Anyeong.. Sesuai janji, ada Rohyeon. Mereka ga ada ehh belum ada konflik. Biar adem dulu lah. Takut mabok nanti yang baca kalo semuanya konflik.
Vote dan komen 🐥
___________________________________
Coming deep inside of my memories you let my pain and sigh change to tears
Don't leave me, I can't let you go
Because of mixed fate, I lost your hand
I call your name in sadness everyday
~No Minwoo - Trap~
____________________________________
"Sebanyak ini?"Yoohyeon membaca satu per satu daftar yang ditulis oleh calon ibu mertuanya.
"Itu sudah berkurang tiga perempatnya karena resepsi pernikahan yang sebelumnya 7 hari menjadi 2 hari saja"Rowoon sesekali melirik calon istrinya yang duduk di jok sebelah Rowoon.
Jangankan 7 hari, 2 hari saja Yoohyeon merasa sudah lemas membayangkan dirinya harus berdiri di pelaminan tersenyum sepanjang hari pada setiap tamu yang datang. "Tidak bisakah 1 hari saja?"
Rowoon menghentikan mobilnya tepat saat lampu lalu lintas berwarna merah. Rowoon memiringkan tubuhnya untuk menghadap ke arah Yoohyeon. "Jika bisa aku lebih memilih pemberkatan saja kemudian kita langsung pada sesi malam pertama"
Yoohyeon menyentil dahi Rowoon. "Apa tujuanmu menikah hanya itu? Dasar mesum!"
"Tujuanku menikah denganmu hanya 3. Membahagiakanmu, mencintaimu seumur hidupku dan juga..."Rowoon melanjutkan ucapannya dengan membisikkan sesuatu pada Yoohyeon.
Sesuatu yang mampu membuat rona merah terlihat jelas di pipi Yoohyeon. "Jangan menjilat telingaku!"Yoohyeon mendorong pundak Rowoon dan memukulnya.
Rowoon tertawa karena berhasil menggoda Yoohyeon. Rowoon beralih menatap kedua tangan Yoohyeon, tawa Rowoon semakin menjadi saat menyadari Yoohyeon yang terlihat merinding karena jilatan darinya. "Kau merinding? Itu baru lidahku yang menjilat telingamu. Bagaimana kalau__Awww.. Kau agresif sekali sayang"
Cubitan di pinggang Rowoon tak membuat tawa Rowoon mereda hingga lampu kembali hijau dan mobil kembali Rowoon jalankan pun tawanya masih terdengar dan hal itu membuat Yoohyeon semakin memanyunkan bibirnya.
"Bisakah bibirmu hinggap di pipiku saja? Bibirmu hampir menyentuh kaca mobil"
"Oppaaaa"pekik Yoohyeon kesal. "Jangan tertawa, berhenti menggodaku"
"Cium"Rowoon menunjuk pipinya.
Yoohyeon menggelengkan kepalanya.
"Mencium pipiku atau menggigit leherku?"
"Yakk!! Byuntae"Yoohyeon memukul lengan Rowoon namun setelahnya Yoohyeon mendekat dan mencium pipi Rowoon.
"Good girl"Rowoon mengusap kepala Yoohyeon, senyuman tipis terukir di bibir Rowoon.
"Oppa.."
"Heum.."Rowoon raih telapak tangan Yoohyeon, Rowoon menariknya dan mencium punggung telapak tangan Yoohyeon.
"Nanti setelah menikah aku boleh tetap bekerja?"
"Boleh. Tetapi bar peninggalan Luhan Hyung tetap menjadi bagianku, jangan pernah menginjakkan kakimu di bar itu. Mengerti?"
Yoohyeon menghembuskan nafasnya dengan kasar, Bar milik Luhan telah berganti menjadi milik Yoohyeon namun ia tidak diperbolehkan untuk menempati kantor yang dulu di tempati oleh Luhan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us ✔️ (END)
Fanfic"Jadi ayo permudah segalanya dan mulailah menyukai wanita,agar kau tak perlu bertemu denganku setiap hari" ~Park Hayoung~ "Kau berhasil membuatku menyukai wanita lagi,Hayoungie. Dan wanita itu dirimu"~Oh Sehun~ "Ayo kita akhiri hubungan ini dengan b...
