23

154 17 14
                                        

*****
06.15 KST

Jihoon terbangun dari tidurnya. Mengumpulkan nyawa dan menoleh ke sampingnya. Woojin masih terlelap tidur. Saat Woojin tidur baginya itu hal yang paling dia sukai. Wajah Woojin saat tidur sangatlah lucu dengan mulut menganga dan dengkuran kecil yang lembut. Jihoon turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara itu,Woojin akhirnya terbangun dari tidurnya dan mendengar bunyi air dari kamar mandi. Dia melihat ke samping dan tidak mendapati Jihoon tak ada di sampingnya.

Woojin terduduk mengambil ponselnya. Membuka aplikasi LINE dan banyak sekali pesan juga panggilan tak terjawab dari saudaranya dan satu yang membuat Woojin merasa malas. Panggilan dari ayah dan ibunya yang tak terjawab. Jihoon keluar dari kamar mandi melihat Woojin yang sudah terbangun. Dia berjalan kearahnya dan duduk di sampingnya. Memeluk lengan Woojin dengan manja. Woojin hanya tersenyum karena terpaksa. Wajahnya datar sekali. Setelah beberapa saat kemudian,Woojin beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri juga.

Setelah 15 menit berada di kamar mandi,Woojin keluar sambil mengeringkan rambutnya. Jihoon hanya diam bersandar di tempat tidur. Woojin menghampiri dan mencium pipinya dan memeluknya dari samping. Jihoon tersenyum dan mulai bermanja pada Woojin. Tangannya menelusup kedalam baju Woojin dan menggosoknya. Woojin diam saja membiarkan Jihoon bermain di tubuhnya.

Ddrrrttt...ddrrttt...

Ponsel Woojin bergetar. Dia melihat nama yg terpampang di layar ponselnya. Adiknya menelfon dan mungkin menyuruhnya untuk pulang. Woojin melepaskan pelukannya pada Jihoon dan beranjak kearah balkon untuk menjawab panggilan dari adiknya. Jihoon hanya memperhatikan saja dari tempat tidur. Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi dan sebentar lagi mereka harus pulang agara tidak ada keluarga yang lain curiga kalau mereka pergi menginap bersama.

"Jisung ya?"

"Emm"

"Sebaiknya kita harus cepat pulang...nanti ada yang curiga"

"Emm"

Woojin mengangguk mengiyakan ucapan Jihoon dan meraih jaketnya dan melemparnya kearah Jihoon. Gadis itu dengan sergap langsung menangkap jaket Woojin. Yah untuk digunakan sebagai penutup pahanya yang menggunakan pakaian minim. Mereka berjalan kearah parkiran berdua. Jihoon bergelayut manja di lengan Woojin sedangkan Woojin hanya diam saja seakan sudah terbiasa dengan sikap manja Jihoon. Keduanya masuk kedalam mobil dan pergi untuk pulang.

Dalam perjalanan,Jihoon menyuapi Woojin dengan cemilan yang dia beli kemarin dan belum sempat dia makan. Hanya lantunan musik yang membuat suasana menjadi ramai di dalam mobil. Perjalanan 45 menit yang harus mereka tempuh.

S
K
I
P
.

Woojin mengantar Jihoon terlebih dahulu lalu dia akan pulang. Sebelum turun dari mobil mereka masih sempat berciuman mesra. Woojin mengecup kening Jihoon sebelum pamit pulang. Woojin akhirnya tiba dirumahnya. Dia memasukkan mobilnya kedalam garasi lalu masuk kedalam rumah. Ada ayah dan ibunya juga saudaranya di depan mereka. Yang paling membuat terkejut lagi adalah adanya seorang gadis yang sangat dia kenali. MIYAWAKI SAKURA!. Gadis itu tengah duduk bergabung dengan keluarganya.

"Sakura? Untuk apa kau disini?"

"Sudah puas berduaan dengan kekasihku,hyung?"

Woojin menoleh kearah Jisung yang berdiri tepat dihadapannya. Dari mana mereka tahu kalau semalam dia menginap dengan Jihoon berdua. Sakura berdiri diikuti yang lainnya termasuk ayah dan ibu Woojin. Woojin menoleh memandangi mereka satu persatu dan menatap intens kearah Sakura. Dia merasa ada hal yang menggganjal saat ini. Chanyeol mendekat dan merangkul Woojin lalu mendekatkan mulutnya ke telinga Woojin dan berbisik.

"Ini semua karena gadis di depanmu...maaf hyung tidak bisa membantumu"

Yang Woojin rasakan benar. Kalau bukan karena gadis yang dia kenal di Spanyol ini mereka dan yang lainnya tidak akan tahu. Apa lagi ayah dan ibunya sudah menyetujui Jisung dengan Jihoon dan sebentar lagi mereka akan bertunangan. Jisung mendekat kearah Woojin sambil mengepal tangannya. Dan....

BUGH!!

Jisung menghantam sudut bibir kiri Woojin. Woojin tersungkur jatuh setelah di pukul oleh Jisung. Woojin bangkit tanpa di bantu siapapun. Jimin dan Chanyeol hanya bisa diam dan terkejut melihat kejadian di depan mata mereka. Mereka berdua ingin membantu Woojin tapi ayahnya melarang mereka. Setelah bangkit Woojin menatap Jisung dengan amarah begitupun sebaliknya dengan Jisung.

