"Kamu kemana sih Jin?" gumam Jena mencoba menghubungi Hyunjin.Pasalnya kemarin lelaki itu mengatakan bahwa akan menjemputnya untuk pergi ke sekolah. Namun apa ini, Hyunjin bahkan tidak bisa dihubungi seperti biasa.
Jena menghela nafasnya kasar dan beranjak masuk ke dalam rumahnya untuk mengambil kunci mobilnya. Sebelum ponselnya berdering, Jena pikir itu Hyunjin namun ternyata bukan.
"Halo."
"Dimana Na? udah berangkat?."
"Belum baru mau berangkat, kenapa Sung?" Tanya Jena kepada orang yang menelponnya, Han Jisung.
"Kebetulan gue ada dideket rumah lo nih, mau sekalian?" tawar Jisung.
Jena tampak berpikir sebentar "Gak usah Sung, gue bisa bawa mobil kok" tolak Jena, dia takut Hyunjin akan marah apabila ketahuan berangkat bersama Jisung, yah walaupun Jisung adalah sahabat Hyunjin sendiri.
"Takut Hyunjin marah? udah tenang aja nanti biar gue yang jelasin ke dia" ucap Jisung.
"Tapi Sung–."
"Udah tenang aja, tungguin gue lima menit" Jisung langsung mematikan panggilan tersebut.
Lagi-lagi gadis itu menghela nafasnya, apa boleh buat toh ini juga salah Hyunjin sendiri mengapa malah mengingkari janjinya.
Tidak butuh waktu lama motor Jisung berhenti didepan rumahnya.
"Ini helmnya" Jisung menyerahkan sebuah helm kepada Jena.
"Kok lo bisa dideket sini sih?" tanya Jena sambil memasang helmnya.
"Oh, itu gue semalem nginap di studio" jawab Jisung.
"Lo lagi buat lagu baru?."
"Iya, nanti kalau udah selesai lo orang pertama yang bakal dengerin" ucap Jisung yang tersenyum memperlihatkan giginya yang tersusun rapi.
"Hahaha oke" Jena tertawa pelan.
Akhirnya mereka pun berangkat ke sekolah, selama perjalanan ada saja yang Jisung katakan sampai membuat keduanya tertawa.
•••
"Loh, lo berangkat sama siapa? Hyunjin mana?" tanya Yeji heran saat melihat Jena memasuki kelas tanpa Hyunjin, malah Jisung yang berada didekatnya.
"Eh, gue gak tau" jawab Jena bingung.
"Gue pikir dia berangkat sama lo, soalnya dia berangkat pagi-pagi banget" ungkap Yeji.
"Mungkin dia pergi sama Felix" balas Jena berusaha berpikir positif, dia juga melihat Felix yang belum datang.
Jena pun duduk di bangkunya yang terletak dibelakang meja Yeji dan Ryujin. Siyeon tidak ada dibangkunya, pasti sedang ke kantin bersama Jeno.
Gadis itu mengambil ponselnya dan melihat apakah kekasihnya menghubungi dirinya, namun ternyata tidak.
Tanpa Jena sadari ternyata Hyunjin memasuki kelas. Dan langsung duduk dibangkunya tanpa menyapa Jena.
"Ges, gue bawa kabar gembira. Kita jamkos sampai istirahat nanti" ucap Jeno begitu memasuki kelas bersama Siyeon.
Sontak hal tersebut membuat seluruh anak-anak kelas berteriak riang, banyak diantara mereka yang langsung keluar dari kelas. Siyeon duduk disamping Jena.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bullshit [Hhj] (✓)
Fanfiction"Bullshit Jin" Jena Tentang seberapa tidak tahu diri seorang Hwang Hyunjin. Sudah mendapatkan yang sempurna, malah ingin lebih.