Lanjut lagi. Jangan bosen ya 😘
Jangan lupa vote dan komennya ☺️
"PAK TUA!"
Tidak ada jawaban.
"AHJUSSI"
Biasanya Ahjussi itu sudah muncul dengan dasi yang ia sampirkan di pundaknya.
"SAMCHON"
Tetap tak ada sahutan
"TUAN OH"
Hayoung menoleh ke arah tangga, tidak ada tanda tanda Sehun berjalan menuju ke lantai satu.
Hayoung berdehem berulang kali. Kurang tinggikah nada yang ia gunakan untuk memanggil pria berusia 35 tahun itu?
"YAKKK SAMCHOOONNN"
Habis sudah kesabaran Hayoung. Suaranya pun sudah semakin serak karena memanggil pria bermarga Oh itu.
Hayoung melepas apron dan berjalan ke lantai dua,mengetuk pintu kamar Sehun.
Sebuah ide gila terlintas di benak Hayoung. Mungkin dengan sedikit menggoda dengan panggilan manis,Sehun akan segera keluar dari kamarnya.
"Oppa~"
Hayoung menempelkan telinganya pada pintu kamar Sehun namun tak ada suara apapun dari dalam sana.
"Yeobo~"
Tidak berhasil. Tidak biasanya Sehun belum bangun,padahal sebentar lagi jam 8 pagi.
Hayoung memutar knop pintu ke arah bawah sambil memejamkan mata dan berharap Sehun tidak sedang bertelanjang di dalam kamar.
Setelah pintu terbuka,yang terlihat adalah Sehun yang masih bergelung di bawah selimut. Hayoung mengerutkan dahinya.
"Yeobo.. kau masih tidur?"tanya Hayoung dengan tawa tertahan.
Namun karena tak ada respon apapun, Hayoung kembali bertanya. "Pak Tua, katamu setiap hari selasa ada meeting, kenapa kau belum bangun?"
"Sehun.. Ini sudah siang"kali ini tanpa embel embel apapun.
Hayoung berjalan mendekati ranjang Sehun. "Astaga. Wajahnya sangat pucat. Apa kau masih hidup,Samchon?"Hayoung menyentuh pipi Sehun dengan jari telunjuknya, terasa hawa panas menjalar dari pipi Sehun.
"Kau sakit Ahjussi?"setelah bertanya Hayoung sadar bahwa pertanyaannya tidak akan terjawab.
Hayoung berlari keluar dari kamar Sehun dan beberapa menit kemudian kembali dengan membawa kotak P3K dan ponsel yang ia tempelkan di telinganya.
"Woonie.. aku tidak bisa masuk hari ini. Pak Tua sedang sakit"
"Kau bukan istrinya. Jadi untuk apa repot repot merawatnya?"
"Ibunya bisa memenggal kepalaku kalau sampai anaknya yang tampan itu mati. Nanti salinkan aku catatanmu okay dan buatkan tugasku ya. Tolong"
"Apa kau tidak bisa sehari saja tidak merepotkanku?"
"Aku bisa membuat Yoohyeon menjauhimu"
"Ahaha.. aku bercanda sayang. I'll miss you"
"Cckk.. Playboy"
Hayoung mematikan sambungan telepon dan meletakkan ponselnya di nakas. Hayoung duduk bersila di sebelah Sehun dengan memangku kotak P3K. Setelah mengobrak abrik isinya,Hayoung menemukan plester demam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us ✔️ (END)
Fanfic"Jadi ayo permudah segalanya dan mulailah menyukai wanita,agar kau tak perlu bertemu denganku setiap hari" ~Park Hayoung~ "Kau berhasil membuatku menyukai wanita lagi,Hayoungie. Dan wanita itu dirimu"~Oh Sehun~ "Ayo kita akhiri hubungan ini dengan b...
