"Jen" panggil Siyeon. Saat ini mereka tengah duduk di bangku penonton yang ada di dalam lapangan indoor."Kenapa Yeon?."
"Lo suka sama Hyunjin?" tanya Siyeon dengan raut wajah yang tidak dapat dideskripsikan.
Jena yang mendengarnya tersentak kaget. "Apaan sih" elak Jena.
"Jangan bohong sama gue, dari tadi gue perhatiin lo asik ngeliatin Hyunjin aja" ucap Siyeon.
Jena hanya diam sambil menggigit bibir bawahnya. Dia tidak tahu harus berkata apa kepada kekasih sahabatnya ini.
"Na, kita semua gak masalah kalau lo suka ataupun pacaran sama Hyunjin. Tapi inget, dia gak sebaik yang lo kira" tutur Siyeon lembut.
"Tapi Jeno?" cicit Jena pelan.
"Jangan khawatir, dia biar gue yang urus" Siyeon menaik-turunkan alisnya.
"Makasih Yeon" balas Jena dan tersenyum manis.
"Jangan senyum gitu, itu pipi makin imut tau gak" ujar Siyeon gemas dan mencubit pipi Jena dengan kedua tangannya.
"Yeon sakit" Jena mencoba melepaskan tangan Siyeon dari pipinya.
"Wah cubitin Nana, ikutan dong" entah sejak kapan Jeno sudah berada didekat mereka dan ikut mencubit pipi Jena.
"Sakit..." rengek Jena mencoba berontak saat berhasil lepas dari sepasang kekasih itu, Jena berlari mencari perlindungan dari Heechan yang menghampiri mereka.
Semua yang ada disana tertawa gemas melihat tingkah Jena, Siyeon dan juga anggota NCT Dream. Mereka berenam memang sering membuat orang lain tertawa dengan tingkah mereka.
Sementara disisi lain, ada seseorang yang mendengarkan percakapan antara Siyeon dan juga Jena. Dia tersenyum miris saat mengingatnya.
Saat waktu istirahat tiba, seluruh murid seperti biasanya berhamburan keluar kelas menuju kantin.
"Jin" panggil Jisung kepada Hyunjin yang hendak keluar kelas.
"Kenapa Sung?" Hyunjin menoleh ke sahabatnya itu.
"Ada yang mau gue omongin sama lo" ucap Jisung.
"Yaudah ngomong aja."
"Gak disini, ikut gue" Jisung berjalan terlebih dahulu. Diikuti oleh Hyunjin yang menatapnya bingung.
Disinilah mereka saat ini, di taman belakang sekolah. Jarang ada murid yang pergi ke sini.
"Mau ngomong apa?" tanya Hyunjin.
"Gue tau lo suka sama Jena."
"Terus kenapa?."
"Gue juga suka sama Jena" perkataan Jisung sukses membuat Hyunjin menatap tajam ke arahnya.
"Apa maksud lo bilang kayak gitu?. Mau bersaing?" ujar Hyunjin tajam.
"Enggak, gue gak bisa ngedapetin Jena. Karena dia suka sama lo" ungkap Jisung.
"Apa maksud lo?" heran Hyunjin.
"Anggap aja gue ngerelain dia buat lo, tapi kalau lo nyakitin dia jangan salahin gue kalau gue bakal rebut dia dari lo" kata Jisung, kakinya melangkah pergi dari sana.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bullshit [Hhj] (✓)
Fiksi Penggemar"Bullshit Jin" Jena Tentang seberapa tidak tahu diri seorang Hwang Hyunjin. Sudah mendapatkan yang sempurna, malah ingin lebih.