"Jadi ayo permudah segalanya dan mulailah menyukai wanita,agar kau tak perlu bertemu denganku setiap hari" ~Park Hayoung~
"Kau berhasil membuatku menyukai wanita lagi,Hayoungie. Dan wanita itu dirimu"~Oh Sehun~
"Ayo kita akhiri hubungan ini dengan b...
Kita uwu uwu dulu ya, nyeseknya nanti lagi 😏 Jangan lupa vote dan komen 🐥
"Jinyoung.. Dengarkan Eomma"Hyewon menatap tajam Jinyoung yang kini duduk di pangkuan Hyewon.
Namun Jinyoung justru tertawa melihat Sehun yang menyetir dan sesekali menjulurkan lidahnya ke arah Hyewon.
Hyewon menoleh ke arah Sehun dan tepat saat Sehun menjulurkan lidahnya. Tatapan Hyewon semakin tajam dan menusuk karena kelakuan aneh Sehun. Sehun pun dengan cepat menatap ke arah depan namun dengan lidah yang masih terjulur, kemudian menariknya perlahan ke dalam mulut.
"Siapa yang mengajarimu berbicara seperti itu?"Hyewon geram, tidak anaknya tidak Daddynya sama sama membuat Hyewon emosi menghadapi keduanya.
"Uncle. Uncle belkata thepelti itu thaat Halmeoni mayah"
"Astaga"desis Hyewon menyandarkan kepalanya pada jok mobil dan memejamkan matanya sejenak.
"Eomma tidul?"Jinyoung menepuk nepuk pipi Hyewon.
"Eomma tidak tidur"
"Mayah mayah cepat tua ya Daddy?"tanya Jinyoung.
"Iya. Ada seseorang yang usianya jauh dibawah Daddy. Tetapi dia terlihat agak tua, padahal Daddy baru 3 tahun tidak__Awww"Sehun meringis merasakan cubitan Hyewon di pinggangnya.
"Siapa yang kau maksud?"
"Anjing"
Mata Hyewon membola, Sehun menganggapnya Anjing?
"Vivi. Aku sudah 3 tahun menitipkan Vivi pada orang tua Chanyeol Hyung"
"Tentu saja bukan dirimu. Kita baru bertemu beberapa hari yang lalu"lanjut Sehun.
"Aku juga tidak berharap yang kau bicarakan itu aku"