"Kau bilang kau tidak mencintai Jihoon lagi,hyung...kau tahu kalau dia calon tunanganku???"

"..."

"Kalau kau masih mau dengannya kenapa dulu kau selalu menghindar darinya? Kenapa? Aku tau kau itu good boy idaman semua wanita tapi kau telah membuang barang berharga dan kau mengambilnya kembali...apa kau tidak malu telah menjalin hubungan dengan calon tunangan adikmu?? 3 bulan lagi aku dan Jihoon akan bertunangan"

Woojin terdiam melihat adiknya yang wajahnya memerah karena emosi. Jisung memalingkan wajahnya dan berusaha menahan tangisnya. Jimin dan Chanyeol tidak bisa berbuat apa-apa. Sakura tersenyum saat Woojin melihat kearahnya. Woojin yakin ini pasti ulah gadis itu. Maka dari itu dia tidak ingin dekat-dekat atau terlalu akrab dengan orang lain karena takut terjadi seperti ini. Awalnya Woojin kira Sakura tidak seperti itu tapi dari gelagat saat dia meminta kontak ponsel Woojin dia sudah merasa curiga.

"Ku dengar kau akan kuliah di Harvard bukan? Jika memang iya...besok kau harus berangkat"

Woojin menoleh tiba-tiba memandangi appa nya yang tengah berdiri di samping ibunya. Woojin memandang tak percaya. Dia pikir kembalinya mereka ke rumah akan memperbaiki hubungan baik antara anak dan orang tua tapi sekarang tidak. Woojin merasa dirinya akan dibuang hanya karena hal ini. Woojin pergi meninggalkan yang lainnya untuk pergi ke kamar. Saat hendak menapaki kakinya di anak tangga pertama ayahnya berkata.

"Kurasa Sakura cocok denganmu...appa setuju jika kau dengan Sakura dan tidak mengganggu hubungan Jisung dengan calon tunangannya...kau sendiri yang meninggalkan gadis itu dan sekarang kau ingin merebutnya disaat putra bungsuku memilikinya...apa kau tidak malu sebagai kakak memberi contoh yang buruk untuk adiknya? Kau yang paling berprestasi di antara ketiga saudaramu yang lain...bulan depan kau akan bertunangan dengan Sakura...untungnya kau mengenal Sakura...dia anak teman appa di Jepang karena dia hidup sendiri dengan adiknya maka kau lah yang akan jadi-..."

"Jadi apa??!!! Appa pikir aku mau dijodohkan seperti ini??!!! Kau!! Park Jisung!! Kau memang adikku...tapi sayangnya kita mencintai orang yang sama!!! Aku lebih dulu mencintai Jihoon jauh sebelum kau menyukainya!! Puas kalian?? Aku memang pendiam tapi orang diam selalu ada batasnya untuk bersabar dan kali ini kesabaranku telah hilang!!"

Woojin masuk ke kamar. Chanyeol dan Jimin hanya bisa menelah ludah. Sekali lagi,tak ada yang bisa mereka berdua lakukan untuk memperbaiki suasana. Jisung terduduk mengusap wajahnya kasar. Sakura tersenyum evil melihat kekacauan ini termasuk kebenaran yang baru saja terungkap.

Flashback

Woojin yang mengajak Jihoon keluar saat insiden di cafe tidak sadar kalau ada sebuah mobil berwarna hitam yang di dalamnya ada orang sedang memantau mereka. Woojin dan Jihoon masuk kedalam mobil dan berangkat menuju suatu tempat. Sebelum mereka berdua masuk kedalam mobil orang yang ada di dalam mobil tersebut mengambil gambar mereka lalu mengikutinya. Akhirnya mobil Woojin tiba di hotel. Dia memarkirkan mobil nya sedangkan mobil hitam tersebut diparkir tepat di belakang mobil Woojin. Woojin yang turun dari mobil merasa curiga awalnya karena mobil ini mengikuti nya tapi dia tak ambil pusing mungkin tujuan mereka sama.

Momen disaat Jihoon turun dan bergelayut manja di lengan Woojin diabadikan oleh orang misterius tersebut. Orang itu mengikuti Woojin dan Jihoon hingga ke kamar hotel. Kamar orang misterius tersebut tepat di depan kamar hotel Woojin dan Jihoon. Saat mereka berdua masuk orang itu kembali mengambil gambar. Setelah berada di dalam kamar hotel dia mengirim foto-foto tersebut ke sebuah pesan lewat LINE.

"Kau akan tahu siapa aku"

Keesokan harinya,saat mereka hendak pulang orang misterius tersebut kembali mengikuti dari kejauhan. Dia kembali mengambil gambar mereka berdua dan mengirimnya ke seseorang yang sama seperti sebelumnya. Sebelum Jihoon dan Woojin tiba lebih dulu dia segera bergegas agar dirinya yang bisa tiba lebih dulu juga menyaksikan apa yang akan terjadi

Bad Girl & Good BoyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang