dapat mengerucutkan bibirnya saat ia digosipkan secara terang2an seperti ini, sedangkan Sertu Harry, hanya dapat tersenyum malu mendengarnya
"Wahhhh, selamat ya Ver, oh iya selamat juga Sertu Harry, yg sabar ya menghadapi sikap Vera yg kelewat polos itu"kata Qila dengan tampang polosnya
Semua tertawa mendengar perkataan Qila
----------------------
Efan sekarang sedang pergi pulang ke markasnya, karena ada sesuatu yg hrs ia urus. Dan jadilah yg menjaga Qila sekarang adalah Vanesa dan Vera
"Em.. Qil, ak mau bicara serius nih, tentang kerjaan"ya begini lah Vanesa jika sedang dalam mode serius, tampak begitu berbeda dari ia yg sedang tak serius
"Apa?"
"Pasien yang kamu tolongin waktu pertama kamu kesini itu loh, ak ketemu ama dia dlm keadaan yg lebih mengenaskan, dan dia terkena penyakit yg sulit untuk dideteksi dan dia butuh kamu Qil, tapi kami tau, kamu masih sakit, jdi kami berusaha untuk menanganinya sampai kamu sembuh"
Ya, sewaktu mereka baru saja sampai dan sedang menunggu jemputan dari para TNI, Qila sempat membantu seorng anak kecil perempuan yg terkena campak, setelah itu, ank tersebut pergi entah kemana
"Jadi kamu ketemu sama anak itu,? jadi sekarang dia bisa dibilang kritis? Yidh, ak bakal bilang sama dokter disini, kalo ak akn pulang"
"Jgn dulu, kamu belum sehat sepenuhnya"
"Iya mbak, betul kata mbk Vanesa, kita juga lagi usaha untuk menanganinya sementara ini, dan mbk Qila banyak2 istirahat aja, biar cepet sehat dan bisa bantu para tim medis lagi"ujar Vera yg sedaritadi hanya terdiam saja
"Makasih ya"
-----------------------
Disini lah Efan berada, setelah ia membersihkan diri, ia meminta kpd seluruh prajurit agar kumpul dia aula
"So?"
"Izin kapten. Menurut penelitian kami, orng2 yg menculik Dokter Qila kemaren masih ada hubungannya dengan para bandit yg ada disini, bandit yg harus kita hempaskan"
"Emmm,baikalah,kalau begitu,tetap awasi sekitar,waspad"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah menerima laporan dari bawahnny,Efan berinisiatif untuk menelpon Qila dan meminta maaf,karena mungkin malam baru ia menemani Qila lagi,karena untuk sekarang ia hrs mengurus masalah di sini dulu
'Hallo assalamualaikum sayang, kakak minta maaf ya,karena mungkin kakak akan nemenin kamunya malam'
'.........'
'Iya,makasih ya sayang....,istirahat,jangan lupa makan ya'
'........'
Untung saja Qila orngnya pengertian,jadi ia tak apa,ak akn mengurus ini sedikit lebih cepat,agr dapat menemani Qila dirumkit
Huwaa jan luoa votment ya kawan:)
Sorry kalo banyak typo:)
Sorry kalo gak asik:)
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentara I Love U
Aktuelle Literaturtidak selamanya perjodohan itu buruk, apalagi kalau dijodohinnya sama tentara. "Gk mungkin kita akan selamanya seperti ini"Efan "Mungkin suatu saat nanti akan ad keajaiban untuk kita berdua"Qila
