"Rasanya aku ingin menghentikan waktu untuk dapat melihat senyummu yang tersembunyi."
•
•
•
Jangan lupa budayakan Vote dan Komentar:)
Vote cara menghargai karya seseorang:)
Absen dulu?!
Gelak tawa terdengar dari bibir Fathan saat mengganggu Lora. Gadis itu tampak kesal karena Fathan mencoba menggangu konsentrasinya. Ia melirik kesal pada Fathan yang duduk tak jauh di sampingnya.
Setelah puas tertawa Fathan meredakan tawanya, menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Lora, tentu saja gadis itu langsung menjauh karena tak ingin diganggu, lagi.
"Yaampun kok ngejauh sih? Tenang aja gue nggak bakalan ganggu lagi kok," Fathan memamerkan giginya, seraya menaik-turunkan kedua alisnya.
"Duduk di situ dan jangan coba dekat-dekat!" titah Lora menunjuk Fathan dengan bukunya. Mencoba menjaga jarak.
Kali ini konsentrasinya untuk membaca buku hilang karena kehadiran cowok di sampingnya ini. Ia tak fokus, benar-benar tak fokus hanya karena diperhatikan saja. Meski Fathan tidak berbicara tetap saja Lora merasa risih.
Tak tahan lagi, akhirnya Lora berdiri menatap Fathan dengan gemas sendiri. Mengangkat kedua tangannya seraya meremas angin, lalu beranjak pergi dari sana.
Melihat itu Fathan tertawa geli berhasil membuat gadis itu marah untuk kesekian kalinya.
"Gemesin gini bikin gue tambah jatuh cinta." Fathan menggeleng menatap punggung Lora yang menjauh.
Kalea yang baru saja duduk di kursinya menautkan alisnya bingung, matanya mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya menimbulkan suara. "Dari mana aja mbak?" tanya Kalea seraya meneguk minuman yang telah ia beli sendiri di kantin.
Lora menggeleng kecil, menghela napas berat lalu melirik Kalea. "Lo punya headset nggak?"
"Nggak, buat apa?"
"Menurut lo?" Kalea mendesis pelan sebelum kembali menatap layar ponselnya.
Gadis itu tampak tersenyum pelan lalu membalas pesan yang baru saja masuk.
Sementara Lora hanya melirik malas kemudian kembali membaca bukunya. Buku novel yang baru saja ia beli waktu itu. Lora belum sempat membacanya sampai selesai.
Novel kali ini membuat Lora penasaran, makanya ia hari ini tak ingin diganggu oleh siapapun.
Bel pulang telah berbunyi, Lora melangkahkan kakinya keluar kelas berjalan sendirian seraya membaca Novel seperti biasa. Untung saja koridor sedang sepi sebab sebelumnya Lora sengaja keluar paling lambat hanya karena tak ingin berdesak-desakan dengan yang lain.
"Belum juga selesai baca bukunya?" Suara itu menghentikan langkah Lora. Gadis itu menghela napas seraya memutar bola matanya malas. Kemudian mengangkat kepalanya seraya tersenyum.
"Belum," balas Lora lembut. Fathan mematung melihat senyuman Lora. Jantungnya berdegup cepat, segera Fathan memalingkan wajah tak ingin menatap lama senyuman yang selalu membuat jantungnya beraksi cepat.
"Kenapa?" tanya Lora melihat Fathan tak berbicara.
"Hari ini kita jadi pergi kan?" tanya Fathan. Lora mengangguk, menyadari jika hari ini ia dan Fathan akan pergi.
"Tenang aja gue udah izin kok sama nyokap lo sebelumnya." ucap Fathan melihat Lora memainkan ponselnya seolah tau isi pikiran gadis itu.
Lora mengangguk, kemudian mengikuti Fathan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Reach The Heart
Novela Juvenil[Sequel ALASKA 1&2] [FOLLOW SEBELUM DIBACA] Mungkin agak aneh rasanya menggangu seseorang yang bahkan kita tidak kenal. Seseorang yang menurut kita beda, nyatanya memberi sesuatu yang special. Fathan salah satu cowok perfect bagi perempuan karena...
