"MAKSUDNYA APA YA?!" haechan mandang sebel jaemin yang ada disebelahnya. jadi posisi ketiganya lagi bakar sosis dipanggangan, haechan didempet dua temennya alias renjun dan jaemin.
sedangkan oknum lee jeno sedang berbincang dengan keluarganya jisoo. lebih tepatnya diajak ngobrol walau bagi jeno gugup banget kayak diinterogasi abis maling walaupun cuma ditanya sama digodain doang.
apalagi pas bagian ella yang mulutnya nggak berhenti ngoceh, menceritakan semua yang ia lihat saat bersama jeno dan siyeon.
kalau siyeon sendiri lagi ngobrol sama seoyeon di kursi, cewek galak itu minta maaf sama sahabatnya perihal wattpad. dan as expected, siyeon nggak marah sama sekali.
malem ini setelah uwu-uwuan, ada acara bakar-bakar mendadak yang diusulkan oleh park minyoung. padahal udah mau pamitan pulang lagi ke rumah tapi dilarang keras sama park hyungsik dan kim jaewook, udah jam delapan, kalau pulang bakal malem banget kasian. mana masih muda.
akhirnya pada izin ke orangtua masing-masing nginep sehari dihotel tapi lagi-lagi dilarang karena neneknya siyeon nyuruh tidur disini aja, ada satu kamar kosong luas yang bisa dipakai berempat, kalau seoyeon tidur sama jisoo, ella dan siyeon.
"tapi kalau mau ngampar diruang tamu bareng-bareng juga boleh." usul nenek, tapi ditolak soalnya renjun dengan bangsatnya bilang "haechan kalau tidur suka ngorok bisa bangunin satu rt, nek."
ya digampar lah oknum hrj sama oknum lhc.
"kenapa sih ya tuhan gua harus didempetin dua setan macem lo pada." keluh haechan, matanya ngelirik dua orang disampingnya bergantian sedangkan mulutnya ngunyah sosis bakar.
mukanya memelas memohon pada tuhan soalnya daritadi dia dihina dan dicaci.
"lah itu mah lo kali setannya." komen jaemin.
"kan lo yang tiba-tiba nyempil diantara gua sama jaemin. diantara dua orang, yang ketiganya setan." timpal renjun.