#23 Hear Your Voice

108 21 72
                                    

Yena menghela napasnya lalu menyandarkan tubuhnya, membuat mereka memperhatikan Yena, menunggu gadis itu mengatakan sesuatu.

"Syifa tidak ada di sana," jelas Yena yang membuat mereka merasa sangat kecewa. "Tapi yang membuatku heran kenapa ponsel Syifa terlacak ada di sana?"

"Mana mungkin 'kan kalo Syifa jual hape? atau..." Salfa menutup mulutnya tak percaya. "Ini cuman dugaan ya. Kenapa aku mikir ada yang aneh sekarang? pertama, hape Syifa ada di sana padahal Syifanya gak ada di sana. Terus kedua, sampe sekarang polisi belum kasih tau apapun soal Syifa. Apa Syifa diculik? terus hapenya itu dijual sama penculiknya, karena penculiknya gak mau ketauan, dia bisa aja nyogok polisi 'kan?"

"Ih yaampun, serem banget," ujar Nafa yang kemudian bergidik ngeri. "Eh tapi kayaknya gak mungkin deh."

"Atau hape Syifa jatoh di jalan, terus ditemuin sama salah satu member BTS? atau justru sama managernya?"

Seokjin bernapas lega saat Jungkook sudah tertidur pulas sekarang. Dia lantas menjatuhkan tubuhnya ke sofa yang ada di dekatnya. "Akhirnya."

"Aku akan bilang ke manager hyung jika kita tidak akan latihan hari ini." Namjoon meraih ponselnya dan mengambil beberapa langkah, menjauh dari member lainnya.

Tatapan Taehyung tak pernah lepas dari Jungkook. Dia benar-benar tak bisa jika harus melihat Jungkook seperti ini.

Apa aku perlu menemui gadis itu?

Taehyung mencari keberadaan ponsel miliknya. Dengan cepat dia mencari cara bagaimana menemui Syifa. Dia perlu mempertemukan Jungkook dan Syifa lagi.



"Ish, aksa..." Syifa kesal saat tiba-tiba saja pria itu membawa serta kucing kesayangannya, June. "Tadi janjinya gak bawa June loh."

"Masa Junenya dikurung terus? kan kasian."

"Tapi gak dibawa-bawa gitu juga. Masa Aksa gak punya kandangnya," kesal Syifa sambil terus menjauh dari Aksa.

"Iya iya, maaf." Aksa kemudian terkekeh sembari membawa sang kucing kesayangan menjauh dari Syifa. Dia benar-benar gatal jika tidak menjahili gadis itu. Terlebih wajah ketakutan bercampur geli dari Syifa membuatnya benar-benar gemas.

"See? udah gak ada 'kan?" tanya Aksa sambil membuka lebar-lebar kedua tangannya. Dia lantas menghampiri Syifa dan mengambil celemeknya. "Aku mau bikin kimchi. Enak tuh disatuin sama ramyeon."

Syifa hanya memperhatikan bagaimana pria itu mengambil alih tugasnya. Dia benar-benar kagum pada kemampuan memasak pria itu. Bahkan rasanya benar-benar enak.

Suara ponselnya membuat Syifa dengan cepat mencari keberadaaan benda pipih itu. Dia yakin, pasti Jungkook yang mengirimnya pesan.

[정국이 아파서, 여기로 오실 래요?]

Syifa mengerutkan dahinya, tak paham dengan aksara hangeul yang justru muncul pada aplikasi pesannya. Perlukah dia bertanya pada Aksa? ah sepertinya itu hanya akan membuat Aksa heboh.

Syifa menyalin pesan itu lalu membuka aplikasi penerjemah yang ada di ponselnya. Dia benar-benar terkejut saat membaca arti dari pesan yang baru saja dia terima.

Jungkook sakit, bisa kamu kemari?

"Jadi Kookie sakit?" gumam Syifa yang kemudian mencebikan bibirnya. Dia yakin, jika dia menemui Jungkook, akan ada masalah baru nantinya "Tapi Aera gak bisa ke sana."

Syifa berinisiatif untuk menghubungi Jungkook. Namun saat tangannya akan menekan tombol telpon itu, dia mengurungkan niatnya. "Entar percuma, gak bisa ngomong apa-apa. Kookie gak bisa bahasa Indonesia atau bahasa Inggris."

Paper Hearts✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang